Teka Teki Siapa Pemilik 3.395 Roll Tekstil Ilegal yang Diamankan KPPBC Karimun dan Ditinggal Kabur ABK

1002
3.395 Roll Tekstil Ilegal yang Diamankan KPPBC Karimun dan Ditinggal Kabur ABK

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Disaat kondisi perekonomi Indonesia tengah menghadapi tantangan yang sangat berat, terlebih pada saat pandemi Covid-19 yang belum usai, masih terdapat oknum yang tidak bertanggung jawab serta tidak memiliki Sense of Crisis, dengan melakukan upaya yang tidak terpuji, yakni melakukan perdagangan illegal yang berakibat pada kerugian negara dari sisi penerimaan negara.

Sehingga, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun terus berupaya melakukan pengawasan terhadap barang-barang ilegal yang masuk di wilayah peraiaran Kepulauan Riau, khususnya Karimun.

WartaKepri – KPPBC Karimun Berhasil Mengamankan penyelundup angkut 3395 Roll bahan tekstil

Salah satunya berhasil menegah KM Karya Sakti bermuatan kain tekstil yang akan diselundupkan ke Indonesia di sekitar perairan Pelawan Karimun. Dari hasil penghitungan sebanyak 3.395 roll dimasukkan dalam kapal kayu yang disamarkan dengan ditutupi 49 tilam (kasur) busa dengan nilai barang sekitar Rp.12.738.750.000, dimana potensi kerugian negara mencapai Rp.4.962.558.405, pada Selasa (14/7/2020) lalu.

“Hal ini tentunya menambah deretan panjang upaya memasukan barang-barang secara illegal ke wilayah Indonesia melalui pantai timur pulau Sumatera, yang berbatasan dengan negara Singapura dan Malaysia, dan berhasil ditegah oleh Bea Cukai Tanjungbalai Karimun,” kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun, Agung Marhaendra Putra disela-sela konferensi pers di Kanwil DJBC Khusus Kepri, Senin (20/7/2020).

Dirinya mengungkapkan, kronologi penangkapan sendiri bermula ketika mendapatkan analisa informasi yang diperoleh dari masyarakat, dengan menggunakan kapal patroli BC 119 yang dibantu dengan Kapal Patroli BC 1288, BC 1410 dan BC 8001 melakukan penindakan terhadap sebuah kapal kayu KM. Karya Sakti di sekitar perairan Pelawan, saat dilakukan penegahan diduga memuat barang yang akan diselundupkan.

“Kapal dalam keadaan kosong, diduga anak buah kapal (ABK) telah mengetahui pergerakan Tim Bea Cukai lalu melarikan diri,” ujarnya.

Sehingga, kata Agung proses pemeriksaan kapal kayu tersebut dilakukan dengan disaksikan dan diketahui oleh Ketua RW dan Ketua RT setempat.

“Kemudian kapal beserta muatan ditarik ke Kantor Wilayah Khusus Kepulauan Riau guna pemeriksaan dan penelitian serta proses lebih lanjut,” ungkapnya.

Agung menyebut, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut, apakah nantinya barang-barang ilegal ini dijadikan sitaan barang milik negara.

“Dan BC sendiri akan selalu berkomitmen dalam mengungkap kasus tersebut, serta memburu para pelaku,” tegasnya.(*)

Reporter : Aziz Maulana

DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA