Tekan Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan, DPPKBP3A Karimun Gelar Rapat Kordinasi

239
Harris Day Batam

WARTAKEPRI.CO.ID, KARIMUN – Menelisik besarnya dampak kekerasan terhadap anak dan perempuan yang tidak ditangani secara benar, sangat penting untuk membentuk tim pencegahan dan penghapusan serta penanganan kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terbentuk dalam wadah, yaitu Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Pemerintah Kabupaten Karimun, melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), menggelar Rapat Koordinasi P2TP2A Pelayanan dan Pendampingan korban tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan, Rabu (7/10/2020).

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Karimun, Rosmawati mengatakan bahwa, pada pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan sebagai bentuk pelayanan bagi masyarakat, khususnya anak dan perempuan.

“Sekaligus upaya Pemerintah Daerah meningkatkan kualitas hidup, serta menghapus segala bentuk deskriminasi dan kekerasan terhadap anak dan perempuan diwilayah Kabupaten Karimun,” terang Rosmawati.

Dirinya menyebut, dari rapat koordinasi bersama instansi terkait lainnya tersebut dari pendamping (DPPKBP3A), untuk jumlah kasus anak sebanyak 28 kasus, sedangkan untuk jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan 13 kasus, selama kurun waktu bulan Januari hingga bulan September tahun 2020.

Polling Jelang 9 Desember 2020 Pilkada Kepri

“Sehingga perwakilan dari instansi sesuai dengan tupoksinya masing-masing untuk menyampaikan terkait kasus pada anak dan perempuan,” sebut Rosmawati.

Selain itu ungkapnya, pada rapat tersebut juga bertujuan guna meningkatkan pelayanan pengurus P2TP2A, Kopetensi, sekaligus penanganan, sehingga dapat meminimalisir kasus-kasus kekeraaan terhadap perempuan dan anak setiap tahunnya di Kabupaten Karimun.

“Sehingga P2TP2A merupakan suatu wadah terpadu yang menyelenggarakan pelayanan untuk saksi atau korban tindak kekerasan bagi anak-anak dan perempuan, meliputi layanan informasi konsultasi bantuan hukum advokasi serta pendampingan bagi korban kekerasan,” paparnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua harian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Karimun, Indrawan menjelaskan, pada intinya dari kegiatan ini sebagai bentuk penguatan dalam berkomunikasi sekaligus koordinasi, yang selama ini cukup berjalan dengan baik dengan pihak-pihak terkait lainnya, dalam upaya penanganan kasus anak dan perempuan dalam tataran teknis.

“Mengingat persoalan anak sangat kompleksitas, sehingga merasa perlu untuk di adakan evaluasi kembali pada kasus anak dan perempuan, guna mencari solusi-solusi terbaik untuk kedepannya,” ungkap Indrawan.

Terutama menurut Indrawan, pada tataran teknisnya, dimana sebagai orangtua merasa perlu menjalin kerjasama dengan berbagai lintas sektor.

“Menjalin sinergitas dengan pihak terkait dalam penanganan kasus anak dan perempuan, baik yang sifatnya anak berhadapan dengan hukum, maupun di luar hukum, sehingga kasus pada anak dan perempuan dari hulu ke hilir mampu di selesaikan dengan baik,” harapannya.

 

Reporter : Aziz Maulana

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN