Masjid Agung Aljazair Terbesar Ketiga di Dunia dengan Aula Masjid Berkapasitas 120.000 Jamaah

238
Harris Day Batam

WARTAKEPRI.co.id – Masjid Agung Aljazair, yang merupakan masjid terbesar ketiga di dunia dan terbesar di Afrika, resmi dibuka pada Rabu (28/10) setelah setengah tahun proses konstruksi. Bangunan modernis seluas 27,75 hektar ini, secara lokal disebut sebagai Djamaa el-Djazair.

Presiden Abdelmadjid Tebboune dijadwalkan untuk meresmikan langsung aula masjid berkapasitas 120.000 jamaah pada acara pada Rabu (28/10/2020) malam menjelang ulang tahun Nabi Muhammad. Tetapi kehadirannya dibatalkan setelah sehari sebelumnya, kantornya mengumumkan bahwa dia telah dirawat di rumah sakit.

The interior of the Great Mosque of Algiers, also known as Djamaa el-Djazair, on the eve of its inauguration in the Algerian capital

Tebboune telah menjalani isolasi diri pekan lalu menyusul dugaan kasus virus corona di antara para pembantunya. Tapi staf presiden mengatakan bahwa kondisi kesehatan Tebboune tidak menimbulkan kekhawatiran apa pun.

Sampai saat ini belum jelas berapa banyak orang yang diizinkan mengikuti sholat di masjid terbesar itu, mengingat kondisi di tengah pandemi virus corona. Masjid ini ditujukan untuk menjadi pusat teologi, budaya dan penelitian yang penting, dan kompleks tersebut memiliki perpustakaan yang dapat menampung jutaan buku.

Menampilkan sisi arsitektur geometris, bangunan ini juga memiliki menara tertinggi di dunia – 267 meter – dilengkapi dengan lift dan platform pemandangan yang menghadap ke ibu kota dan Teluk Algiers.

Polling Jelang 9 Desember 2020 Pilkada Kepri

Interior masjid yang bergaya Andalusia, didekorasi dengan kayu, marmer, dan pualam, dan menampilkan enam kilometer teks Alquran dalam kaligrafi Arab, bersama dengan sajadah berwarna biru kehijauan.

Sosiolog Belakhdar Mezouar mengatakan, masjid itu tidak dibangun untuk masyarakat. Itu hanyalah karya seorang laki-laki (Abdelaziz Bouteflika) yang ingin bersaing dengan tetangganya Maroko, dan membuat namanya kekal dan meletakkan konstruksi ini di CV-nya, sehingga dia bisa masuk surga pada hari penghakiman,” katanya yang dikutip di Aawsat, Kamis (29/10).

Nadir Djermoune, yang mengajar tata kota, juga mengkritik pilihan yang mencolok dari proyek-proyek besar seperti itu. Menurutnya, dibandingkan masjid, Aljazair lebih membutuhkan fasilitas kesehatan, pendidikan, olah raga dan rekreasi baru.

“Masjid ini berseberangan dari kebutuhan riil kota dalam hal infrastruktur,” katanya.

Satu-satunya hal yang paling positif dari masjid ini, katanya, adalah konsep modernisnya yang akan menjadi model untuk proyek arsitektur masa depan.(Khazanah/Republika)

Komentar Anda

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN