53 Karyawan Migas Terpapar Covid-19, KNPI Jemaja Kaget dan Berharap Migas Tetap Beroperasi

358
Wartakepri, Ketua KNPI Mudahir
Wartakepri, Ketua KNPI Mudahir
Harris Day Batam

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Jemaja angkat bicara terkait isu 53 karyawan perusahaan migas yang ada di Anambas terpapar Covid-19, hal ini tentu membuat resah warga Anambas meskipun kejadiannya tidak di Pulau Anambas, melainkan di Obshore (pengeboran minyak lepas pantai) membuat sejumlah warga hampir setiap harinya membicarakan hal tersebut.

Bencana Covid-19 terus melanda di negeri ini, hampir seluruh daerah di Indonesia mengalaminya dan ini menjadi masalah serius dan terbukti dengan di bentuknya Satgas Covid-19 mulai dari tingkat pusat sampai dengan daerah, masyarakat Anambas dikejutkan dengan adanya informasi bahwa sejumlah karyawan perusahaan migas terinfeksi virus ini.

Melihat informasi ini Mudahir Ketua KNPI Kecamatan Jemaja saat di konfirmasi mengatakan bahwa saya sangat prihatin atas kejadian ini dimana bencana non alam ini menimpa karyawan perusahaan Migas di Anambas.

Inilah musibah kita tidak bisa memprediksinya namun kita perlu waspada dan saya berharap semoga ini cepat teratasi apalagi sekelas perusahaan minyak yang besar tentunya tingkat keselamatan karyawan nya menjadi perhatian utamanya.

Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk memberikan kepercayaan penuh kepada pihak perusahaan untuk mengatasi masalah ini dan tentunya selalu berkoordinasi dengan tim Gugus Tugas Kabupaten dan harapan saya masyarakat jangan panik, karena apabila panik akan menurunkan daya imunitas kita sehingga akan memudahkan virus untuk masuk dan berkembang di dalam tubuh.

Polling Jelang 9 Desember 2020 Pilkada Kepri

marilah kita percaya sepenuhnya kepada pihak perusahaan dan tim gugus yang bekerja semaksimal mungkin, hari ini pasca pemberitaan di media, banyak pesan berantai melalui WA akan informasi informasi tentang perkembangan kasus covid ini.

Masih menurut Mudahir, masalah yang menimpa salah satu perusahaan minyak ini adalah musibah yang harus kita sikapi secara arif dan bijakasana.

” Saya berharap perusahaan ini tetap melakukan aktifitasnya jangan sampai gara gara persoalan ini perusahaan menghentikan operasinya, jika perusahaan menghentikan operasinya berapa kerugian yang kita alami baik Negara maupun daerah karena keberadaan perusahaan Migas ini sebagai penyumbang APBD dan APBN melalui DBH yang diberikan, ini akan memberikan multiplayer effec yang besar terhadap perekonomian negara dan daerah,” kata Mudahir.

Jika perusahaan tutup otomatis akan ada penghentian tenaga kerja sehingga akan mebambah tingkat pengangguran, ini akan menghambat kemajuan dan perkembangan Anambas ke depan, semoga pihak perusahaan bisa melewati ini, saya berpikir masalah ini juga menjadi perhatian di tingkat pusat karen perusahaan minyak ini merupakan objek vital Nasional.

Sehingga banyak yang akan membatu untuk mengatasinnya, jadi kesimpulan nya marilah kita selalu menciptakan kondisi yang kondusif sehingga masalah ini cepat teratasi dan saya berharap perusahaan tersebut tetap beroperasi dan tentunya dengan standar protokol Kesehatan Covid-19. (Rama).

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN