Camat Kundur Utara Reaktif Covid-19, Hasil Test Swab Pejabat Lainnya Tunggu Hari Senin

318

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Terjadinya cluster baru penyebaran Covid-19, di wilayah Karimun, tentunya sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik.

“Percayakanlah kepada kami yang ditunjuk sebagai Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, guna mengambil langkah-langkah dan kebijakan yang tentunya dapat memberikan rasa aman dan perlindungan terhadap masyarakat, yang sudah dilakukan selama lima bulan ini,” ungkap Rafiq, Sabtu (1/8/2020).

Kata Rafiq, cluster baru ini juga telah menjangkit Gubernur Kepulauan Riau, yang positif beserta beberapa stafnya, selain itu juga terdapat rekan media yang ikut terpapar Covid-19 ini.

“Pemerintah Kabupaten Karimun terus melakukan upaya tracing atau melacak warga yang pernah kontak langsung dengan pasien positif terinfeksi virus corona atau Covid-19. Tracing ini dilakukan dengan tujuan menekan laju penyebaran virus agar tidak semakin meluas,” sebut Rafiq.

Sehingga kata Rafiq, di Pemkab Karimun sendiri sudah dilakukan Rapid Test terhadap tiga Camat, dua Camat ternyata hasilnya non reaktif, untuk satu camat di Kundur Utara sudah dilakukan Rapid Test, dan ternyata reaktif.

“Karena Reaktif kita masukkan kategori sebagai orang tanpa gejala (OTG), karena hingga saat ini sehat dan dapat berkomunikasi dengan baik, yang kini masih di rawat di RSUD HM. Sani, dan sudah dilakukan Swab,” ungkap Rafiq.

“Karena kemarin libur,”ujar Rafiq Swabnya baru dikirim tadi pagi, dan diharapkan besok Senin (3/8/2020) sudah mendapatkan hasilnya.

“Selain itu seluruh keluarga dari kepolisian, media dan keluarga dari Camat juga sudah dilakukan Rapid Test, dan hasilnya non reaktif,” ujar Rafiq.

Namun, meskipun demikian kata Rafiq akan menelisik lebih jauh lagi hasil dari Camat ini, kalau memang nanti positif terjangkit Covid-19, akan dilakukan Swab kepada keseluruhan dilingkungan Pemkab Karimun.

“Akan tetapi diharapkan tidak, karena hingga saat ini beliau (Camat) sehat walafiat,” imbuhnya.

Langkah-langkah dari Pemkab karimun sendiri dalam menanggulangi terjangkitnya Covid-19, sebut Rafiq belum mengambil langkah untuk meliburkan sekolah. Karena baru satu pasien saja yang terjangkit, belum keseluruhan (transmisi).

“Sehingga kalau transmini lokal Virus Coronanya sangat tinggi, kita akan mengambil langkah-langkah sekolahan terlebih dahulu yang nantinya akan diliburkan, karena berkaitan langsung dengan anak-anak,” paparnya.

Dengan adanya cluster baru ini, Rafiq mengingatkan agar pintu-pintu masuk di pelabuhan untuk kembali ditingkatkan. Dimana kalau di lihat dari kejadiannya, ini clusternya tidak kepada masyarakat, akan tetapi cluster pada pejabat penyelenggara pemerintahan.

“Baik itu pemerintah daerah sendiri, maupun TNI-Polri. Oleh karena itu saya mengimbau kepada seluruh pejabat sekiranya untuk patuh dan taat terhadap protokol kesehatan,” kata Rafiq.

Termasuk juga, sebut Rafiq dengan menunjukkan surat kesehatan, dan bersedia untuk diperiksa, pada pelabuhan-pelabuhan yang sudah di tunjuk, paling tidak untuk mengukur suhu tubuhnya.

“Walaupun dia itu seorang pejabat sekalipun, karena kerentanan seorang pejabat akan sangat banyak berhubungan dengan publik. Sehingga para pejabat diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.(*)

Reporter : Aziz Maulana

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND