Selama Agustus 2020 Pasien Positif Covid Tembus 219 Orang, Pak Gubernur Kepri Gimana Nih, Gagalkah?

1030
Covid 19 Kepri 21 Agustus 2020

WARTAKEPRI.co.id – Bersyukur Gubernur Kepri bapak Isdianto telah sembuh dari virus Covid-19 sejak 12 Agustus 2020. Berita baik ini menyebar hampir keseluruh media di Kepri dan nasional. Sehari setelah dinyatakan bukan Negatif Kaleng Kaleng pada sebuah acara pelantikan pengurus Selam Kepri, pada 13 Agustus 2020, Isdianto secara terus menerus tancap gas untuk menyapa warga dan masyarakat Kepri.

Mulai kunjungan kerja acara sunatan, perjalanan ke pulau palau sekitar Kota Batam, bersilahturahmi dengan tokoh masyarakat di Tanjung Balai Karimun, dan terbaru 21 Agustus 2020 tengah menyerahkan bantuan ke warga kurang mampu di Natuna. Sambutan positif dari seluruh warga yang hadir dalam setiap acara dan menerima bantuan berupa sembako atau minimal masker. Tentu saja, disetiap kunjungannya Isdianto menyelipkan pesan agar masyarakat tetap patuh dan menjalankan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, jaga jarak dan jaga kebersihan.

Namun, seiring dengan gencarnya kunjungan kerja Isdianto ke sejumlah daerah ini, ternyata jumlah pasien Positif Covid di Kepri juga semakin gencar bertambah. Muncul tambahan angka positif dari Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupten Karimun, dan Kabupten Bintan.

Mengutip data Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (diolah), per 21 Agustus 2020, konfirmasi bertambah 24 (dua puluh empat) orang diantaranya 1 (satu) orang meninggal dunia, Migrasi Kasus (Kota Batam ke Klaster Telusur) bertambah 1 (satu) orang, Konfirmasi Discarded bertambah 9 (Sembilan) orang,

Secara data total pasien Positif di Kepri yang masih proses perawatan 219 pasien. Dalam grafik menjelaskan ada penambahan pasien 24 orang dalam satu hari. Total akumulasi pasien Covid-19 se Kepri mencapai 712 orang. Sedangkan untuk pasien yang sembuh terkonfirmasi ada dalam satu hari 9 orang dengan akumulasi sembuh 462 orang. Pasien akumulasi meninggal total 31 orang.

Dari total 219 pasien positif yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Kepri, terbagi pada 64 orang di Kota Tanjungpinang. Untuk kabupaten Bintan ada 6 orang, untuk Kota Batam ada 87 orang, Kabupaten Karimun ada 15 orang, Klaster Pekerja Migran Indonesia ada 32 orang, Klater WNA Ukraina 6 orang, Klater telusur 9 orang.

Penambahan pasien positif di Kota Tanjungpinang dan Kota Batam ini tidak mungkin tidak jadi perhatian seorang Gubernur Kepri Isdianto. Tapi, belum terlihat ada rapat kerjasama atau pemberian arahan kepada Walikota Tanjungpinang atau Walikota Batam, terkait penambahan jumlah kasus positif ini.

Apakah ini sebuah kesengajaan untuk saling melewati, atau memang harus menunggu pasien makin bertambah banyak baru dilaksanakan rapat bersama. Tapi, yang pasti, baik Walikota Batam yang merangkap ketua BP Batam dalam satu minggu terakhir aktif menyalurkan paket sembako ke seluruh Kecamatan. Begitu juga dengan Walikota Tanjungpinang beberapa hari lalu juga menyalurkan paket sembako ke warganya.

Pertanyaanya, apa guna pembagian Sembako untuk warga ini, kalau jumlah orang terjangkit positif Covid-19 terus bertambah. Padahal, skema pemberian paket sembako ke warga agar Warga berdiam diri di rumah alias WFH. Dan, ternyata Gubernur Kepri Isdianto juga memanfaatkan momentum tersebut dengan bagi bagi sembako ke warga yang kurang mampu.

Sempat beberapa bulan lalu, Pemerintah Provinsi Kepri membentuk Tim Gugus Percepantan Penanganan Covid-19 Kepri di Kota Batam. Lalu, kemana peran tim Gugus Covid Kepri yang ditugaskan di Kota Batam. Apakah dibubarkan seiring Pemerintah Pusat juga membubarkan Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19.

Padahal awalnya, keberadaan tim Gugus Covid Kepri di Kota Batam diberitakan akan mampu membantu untuk terjadinya pengurangan jumlah orang terjangkit positif Covid-19. Sayang, sejak tidak lagi aktif mempublikasikan kinerja tim ini, jumlah pasien positif di Kota Batam kembali meledak meletup.

Apakah diperlukan lagi Tim Gugus Covid Kepri kembali diaktifkan membantu Tim Covid Batam, baru jumlah kasus pasien positif dapat berkurang? Jika memang ampuh, mungkin Gubernur Kepri dapat mempertimbangkan lagi. Dan, jangan sampai ada pertanyaa, belum terlaksananya rapat bersama penanganan inigara gara proses perpolitikan di Kepri.

Jika berkaca pada cara kerja Gubernur Kepri Isdianto saat ini, hampir sama seperti nuasanya cara kerja mantan Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang bekerja sendiri tanpa kehadirn sosok Wakil Gubernur. Gurbenur Nurdin bekerja kesana kesini sendiri, dan akhirnya berujung dengan kasus di KPK.

Tercatat juga seorang Isdianto pun bekerja sendiri sejak jadi Plt 2019 hingga sekarang dilantik menjadi Gubernur Kepri definitif akhir Juli 2020, juga lewat satu tahun.

Dedy Suwadha

Walau proses untuk menetapkan Wakil Gubernur Kepri tidak akan mungkin, karena Desember 2020 proses Pemilihan Gubernur Kepri, maka solusi terbaik agar perkembangan kasus Covid-19 dapat ditekan adalah mengenyampingkan ego politik.

Kalau tidak kesampingkan ego, maka Isdianto sebagai gubernur harus berani bekerja tegas kepada pejabat pemerintah kota dan kabupaten dibawahnya. Tegas dengan konsep yang jelas dan bersama, karena kalau tidak tegas dan tetap mempertahankan ego, kalau gagal menekan jumlah, maka yang akan disalahkan adalah seorang Gubernur. (*)

Dedy Suwadha
Pemred WartaKepri.co.id

UPDATE 14 Agustus 2020 Covid-19 Kepri, Pasien Positif Isolasi 194 Orang dan Total Akumulasi 613 Orang

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN