Kanwil DJBC Kepri Bongkar Sindikat Penyelundupan 3.304 Iphone dan Samsung di Batam, Pelaku Kabur

793
Kanwil DJBC Khusus Kepri Bongkar Sindikat Penyelundupan 3.304 unit Iphone dan Samsung di Batam

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Sebanyak 3304 Hp Pelbagai Merk hasil penegahan asal kapal kayu tanpa nama di perairan Pulau Patah, Kepri, kembali berhasil diamankan oleh Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau pada Sabtu, (27/06/2020). Kapal tersebut ditengarai membawa smartphone tanpa dilindungi dengan dokumen kepabeanan.

“Penindakan terhadap kapal tersebut merupakan langkah nyata Bea Cukai Kepri dalam melindungi industri dalam negeri,” ungkap Kakanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau Agus Yulianto, Jumat (3/7/2020).

Kapal Penyelundup HP di Batam

Agus memaparkan kronologi dari penindakan kasus tersebut bermula saat Satgas Patroli Laut BC mendapat informasi dari Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam bahwa akan ada sebuah speedboat yang diduga telah membawa smartphone ilegal dari Jembatan empat Kota Batam.

“Pada pukul 15.30 WIB, Tim Satgas BC 1305 melihat speedboat yang melaju dari arah Batam dengan haluan menuju ke Tanjung Riau,” paparnya.

Sehingga begitu mengetahui hal tersebut, ungkap Agus selanjutnya Tim Satgas BC 1305 melakukan pengejaran dan menghubungi Tim Satgas BC 15042.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

“Dan akhakhirnya Tim Satgas BC 1189 yang sedang berjaga di perairan tersebut melakukan pengejaran terhadap kapal tersebut,” imbuhnya.

Agus menambahkan, ketika dilakukan pengejaran terhadap kapal kayu tersebut, tidak berhenti dan melakukan manuver untuk melarikan diri dengan haluan menuju pulau Patah.

“Pada saat kapal tersebut mendekati pantai di pesisir pulau Patah pada pukul 15.40 WIB, anak buah kapal (ABK) dari speedboat tersebut melarikan diri ke dalam hutan,” terang Agus.

Lanjut Agus, Tim Satgas Patroli Laut BC mengamankan serta memeriksa speedboat tersebut dan akhirnya mendapatkan muatan sebanyak 32 karton smartphone dengan pelbagai macam merek.

“Setelah barang bukti diamankan, selanjutnya speedboat beserta barang bukti dibawa ke Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau untuk
dilakukan pemeriksaan, penelitian, pendalaman serta proses lebih lanjut,” pungkasnya.

Setelah dilakukan pembongkaran terhadap barang ilegal tersebut, ditemukan sebanyak 3304 unit handphone diantaranya merek IPhone, Samsung, Google Pixel, dan pelbagai merek lainnya dengan nilai total barang sebesar Rp. 12 miliar, dan berpotensi merugikan negara sebesar Rp 2,5 miliar.

“Dalam menjalankan fungsi pengawasannya, Bea Cukai Kepri terus berupaya secara maksimal guna memastikan, barang-barang yang beredar di pasar dalam negeri merupakan barang legal, dan tidak membahayakan masyarakat”, jelas Agus.

Akibat dari peredaran barang ilegal tersebut, merupakan kerugian para pelaku industri dalam negeri yang taat terhadap peraturan yang berlaku.(*)

Reporter : Aziz Maulana.

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020 versi WartaKepri.co.id

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO