BNNP Kepri Musnahkan Barang Bukti Narkotika Jenis Sabu Sebanyak 4 Kg Gram Dari 3 Tersangka

WARTAKEPRI.co.id, BATAM–Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau mengungkap tiga terduga pelaku peredaraan galap narkotika jenis sabu yang berasal dari Negara Malaysia tepatnya di pelabuhan rakyat (Pelra) Sagulung dengan total berat barang bukti Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat bruto 4.014,16 gram dari 1 (satu) laporan kasus.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau Brigjend Richard Nainggolan menjelaskan bahwa awalnya mendengar informasi adanya transaksi peredaran narkoba tersebut sekitar Sagulung, lalu petugas langsung menelusuri keberadaan yang ada di tenggarai wilayah Sagulung, pada saat itu petugas melihat ciri-ciri terduga tersangka dan langsung menangkap tersangka (H) yang berprofesi sebagai marketing.

“Tersangka ini, merupakan jaringan narkotika jenis sabu dari Malaysia, mereka diupah Rp 10 juta hingga Rp 1 juta, dari hasil pengungkapan ini jika di asumsikan maka akan menyelamatkan 2775 jiwa orang,”jelas Richard Nainggolan kepada media Rabu (5/11/2020) Pagi saat gelar keterangan pers di BNNP Kepri.

Selanjutnya, Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) melakukan pemusnahan barang bukti Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat bruto 4.014,16 (empat ribu empat belas koma enam belas) gram dari 1 (satu) Laporan Kasus Narkotika dengan jumlah (tiga) orang tersangka peredaran gelap Narkoba jaringan sindikat Narkotika yang terjadi di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

“Berdasarkan undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan laporan Kasus Narkotika Nomor : LKN / 31 / X / 2020 / BNNP. Tanggal 21 Oktober 2020. Surat Ketetapan Status Barang Sitaan Narkotika dari Kejaksaan Negeri Batam Nomor : SK-231 / L.10.11.3 / Eku.1 / 10 / 2020 tanggal 26 Oktober 2020,”terang Kepala BNNP Kepri Brigjend Pol Richard Nainggolan.

Laporan kasus Narkotika LKN / 31 / X / 2020 / BNNP
Pada hari Rabu tanggal 21 Oktober 2020, sekira pukul 20.00 WIB, Petugas BNN Provinsi Kepulauan Riau mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Pelabuhan Rakyat Sagulung akan terjadi transaksi narkotika golongan I jenis Sabu dan diduga Sabu tersebut berasal dari Malaysia.

Selanjutnya sekira pukul 21.00 WIB petugas BNNP Kepri berangkat menuju ke Pelabuhan Sagulung. Setelah sampai di Pelabuhan Sagulung, sekira pukul 23.30 WIB petugas BNNP Kepri melihat seorang laki-laki yang sesuai dengan ciri-ciri yang dimaksud dan langsung melakukan penangkapan terhadap laki-laki tersebut yang setelah diketahui berinisial H (40 Thn) WNI yang berprofesi sebagai Merketing tabung pemadam kebakaran beralamat di Kecamatan Sekupang Kota Batam-Kepri.

Oleh laki-laki tersebut, petugas mendapati ada 1 (satu) buah tas punggung berwarna hitam terletak dimotornya yang di dalamnya terdapat 4 (empat) bungkus teh cina merk Guanyinwang yang diduga berisikan Narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 4.151 (empat ribu seratus lima puluh satu) gram. Kemudian petugas melakukan interogasi terhadap tersangka H dan menurut pengakuannya yang menyuruh dia mengambil barang tersebut adalah saudara dengan inisial C yang berada di Perumahan Taman Raya Batam Center. Saudara C (43 Thn) WNI yang berprofesi sebagai Driver Ojek Online beralamat di Tanjung Uma Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam Provinsi Kepri,”ungkap Richard.

Lanjut Richard, petugas melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap saudara C yang berdasarkan keterangan tersangka H, saudara C berada di perumahan Taman Raya Batam Center, setelah sampai dirumah yang ditunjuk oleh tersangka tersebut petugas tidak menemukan saudara C.

“Kemudian pada hari Kamis tanggal 22 Oktober 2020 petugas BNNP Kepri melakukan pengembangan berdasarkan keterangan dari tersangka H yang menyuruhnya untuk mengambil Sabu tersebut adalah saudara C berdasarkan informasi, saudara C, kabur bersama saudara S (34 Thn) WNI yang berprofesi sebagai Pemasok TKI Ilegal beralamat di Kecamatan Nongsa Kota Batam Kepri,”ucapnya.

Masih kata Richard, Setelah mendapatkan informasi diketahui saudara S berada di sebuah rumah yang beralamat di Blok J2 no 39 RT.03 RW.22 Kecamatan Bengkong Kelurahan Sadai, Kampung Bengkong Kolam Kota Batam. Lalu sekira pukul 19.30 WIB petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka S didalam rumah tersebut, petugas kemudian menanyakan dimana keberadaan saudara C yang diketahui sedang berada di Bundaran Ocarina.

“Pada pukul 21.30 WIB melakukan penangkapan terhadap tersangka C di depan ruko Bundaran Ocarina. Menurut pengakuan tersangka C bahwa yang memberi pekerjaan tersebut adalah tersangka S, Handphone milik tersangka S yang digunakan untuk berhubungan langsung dengan orang Malaysia yaitu saudara B saat ini sedang ( DPO ) diberikan kepada tersangka C,”katanya.

Kejadian selanjutnya, pada hari Rabu tanggal 21 Oktober 2020 sekira pukul 21.30 WIB tersangka C pergi menyerahkan Handphone tersebut kepada tersangka H guna berhubungan langsung dengan B ( DPO ) yang berada di Malaysia tersebut untuk mengambil Sabu di Pelabuhan Rakyat Sagulung.Berdasarkan keterangan tersebut diatas, tersangka beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke kantor BNNP Kepri guna dilakukan proses penyidikan,”ucapnya.

Dari hasil kesimpulannya, tersangka H , C dan S merupakan jaringan narkoba jenis sabu dari Malaysia
Tersangka H , C dan S baru pertama kali melakukan mengambil Sabu tersebut Tersangka C dan S di janjikan upah oleh B (DPO) sebesar Rp. 10.000.000 ( sepuluh juta rupiah ), Tersangka H di janjikan upah oleh tersangka C sebesar Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah) untuk mengambil / menjemput barang milik B (DPO) yang berada di Malaysia.

“Barang tersebut rencananya akan diantar tersangka H kepada kaki tangan saudara B ( DPO) yang berada di Batam, Dari hasil pengungkapan ini telah menyelamatkan 20.755 jiwa bangsa Indonesia dari bahaya Narkoba,”katanya.

Barang bukti Narkotika jenis Sabu yang di disita, akan dilakukan pemusnahan sebanyak 4.014,16 (empat ribu empat belas koma enam belas) gram dan sebanyak 136,84 (seratus tiga puluh enam koma delapan puluh empat) gram disisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan.

Atas perbuatannya tersebut tersangka dikenakan pasal pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup,”pungkasnya.

Kiriman Taufik Chaniago

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24
PKP PROMO ENTENG