Pemda Anambas Bersama Stekholder Setuju Anambas Hadapi Era New Normal

274
WartaKepri - Pemda Anambas Bersama Stekholder Setuju Anambas Hadapi Era New Normal

Wartakepri.co.id, Anambas – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas melaksanakan Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 Dalam Menghadapi Era New Normal di Kabupaten Kepulauan  Anambas, rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Lt.3, Jl. Pasir Peti, Kec. Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), bersama unsur Uspika Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (28/5/2020).

Kegiatan tersebut di pimpin langsung oleh Abdul Haris.SH Bupati Anambas, Wan Zuhendra Wakil Bupati Anambas, Hasnidar Ketua DPRD KKA, Letkol Laut (P) Erfan Indra Darmawan Danlanal Tarempa, Kompol Yudi Sukmayadi Wakapolres Anambas, Lettu Bambang Mewakili Danlanudal Matak, Sahtiar.SH.MM Sekda KKA, Alan Henry Baskara Harahap Kacabjari Tarempa, Erizal Abdullah Ka.Kemenag KKA, Harianto Kadinkes KKA, Effi Sjuhairi Kadis DP3 KKA, Eko Setiawan Perwakilan Imigrasi Kelas II Tarempa, Pelda Wamada Simare Mare Danramil Tarempa, Usman.ST Kadisperindag KKA,  Eko Desi Kadishub-LH KKA, Azwandi Kepala BKD KKA, Odi Karyadi Kadinsos KKA, Zairin Kasatpol PP KKA, Islam Malik Plt Kepala BPBD Anambas, Adies Saputra Kepala Bappeda Anambas, Iptu Mudjiono Kasat Intel Polres KKA, Andi Agrial Kabankesbangpol KKA, Arnold Perwakilan PTMTSP Anambas dan diikuti jajaran OPD KKA.

Abdul Haris Bupati KKA mengatakan, bahwa menyampaikan bahwa sampai saat ini Kepulauan Anambas masih berada dalam zona hijau. Untuk itu kita tetap memikirkan masyarakat yang masih berada diluar anambas dan tidak bisa pulang ke wilayah Anambas.

Dengan ditetapkannya Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Status Bencana No alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebagai Bencana Nasional maka Kepala BNPB, Gubernur, Bupati dan Walikota tidak perlu lagi menetapkan status keadaan darurat bencana Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Selama pandemi global belum berakhir dan vaksin serta obatnya belum ditemukan, maka masih diperlukan penetapan status bencana nasional untuk COVID-19, selama WHO belum mencabut penetapan tersebut, selama itu juga status pandemi tetap ada,” ujanya.

Kemudian Abdul Haris juga menyampaikan, skenario pemulangan masyarakat ke Anambas dengan cara Melakukan Pendataan, Pelaksanaan Rapid tes, Menyiapkan Armada Transportasi, dan pembentukan tempat Karantina khusus.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Kemudian dilanjutkan dengan penyampain tentang Penguatan Perekonomian Masyarakat Anambas seperti Pelaku usaha diperbolehkan membuka tempat usahanya dengan mematuhi protokol kesehatan diantaranya, menerapkan physical distancing dengan cara membatasi jumlah pelanggan yang memasuki area tempat usaha atau membatasi jumlah meja dan kursi serta tidak melayani pelanggan yang tidak menggunakan masker hal ini disampaikan kepada pemilik rumah makan, warung kopi dan lain sebagainya.

Menghimbau kepada pelaku usaha untuk mengutamakan pemberian layanan secara daring atau telepon (delivery order), mendorong pemanfaatan dana bergulir yang disediakan oleh pemerintah daerah dalam peningkatan modal pelaku usaha/masyarakat, dan mendorong kolaborasi Pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu dan atau terdampak Covid-19.

Sementara itu Letkol Laut (P) Erfan Indra Darmawan Danlanal Tarempa dalam penyampaiannya mengatakan, bahwa Lanal Tarempa lebih berkonsentrasi di wilayah pelabuhan Karna pintu masuk ke Kepulauan Anambas adalah dari moda transportasi laut.

Ia meminta kepada Bupati agar membentuk tempat karantina khusus dan memfasilitasi segala kebutuhan warga yang di karantina di dalamnya, meminta kebijakan Pemda di bidang ekonomi untuk para nelayan agar bisa menjual ikan kepada pengusaha baik dari dalam negri maupun luar negri.

Kemudian penyampaian Kompol Yudi Sukmayadi Wakapolres KKA mengatakan bahwa Pihak Polres sudah melakukan pendataan tempat tempat keramaian dengan tujuan untuk memberikan sosialisai tentang menghadapi kehidupan yang baru melawan Covid-19.

Berbeda dengan penyampain Erizal Abdullah Kepala.Kemenag KKA mengatakan bahwa menyampaikan protokol pelaksanaan ibadah di rumah ibadah seperti biasa, terkait dengan pemulangan masyarakat yang masih berada di luar Anambas, harus di pikirkan juga respon dari masyarakat di dalam wilayah Anambas.

Dan penyampain Sahtiar.SH.MM Sekda KKA menyampaikan bahwa sampai saat ini masih ada 110 wilayah kabupaten kota di Indonesia yang masih berzona hijau, menunjukkan perhatian khusus kepada transportasi pasien rujukan, karna untuk saat ini tidak ada alat transportasi khusus untuk penanganan pasien Covid-19.

Penyampaian dari Harianto Kadinkes KKA mengatakan bahwa setiap penumpang yang masuk wilayah Anambas wajib memiliki surat kesehatan bebas dari Covid-19, mengingat kita di daerah kekurangan jumlah alat Rapid tes yang di miliki dinas kesehatan dikarnakan 1000 alat Rapid tes yang sudah di datangkan telah habis di bagikan ke setiap Rumah sakit dan  pukesmas yang berada di Kepulauan Anambas.

Kami pihak Dinkes sudah memesan kembali alat Rapid tes sejumlah 1500 unit, adapun penguatan Protokol Kesehatan memperketat pengecekan kesehatan penumpang dan barang di setiap pintu masuk wilayah Kabupaten Kepulauan  Anambas seperti di pelabuhan dan bandara, meningkatkan pengawasan dalam pelaksanaan Physical Distancing di area fasilitas umum, mewajibkan penggunaan masker apabila berada di luar rumah serta menindak tegas bagi yang tidak menggunakan masker, meningkatkan pengawasan terhadap kebersihan fasilitas pelayanan publik (sarana cuci tangan di kantor-kantor, pasar, tempat usaha, rumah ibadah dan fasilitas umum lainnya) yang terdapat aktivitas masyarakat ramai didalamnya, memperketat pengawasan terhadap pendatang dari luar daerah terutama dari zona merah.

Sementara untuk penguatan Kesehatan Masyarakat Kepulauan Anambas kita perlu mendata masyarakat yang mempunyai penyakit penyerta/kronis yang berpotensi tinggi terpapar Covid-19, meningkatkan sistem imunitas tubuh dengan menyalurkan suplemen/multivitamin kepada masyarakat yang mempunyai penyakit penyerta/kronis, mendorong terpenuhinya kebutuhan masker untuk masyarakat, dan meningkatkan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui pembiasaan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).tutupnya.

Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Anambas bersama stakeholder KKA menyetujui kembali kekehidupan baru dan normal (New normal) dengan mematuhi protokoler kesehatan.(Rama)

Komentar Anda

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI BBK MURAH