Viral Belasan Warga Teluk Mabai Anambas Muntah Keracunan Diduga Sarapan Mie Gado Gado

800
Foto Rama

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Belasan Masyarakat Teluk Mabai Desa Pesisir Timur Kecamatan Siantan di duga keracunan makanan, di duga sementara berasal dari mie tiau yang di jual oleh salah satu warga Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur.

Menurut keterangan salah satu warga Teluk Mabai, penjual bernama IS, yang sehari hari sudah bisa menjual sarapan pagi salah satunya mie tiau dengan gado gado, dengan cara berkeliling menggunakan sepeda motor dari desa ke desa yang ada di Kecamatan Siantan Timur dan sampai Kecamatan Siantan (Desa Pesisir Timur).

“Setiap hari di pagi hari kami sudah terbisa membeli jualan Is, namun pagi ini saya tidak tau tiba tiba perut kami mual dan muntah muntah,” ungkap Aina kepada media, Minggu (07/06/2020)

Sementara itu keluarga Aina sendiri ada sekitar 4 orang yang juga mengkonsumsi mie Tiau milik IS, dan tiba tiba ke 4 saudara saya juga mengalami sakit perut serta mual dan muntah muntah.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kepulauan Anambas IPTU Julius Silaen mengatakan bahwa, utuk korban sudah diberikan pengobatan oleh petugas dari Puskesmas Tarempa, dan untuk sampel makanan juga sudah dibawa ke Puskesmas Tarempa untuk dilakukan pengujian, kemudian untuk IS akan dimintai keterangannya tentang asal muasal Mie Tiau tersebut.tutur Kasat Reskrim Polres Kepulauan Anambas.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Sementara itu Kepala Puskesmas Tarempa Januardi.A.Mk mengatakan bahwa pihaknya hingga saat ini masih melakukan pengecekan terhadap jenis dan bahan bahan makanan yang diduga penyebab keracunan warga, insyaallah dalam waktu dekat hasilnya sudah keluar.

” Sebanyak 15 orang warga Teluk Mabai Desa Pesisir Timur Kecamatan Siantan mengalami keracunan setelah menyantap makanan yang dijual dengan cara berkeliling oleh ibu Tri dan ibu Is, jajanan yang dijual dan dibuat oleh 5 orang tersebut saat ini sudah kita ambil samplenya. Hasil penelusuran Tim Medis Puskesmas Tarempa bersama Tim Dinkes Anambas, menyampaikan bahwa Ibu Is membuat si pembuat gado-gado, pecel, dan lontong sayur, sementara itu Ibu Nur membuat mie goreng, dan roti kirai, kemudian Ibu Sartinah membuat Nasi lemak, sedangkan Ibu Tri membuat sate, lontong sayur, mie goreng, dan juga gado-gado, serta Ibu maya membuat mie tiau, roti goreng, dan donat” terangnya.

Saat ini keadaan ke 15 pasien masih berada di rumahnya masing masing belum di antar ke RS karena kondisi pasien masih bisa ditangani oleh petugas Pustu, dan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat makanan dan sumber air bersih di setiap rumah penjual dan pasien telah diambil sampelnya untuk di periksa di Puskesmas Tarempa.

Sementara itu Sabli Kades Pesisir Timur mengatakan bahwa dirinya sempat panik melihat warganya keracunan, mengingat hal tersebut menyangkut keselamatan warganya, saya berharap agar hal ini tidak terulang kembali dan kami berpesan kepada seluruh masyarakat agar berhati hati mengkonsumsi makanan.(Rama).

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020 versi WartaKepri.co.id

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO