Dipicu Masalah Ekonomi Warga Sepedas Karimun Gantung Diri dan Tinggalkan HP Samsung

293
Dipicu Masalah Ekonomi Warga Sepedas Karimun Ditemukan Tewas Gantung Diri

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Seorang pria di Kabupaten Karimun berinisial UPH (42), warga Sepedas RT. 03, RW.06, Kelurahan Pasir Panjang,
Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau ditemukan tewas dengan cara gantung diri, Rabu (5/8/2020).

Pihak keluargapun bersama warga sekitar tidak ada yang menduga, UPH akan nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Kabarnya pemicunya karena urusan ekonomi.

Kejadian tersebut diketahui pertama kali oleh Pendeta Gereja Injil Seutuh Indonesia, Franklin Constantin (37), bersama dengan Rozi Effendi (24), serta Restu (23), sekitar pukul 07.30 WIB, pada teralis pintu ruko Kapling Blok A nomor 5 RT.04, RW.01, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.

Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono saat di konfirmasi membenarkan peristiwa penemuan mayat dengan cara gantung diri.

“Ya, telah terjadi peristiwa bunuh diri di wilayah hukum Polres Karimun, dugaan sementara motif korban bunuh diri karena permasalahan ekonomi dan kami belum bisa menyimpulkan lebih jelas lagi karena kasus ini masih dalam penyelidikan,” terang Herry.

Dirinya menyebut, pada Rabu pagi pukul 07.30 WIB bersama Rachel (Istri Franklin) menemukan UPH dalam posisi tergantung di teralis pintu rumah toko dengan menggunakan tali nilon warna orange.

“Kemudian Franklin memanggil Rozi Effendi serta Restu untuk menyelamatkan UPH, dan selanjutnya Franklin menghubungi Polsek Tebing dan RSUD HM. Sani guna pengusutan lebih lanjut,” imbuhnya.

Dari hasil olah TKP, ungkap Herry petugas Inafis Polres Karimun telah menemukan tali nilon selanjang 160 cm warna orange di teralis pintu dengan posisi simpul hidup, yang digunakan korban untuk bunuh diri.

“Selain itu terdapat dua kursi plastik warna biru tua merk Napoly, sepasang sandal swallow warna hijau, serta satu unit handphone merk samsung warna putih,” paparnya.

Dari hasil visum, kata Herry tidak terdapat tanda-tanda kekerasan, dimana posisi korban jejak diatas jakun dan mengarah ke atas.

“Selanjutnya melaksanakan analisa penyelidikan berdasarkan dari hasil rekaman CCTV, yang terpapang pada parkiran depan Hotel Alisha, sekaligus dari komunikasi handphone korban sendiri,” ujarnya.

Jika membaca sejumlah berita aksi bunuh diri ini, dalam kurun waktu Tahun 2020 ini, hampir setiap satu bulan satu kejadian tewas bunuh ini. Pertanyaanya, apakah pemerintah Kabupaten Karimun tidak khawatir dengan gejala masyarakatnya yang menilai bunuh diri sudah dianggap hal wajar? (*)

Reporter : Aziz Maulana

Lagi Warga Karimun Ditemukan Tewas Gantung Diri, Dugaan Depresi Akibat Sakit

Pria Paruh Baya Nekat Gantung Diri, Gara-Gara Persoalan Hidup Yang Dihadapinya

Tidak Diizinkan Menggunakan Sepeda Motor, Seorang Pemuda di Karimun Gantung Diri

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND