Kontribusi Industri Hulu Migas Mendukung Geopark Natuna

529
Peran SKK Migas mengembangkan Pantai Piwang lengkap dengan Arena Bermain anak di Kota Ranai Natuna. Foto Istimewa

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Indonesia sudah sejak lama dikenal sebagai negara produsen gas alam dunia. Salah satu cadangan terbesarnya, berada di perairan Laut Natuna Utara. Menurut Catatan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki cadangan gas bumi mencapai 144,06 triliun kaki kubik (TCF), terdiri dari cadangan terbukti (P1) sebesar 101,22 TSCF dan cadangan potensial (P2) 42,84 TSCF.

Cadangan gas terbesar di Indonesia berada di Natuna, tepatnya berada di Blok East Natuna 49,87 TCF. Selanjutnya disusul Blok Masela di Maluku 16,73 TCF, dan Blok Indonesia Deepwater Development (IDD) di Selat Makassar 2,66 TCF. Besarnya kandungan gas alam di Natuna tersebut, membuatnya disebut-sebut sebagai cadangan gas terbesar di Asia Pasifik.

Selain kaya potensi Gas alam dan Perikanan, keindahan alam Natuna juga tidak perlu diragukan lagi. Sepanjang deretan pantai dengan pemandangan air laut yang jernih dan hamparan pasir putih dihiasi batu-batu besar. Tiada tara.

Kabupaten Natuna, memilik dari posisi geografisnya, tak ubahnya seperti serambi Indonesia di hadapan negara-negara besar yang melingkar di Laut China Selatan.

Selain panorama alam dan hasil Laut yang kaya, kekayaan mineral yang terkandung di dalam Laut Natuna Utara sudah menjadi lirikan pengusaha Negara-Negara besar di dunia.

Tidak hanya Vietnam dan Malaysia, bahkan perusahaan-perusahaan migas kelas dunia berlomba-lomba mengeksploitasi kandungan mineral yang ada di lautan Natuna. Kendati demikian, Selain memberikan dampak ekonomi, sektor hulu migas sejak lama telah menancapkan pipa pipa ke dasar laut Natuna.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Perwakilan Sumbagut dan KKKS Wilayah Kepri berupaya meningkatkan kemandirian masyarakat, serta menjaga lingkungan disekitar.

Melalui dana migas berasal dari corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan (TJSP) telah merambah mengucurkan bantuan ke tengah Masyarakat.

Maka dari itu, Seiring sejalan sejak tahun 2017, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco E&P Natuna dan Premier Oil Natuna Sea B.V. bersama SKK Migas memiliki kegiatan TJSP berupa Program Pengembangan Masyarakat (PPM).

Sinergitas Kementerian PUPR, Pemerintah Natuna Dan SKK Migas secara bertahap melakukan Penataan Kawasan Pantai Piwang dengan menyediakan ruang terbuka hijau sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mengembangkan kawasan perbatasan. Foto Istimewa

Peran CSR Menata Kawasan Wisata Geopark Natuna

Bersama pemerintah Natuna pihak kontraktor aktif melaksanakan kegiatan Program Pengembangan Masyarakat. Program ini berfokus mengembangkan beberapa bidang, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, fasilitas sosial atau umum (infrastruktur), dan lingkungan.

Penetapan dan sosialisasi Peraturan Presiden Republik Indonesia No 9 Tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi (Geopark) Indonesia. Pada bulan Januari 2019 menjadi landasan yuridis dan operasional dalam dalam akselerasi Standarisasi Pengembangan Geopark Indonesia sehingga pengembangan geopark ini dapat melibatkan lintas Kementerian dan para pemangku kepentingan.

Dukungan dalam peningkatan status dan kualitas Geopark Indonesia menuju UNESCO Global Geopark, khususnya Geopark Nasional di Natuna kini difokuskan oleh SKK Migas.

Sinergitas Kementerian PUPR, Pemerintah Natuna Dan SKK Migas secara bertahap melakukan Penataan Kawasan Pantai Piwang dengan menyediakan ruang terbuka hijau sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mengembangkan kawasan perbatasan.

Pantai Piwang saat ini sudah bisa dinikmati masyarakat secara luas dan menjadi kebanggaan Natuna. Keberadaan Kawasan Pantai Piwang yang mudah diakses ini juga menjadi salah satu faktor daya tarik kawasan ini.

Selain Pantai Piwang, ada Tanjung Senubing merupakan geosite pertama dan yang terdekat dengan bandara dan kota yang memungkinkan dikunjungi pertama kali tidak luput dari perhatian SKK Migas.

Letaknya berjarak sekitar 3 sampai 5 km dari pusat kota Ranai, kita akan melewati Masjid Agung Natuna jika akan pergi ke geosite ini. Bolehlah mampir sebentar untuk wisata religi. Senubing merupakan sebuah semenanjung indah dengan hiasan batuan granit yang terhampar.

Laut Natuna Utara dan Pulau Senua juga siap melengkapi pemandangan di sini. Ada beberapa objek yang berada di sekitar Senubing ini seperti Batu Kapal, Batu Datar, Batu Sindu dan Batu Rusia.

Site Senubing memang banyak “dihuni” oleh batuan granit beragam ukuran besar. Jejak bebatuan itu juga menyuguhkan warna-warni gradasi cokelat, hingga kuning, hitam, abu-abu. Di sana, juga terdapat kolam-kolam kecil, yang terbentuk dari kikisan deburan ombak, yang mencapai hingga ke atas bukit bebatuan.

Belum lagi pantainya yang elok, airnya jernih dengan pasir putih. Khas sekali. Karakteristiknya menyerupai pantai-pantai di Provinsi Bangka-Belitung. Berbatu-batu besar, yang menumpuk di tepian pantai.

Pantainya berpasir putih, dengan air yang jernih, sehingga kita bisa mengintip ikan-ikan kecil berenang di dalamnya. Sepanjang bibir pantai, dihiasi batu-batu besar dengan bentuk berbeda, memudahkan pengunjung memilih spot terbaiknya.

Bagi mereka yang bernyali, dapat memanjat batu besar. Relatif sulit memang, karena batunya banyak menjulang tinggi, lurus. Nyaris tidak ada tempat kaki untuk menjejak.

Kembangkan Geosite Pantai Batu Kasah

Selain itu, SKK Migas bersama KKKS untuk tahun 2020 dari SKK Migas telah membantu sarana dan prasaran di geosite objek wisata pantai Batu Kasah berupa fasilitas penampungan air.

Haryanto Syafri menjelaskan dalam diskusi Webinar, Program Pengembangan Masyarakat (PPM) merupakan upaya mendukung kegiatan operasi migas agar dapat berjalan baik tanpa kendala sosial, keamanan dan lingkungan.

Selain itu, TJSP menjadi salah satu cara mendapatkan izin sosial untuk beroperasi social licence to operate. Para KKKS pun membuat program sesuai dengan kondisi wilayah di sekitar daerah operasinya.

Contohnya, membangun tempat Sarana bermain anak dan olah raga juga tersedia di Pantai Piwang. Anda memiliki hobi panjat tebing sudah ada fasilitasnya. Lapangan Volly Ball dan Lapangan Takraw juga tersedia. Jogging track mengitari lokasi Pantai Piwang.

Kata “Piwang” merupakan bahasa umum masyarakat Natuna yang artinya rindu atau kangen. Pantai Piwang, Taman Kota Hiburan dan Destinasi Kekinian di Natuna. Dipantai ini juga terdapat Landmark bertuliskan Geopark Natuna dan Bola dunia berdiameter 3 meter dengan tulisan Natuna ditengahnya.

Webinar dengan tema “Kontribusi Industri Hulu Migas Mendukung Geopark Natuna”, Kamis (6/8/2020)

Kontribusi Industri Hulu Migas

Pjs Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Haryanto Syafri dalam Webinar, Kamis (6/8/2020) dengan tema “Kontribusi Industri Hulu Migas Mendukung Geopark Natuna” memaparkan bahwa Premier Oil Natuna sea BV telah mulai kegiatan operasinya di Indonesia khusunya di laut Natuna pada tahun 1996. Kegiatan oprasional premier oil indonesia berlokasi di lepas pantai laut Natuna (offshore production instalation driling, Supporting boats.

Safri mengatakan di Laut Natuna Blok A Offshore terdapat 45 sumur namun yang aktif baru 37 sumur. Sedangkan Platform Anoa dan sumur Gajah Puteri menghasilan 154 bbtud gas sales dab ~2,400 Barrel minyak dan kondensat. Sedangkan Platfrom Gajah Baru, sumur Bison dan iguana menghasilkan 17 bbtud gas sales.

Sedangkan Medco EP Natuna Sea BV aktifitas Pemboran Ekplorasi di tahun 2020 ada 5 sumur diantaranya sumur Baronag 2, Sumur Kanci 2, sumur terumbuk dan sumur West Belut 1. Sumur Buntal 5.

Masih dikatakan Safriyanto, untuk Star Energy (kakap) LTD sejarah lapangan kakap berganti pemilik sebanyak 5 kali, diantaranya Marathon Petrolium, Clyde, Gulf, Conoco dan sekarang Star Energy.

Dan, ditengah kondisi pandemi covid-19 saat ini, industri hulu migas tetap berkomitmen untuk bekerja optimal dengan tetap menerapkan protocol covid-19.

Dalam pelaksanaan operasional sendiri SKK Migas dan KKKS ditengah Pandemi Covid-19 ini tetap berusaha mengoptimalkan produksi migas melalui penyelesaikan proyek pengembangan sumur Buntal 5 sumur dasar laut berlokasi di Blok B, Kepulauan Natuna. Sumur Buntal 5 mulai berproduksi sebesar 40 MMSCFD.

Berapa waktu lalu sambung Haryanto, menghadapi pandemic Covid-19 ini, SKK Migas dan KKKS di Wilayah Provinsi Riau terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau khususnya Pemerintah Kabupaten Natuna untuk mencegah penularan Covid-19 serta membantu masyarakat terdampak Covid-19 dengan memberikan Medical Equipment maupun bantuan paket sembako kepada masyarakat sekitar daerah operasi dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Kami berharap bantuan-bantuan telah diberikan dapat bermanfaat dan mampu membantu masyarakat terdampak Covid-19 terutama disekitar daerah operasi Medco E&P dan senantiasa berdoa agar pandemic Covid-19 ini segera berakhir dan operasional hulu migas berjalan dengan lancar mengingat sektor hulu migas merupakan salah satu sumber keuangan di APBN maupun APBD,” kata Haryanto.

Sebelumnya, SKK Migas bersama KKKS Medco E&P Natuna dan Premier Oil Natuna Sea B.V. pemberian bantuan peralatan mobiler Taman Bacaan Desa Batubi yang dikelola oleh Enisa Murof. Kontribusi dari Perusahaan berupa kursi, meja kerja, rak buku, meja bacaan anak-anak, laptop, projector dan speaker multimedia.

Saat ini taman bacaan memakai sebagian rumah keluarga Enisa yang terletak di pinggir jalan raya sehingga mudah diakses oleh anak-anak di sekitarnya.

Pada tahun 2017, Medco E&P Natuna dan Premier Oil Natuna Sea B.V. bersama-sama melakukan pembangunan pelantar rakyat di Desa Tanjung Pala, Kecamatan Pulau Laut.

Ukuran pelantar yang didanai oleh kedua Perusahaan adalah 100m x 3.20m yang mulai dikerjakan oleh UPK (Unit Pengelola Kegiatan) setempat pada Kuartal 3 tahun 2017 dan telah selesai pembangunannya pada akhir April 2018.

Pembangunan pelantar rakyat di Kecamatan Pulau Laut Desa Tanjung Pala (program lanjutan tahun 2013 dan 2014) yang tersisa ± 800 meter dilanjutkan untuk membantu masyarakat desa yang bertempat tinggal di atas air, tambatan kapal nelayan dan pelabuhan perintis.

Lalu, bantuan alat radio komunikasi nelayan di perairan Natuna juga diserahkan oleh Medco E&P Natuna melalui Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kota Ranai.

Perlengkapan radio komunikasi tersebut digunakan untuk memantau pergerakan nelayan lokal dan keamanan laut dengan pertimbangan faktor cuaca yang ekstrim di musim-musim tertentu dan wilayah laut Natuna yang sangat luas.

Seluruh bagi hasil yang diterima oleh daerah dan upaya KKKS untuk meningkatkan kemandirian masyarakat membuktikan bahwa industri hulu migas dapat memberikan manfaat sangat besar bagi kemajuan daerah.

Di tempat yang sama, Hardinansyah, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan juga Wakil Ketua 1 BP Geopark Natuna meminta ada persamaan persepsi masyarakat di Kepri agar status Geopark Nasional Natuna menjadi Geopark Dunia. Masyarakat pun perlu dilibatkan agar berimbas ke perubahan kesejahteraan mereka.

Ia menjelaskan, saat ini di Natuna baru ada delapan geosite yang sedang dikembangkan diantaranya, Pulau Setanau, Pulau Akar, Batu Kasah, Tanjung Senubing, Pulau Senua, Goa Kamak, Tanjung Datuk dan Gunung Ranai.

“Lokasi geopark yang sedang kita kembangkan saat ini ada delapan titik, dari delapan geosite ini tidak semua ada pengelola, namun kita berusaha memberdayakan masyarakat sekitar melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Bumdes untuk bersama-sama mengembangkan geosite yang ada,” kata Hardinansyah dalam Diskusi Wibinar bersama SKK Migas.

Hardinansyah mengatakan, Sebagai persiapan menuju Unesco Global Geopark Natuna mempersiapkan 20 lokasi geosite lengkap dengan pengelola. “Ini sedang kita kejar, sebagai persiapan menuju Unesco Global Geopark Natuna,” sebutnya.

“Kita harapkan Jalinan kerjasama dengan SKK Migas dan KKKS Migas juga terus intensifkan sehingga pengembangan site geopark dapat berjalan lancar dan konstan,” sebutnya.

Ia berharap, masuknya Natuna dalam jajaran Geopark Nasional menjadi nilai tambah bagi pariwisata lokal di wilayah itu dan sekitarnya. Kawasan Geopark Nasional di ini semakin memantapkan posisi Kepulauan Riau sebagai salah satu destinasi wisata. Keberadaannya dapat menimbulkan efek domino positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Pandemi virus corona (Covid-19) menghentikan hampir seluruh kegiatan pariwisata dunia.

Dalam webinar juga mendapat masukan dari Penggiat Media Digital Makroen Sanjaya. Menurutnya, pandemi membawa peluang untuk merubah industri pariwisata.

“Apa yang krisis ini ajarkan kepada kita adalah kemampuan untuk beradaptasi. Covid-19 mempercepat evolusi industri dan digitalisasi seluruh layanan,” kata Makroen Sanjaya.

Melihat hal tersebut, pihaknya menganjurkan para pelaku di industri pariwisata untuk memanfaatkan teknologi digital semaksimal mungkin. Misalnya seperti menggunakan media sosial.

“Ini merupakan hal yang penting untuk memperkenalkan paket atau layanan baru kepada pasar yang lebih luas. Ini membuat industri pariwisata tetap segar dan relevan,” sebut Makroen Sanjaya.

Baginya, mempelajari hal-hal baru yang ditawarkan oleh teknologi digital sangatlah penting dalam industri pariwisata.

Kegiatan Webinar juga diikuti Wakil Bupati Natuna Hj Ngesti Yuni Suprapti, Buyung Heru Satria selaku senior Manager Goverment Affair Premier Oil Indonesia, Susana Kurniasih, plt Kepala Divisi Program SKK Migas, Senior Manager of Relations Medco E&P, Drajat Iman Panjawi.

Webinar Dalam rangka mengidentifikasi kontribusi apa saja yang diberikan oleh industri hulu migas, SKK Migas bersama KKKS melangsungkan diskusi Webinar dimaksud dan mengundang para pemangku kepentingan serta beberapa narasumber yang terhubung dengan pokok-pokok diskusi.

Dengan diskusi Hulu Migas diharapkan mampu memberikan pengertian serta informasi yang dibutuhkan bagi pemangku kepentingan terkait kontribusi industri hulu migas yang telah dihasilkan.(*)

Penulis  : Riky Rinovsky
Wartawan : Wartakepri.co.id
Editor : Dedy Suwadha

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND