Bupati Karimun Canangkan Masjid Tangguh dan Tetap Komitmen Jalankan New Normal

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Adanya potensi penularan virus corona atau bakteri sangat mungkin terjadi di tempat umum, tidak terkecuali di Masjid atau Mushala.

Kendati sebelumnya Kabupaten Karimun sendiri sudah memasuki wilayah zona hijau. Akan tetapi beberapa belakangan ini, kembali memasuki zona kuning.

Hal ini diungkapkan oleh pejabat nomor wahid di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun, Aunur Rafiq saat membuka pencanangan Masjid tangguh yang digelar di  Aula Darun Nadwah Masjid Agung Karimun, Poros Kecamatan meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Pada pelaksanaan kegiatan sekaligus menyerahkan peralatan bantuan guna mencegah wabah Covid-19 tersebut, turut serta dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kabupaten Karimun, para ulama, pengurus pondok pesantren, serta tokoh agama tersebut guna mewujudkan masyarakat produktif dan aman dari mewabahnya Covid-19 diwilayah Bumi Berazam.

“Hari ini kita telah mencanangkan rumah ibadah yang tangguh walaupun hanya 9 Masjid dari 238 Masjid yang tersebar diwilayah Kabupaten Karimun,” terang Bupati Karimun Aunur Rafiq, Selasa (7/7/2020).

Dengan dicanangkannya kesembilan Masjid tangguh yang tersebar di seluruh Kecamatan, agar Masjid-Masjid lainnya mampu melakukan hal yang sama. Artinya agar dapat meunuju kepada kehidupan normal baru yang produktif ini, harus menerapkan protokol kesehatan untuk beribadah.

“Dengan pelbagai sisi kehidupan dalam aktifitas sehari-hari, mulai dari pelaku ekonomi dan usaha, pendidikan, serta perusahaan-perusahaan yang sudah menerapkan protokol kesehatan dan sebagainya, yang tidak lain dan bukan hanya untuk menuju tatanan kehidupan baru kita,” ungkap Rafiq.

Sehingga kata Rafiq kehidupan normal baru yang produktif ini, harus kita persiapkan matang, kuncinya yaitu disiplin dan berkomitmen, apa yang sudah di intruksikan oleh pemerintah dan badan kesehatan dunia, harus dipatuhi guna mengatasi merebaknya wabah Covid-19 ini.

“Selain tempat ibadah Masjid, juga sama halnya dengan tempat-tempat ibadah lainnya seperti gereja, wihara, pura, dan kelenteng, harus disiapkan guna menciptakan rumah ibadah tangguh,” imbuhnya.

Terkait penetapan sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan, dirinya menyebut untuk menerapkan sanksi tersebut sangatlah berhati-hati. Jangan sampai melanggar dari pada Hak Asasi Manusia (HAM), dan aturan-aturan yang berlaku lainnya.

“Hingga saat ini masih terus dikaji, seharusnya pekan ini sudah selesai dari bagian hukum. Sehingga nantinya terdapat hukuman fisik berupa membersihkan jalan (menyapu) dan sebagainya,” ungkap Rafiq.

Meskipun demikian, kata Rafiq untuk menerapkan sebuah peraturan itu tidak instan, harus adanya konsultasi kepada Kementerian Hukum dan HAM, konsultasi publik, sehingga tidak adanya lagi peraturan Bupati ini yang bertentangan.

“Untuk dihindarkan adanya keresahan, yang pada intinya akan sangat berhati-hati dalam menerapkan sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan Covid-19,” paparnya.

Rafiq juga mengakui dengan diberlakukannya Karimun sebagai zona hijau beberapa akhir ini, tingkat kesadaran masyarakat untuk protokol kesehatan sangat jauh menurun, pada tempat-tempat keramaian seperti kedai kopi, rumah makan, pasar dan lain sebagainya. 

“Namanya juga perilaku masyarakat, mempunyai masker tetapi tidak digunakan, disediakannya tempat mencuci tangan tidak dimanfaatkan, jadi hal ini merupakan bagian yang harus kita upayakan bersama-sama,” harapannya.(*)

Reporter : Aziz Maulana

FANINDO

Honda Capella