Kundur Zona Merah di Info Grafis Covid-19 Kepri, Bupati Keluarkan Edaran Tidak Adanya Kerumunan

1831
WartaKepri - Kundur Zona Merah

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Terjadinya peningkatan signifikan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 di wilayah Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, sehingga diwilayah tersebut berubah statusnya menjadi zona merah.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengeluarkan surat edaran terkait larangan keramaian yang mengumpulkan banyak orang (kerumunan), seperti pesta pernikahan, untuk ditiadakan terlebih dahulu hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Setelah rapat paripurna ini Pemkab Karimun akan segera membuat konsep surat edarannya, dan berubah status menjadi zona merah setelah didapati enam wagra Tanjungbatu Kecamatan Kundur dinyatakan positif Covid 19, yang kini seluruhnya telah dibawa untuk mendapatkan perawatan intensif menuju RSUD HM Sani,” kata Rafiq saat sidang paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun, Senin (10/8/2020).

Sementara itu, di tempat terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi menyebut, sebanyak 43 orang sudah di Swab Test Corona, artinya seluruh orang yang di Swab tersebut juga telah di Rapid Test.

“Dan hingga kini enam orang, lima diantaranya laki-laki dan satu orang perempuan sudah Posotif terpapar Covid-19, besok akan dikirim ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam,” jelas Rachmadi kepada WARTAKEPRI.

Selanjutnya, kata Rachmadi pihaknya sudah melakukan upaya-upaya tracing atau melacak warga yang pernah kontak langsung dengan pasien positif terinfeksi virus corona atau Covid-19. Tracing ini dilakukan dengan tujuan menekan laju penyebaran virus agar tidak semakin meluas.

“Yang ada kontak erat dengan pasien positif, termasuk reaktif rapid, papar Rachmadi.

Rachmadi menambahkan, terkait untuk zona merah dalam konteks ini tujuannya untuk mengukur angka positif aktif atau pasien dalam perawatan di suatu wilayah. Dalam mekanisme yang dibuat oleh Dinkes Kabupaten Karimun sendiri, jika kasus aktif di suatu wilayah sudah melebihi batas yang telah ditentukan, maka daerah tersebut ditetapkan sebagai zona merah.

“Sehingga perlunya di keluarkan surat edaran terkait larangan keramaian yang mengumpulkan banyak orang, karena jujur saja kalau yang namanya pesta-pesta itu sama sekali tidak ada (minim sekali) protokol kesehatan,” ungkap Rachmadi.

Dirinya memaparkan, minimnya tempat-tempat pesta yang telah menyediakan tempat cuci tangan, masker juga relatif sangat minim, terlebih jarak kursinya yang sangat berdekatan.

“Intinya penerapan protokol kesehatan, harus benar-benar dipatuhi, terlebih tempat pesta. Agar lokasi resepsi pernikahan atau kerumunuan banyak orang tidak menjadi lokasi penyebaran Covid-19,” tandasnya.

Reporter : Aziz Maulana

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND