Inilah Ungkapan Kepala BP Batam Terpilihnya PT Moya Indonesia Pelelangan SPAM

196
WartaKepri - Kepala BP Batam dan Pihak PT Moya

WARTAKEPRI.co.id, Batam – Penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU) Badan Pengusahaan (BP) dengan PT Moya Indonesia mengenai Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) selama 6 bulan di Balairung Sari Lt 3, Gedung Bida Utama, Kantor BP Batam.

Kepala BP Batam H. Muhammad Rudi mengatakan, terkait terpilihnya PT. Moya Indonesia untuk mengelola air bersih di Batam selama masa transisi atau selama enam bulan ke depan sudah sesuai dengan prosedur, ke depannya BP Batam menginginkan agar pengelolaan air bersih di Batam harus lebih baik lagi.

“Kedepannya kita inginkan tidak ada peggiliran,” ujarnya, Senin(14/9/2020).

Diungkapkannya, pelelangan untuk pengelolaan air bersih di Batam sudah dibuka dan ada empat perusahaan yang mendaftar, salah satunya yang ikut dalam pelelangan adalah PT ATB. Namun dalam perjalanannya, PT ATB menarik diri sehingga tersisa ada tiga perusahaan yang ikut lelang.

“Adapun ketiga perusahaan tersebut PT Moya Indonesia, PT PP Infrastruktur, dan PT Suez. Dalam proses perjalanannya pelelangan ada dua perusahaan yang melengkapi, yaitu PT PP Infrastruktur dan PT Moya Infonesia,” sebutnya.

Setelah itu masuk pada tahapan seleksi berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan tim, PT Moya Indonesia terpilih untuk mengelola air bersih di Batam selama enam bulan ke depan.

Rudi menerangkan, bahwa pihaknya tidak ada kepentingan apapun terkait dipilihnya PT Moya Indonesia mengelola air di Batam.

Rudi menegaskan tidak mengenal PT Moya Indonesia, pemilihan PT Moya murni demi kepentingan masyarakat Batam. Tim memilih PT Moya karena sudah ada penilaian setiap yang ikut lelang.

“Jadi nilai yang tertinggi itu dari hasil tim adalah PT Moya Indonesia,” ucapnya.

pihaknya berharap pelayanan lebih baik lagi kedepannya ke masyarakat terkait SPAM ini.(adit/uci)

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND