Bupati Karimun Aunur Rafiq Canangkan Kawasan Industri Tangguh Covid-19

456

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Terdapat 91 perusahaan yang terdaftar dalam program Kawasan Industri Tangguh Covid-19, yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Karimun.

“Dari 91 perusahaan-perusahaan yang ada saat ini, terdapat 5.300 karyawan yang bekerja dikawasan industri dari 7.508 sekarang ini,” terang Bupati Karimun Aunur Rafiq seusai meresmikan  pencanangan Kawasan Industri Tangguh Covid-19, Kamis (9/7/2020) di halaman PT. Karimun Sembawang Shipyard, yang terletak di Teluk Paku, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Sehingga kedepannya menurut Rafiq, seluruh aktifitas pekerjaan dapat dilakukan dengan baik, tidak terjadi penutupan perusahaan akibat mewabahnya Covid-19 yang rentan merumahkan bahkan memberhentikan pekerjaan yang sedang berlangsung saat ini.

“Untuk Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) saat ini hanya terdapat 22 orang yang di PHK, lalu terdapat karyawan yang dirumahkan dari Sub-Kontraktor (Subkon) yang telah habis masa pekerjaanya terdapat 337 orang, dan yang terbesar adalah dari dunia pariwisata, diantaranya hotel-hotel dan rumah makan,” paparnya.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Meskipun demikian, ungkap Rafiq saat ini hotel-hotel dan rumah makan sudah membuka kembali tempat usahanya, semoga saja angka tersebut terjadi pengurangan terhadap orang atau karyawan yang dirumahkan.

“Untuk validasi data diupayakan oleh Dinas Tenaga Kerja sekiranya agar dapat diupayakan pembaharuan sekaligus merevisinya, sehingga setiap minggu sekali agar dapat selalu dipantau,” tegasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Operasional Manager PT. Karimun Sembawang Shipyard (KSS) Trisno Susilo mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu terselenggaranya pancanangan kawasan industri tangguh Covid-19.

“Terutama Pemerintah Kabupaten Karimun, yang telah banyak membantu, terlebih pada saat pandemi Covid-19 ini, tidak mudah bagi kami untuk tetap bertahan pada kondisi seperti ini,” ujarnya.

Terlebih katanya, bersama dengan seluruh direksi perusahaan tentunya memiliki kesulitan tersendiri karena para investor yang kebanyakan berasal dari luar negeri (investor asing) yang sangat berbeda, baik secara hukum maupun publik.

“Dimana kebijakan publiknya berbeda jauh dengan kita yang disini, sehingga untuk meyakinkan para investor kita juga mempunyai trik dan upaya-upaya tersendiri dalam meyakinkan dan menarik para investor tersebut,” ungkapnya.

Untuk saat ini, ujar pria asal Surabaya Jawa Timur tersebut yang sudah 20 tahun menetap di Karimun, seluruh pekerja yang berada dikawasan PT. arimun Sembawang Shipyard (KSS) tersebut masih tetap mampu dan berkonsisten mempekerjakan karyawan-karyawannya.

“Tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, sehingga PT KSS dapat beroperasi tanpa adanya hambatan yang berarti dengan dukungan dari jajaran Forkopimda Kabupaten Karimun, khusunya dinas tenaga kerja yang telah memberikan perhatian dan pelayanan terbaiknya,” tutur Trisno Susilo.(*)

Reporter : Aziz Maulana

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020 versi WartaKepri.co.id

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO