Ribuan Warga AS Berdemo Meminta Keadilan Untuk George Floyd, Pria Berkulit Gelap yang Tewas Setelah Diinjak Oleh Polisi

468

WARTAKEPRI.CO.ID, Ribuan warga Amerika Serikat berdemo sejak mengetahui seorang pria keturunan Afrika bernama George Flyod, meninggal dunia setelah lehernya diinjak oleh seorang polisi.

George sendiri awalnya dituduh berbelanja menggunakan uang palsu disebuah toko swalayan.

George Floyd dilaporkan tewas pada Senin (24/5) setelah lehernya diinjak oleh anggota polisi dengan menggunakan lutut. Insiden itu terekam dan videonya menyebar di media sosial.

Dalam video yang beredar tersebut, polisi menjatuhkan tubuh George ke tanah sementara petugas lain menginjakkan lututnya ke leher.

“Lututmu di leherku. Saya tidak bisa bernapas. Mama. Mama,” kata Floyd meminta ampun.

Ribuan demonstran yang menuntut pertanggungjawaban berkumpul pada Rabu (27/5) waktu setempat di jalanan Minneapolis, AS. Namun aksi itu berujung ricuh.

Aparat bahkan sempat menembakkan peluru karet dan gas air mata kepada ribuan demonstran yang marah.

Diketahui seluruh petugas kepolisian yang terlibat dalam kematian Floyd telah dipecat. Namun, keluarga ingin aparat tersebut didakwa atas kasus pembunuhan.

Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey juga meminta empat orang polisi yang terlibat untuk didakwa.

Bahkan Presiden Amerika sendiri mengatakan bahwa kematian Floyd adalah kematian yang tragis dan menyedihkan.

 

Dilansir melalui: CNN Indonesia

PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel