Ratusan Buruh Batam Gelar Aksi Demo Menuntut Gubernur Supaya UMP 2021 Tetap Naik

657

WARTAKEPRI.co.id, BATAM–Ratusan buruh yang tergabung dalam FSP LEM SPSI Kepri,melakukan aksi demo meminta sejumlah tuntutan didepan kantor Graha Kepri.

Ketua FSPMI Provinsi Kepulauan Riau, Syaiful Badri Sofyan menyampaikan bahwa buruh yang turun ke lapangan ini karena adanya beberapa tuntutan yang tidak sesuai diantaranya buruh menolak SK Gubernur Kepri yang tidak menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021.

“Pada intinya, tujuan utama yakni penolakan SK Gubernur terkait tidak menaikkan UMP 2021,”ucap Syaiful Badri Sofyan, Selasa (10/11/2020) di depan gedung Graha Kepri Batam Centre.

Dijelaskannya, buruh hanya ingin Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021 tetap dinaikkan. Selain itu juga yang lebih disuarakan para pendemo pada hari ini juga terkait UMK.

“Hadil rapat dewan penetapan kemarin, agak sedikit ribut hanya keluar satu angka yaitu 3,38 persen dari upah pekerja dan itu dasarnya inflasi dan pertumbuhan ekonomi secara nasional,”ujar Syaiful.

Dikatakan Syaiful, yang disayangkan kalangan buruh adanya surat edaran Menteri. Surat edaran menteri itu secara herarki undang-undang bukan bagian dari regulasi, dan ini sifatnya himbauan dan itu yang sangat disayangkan teman-teman buruh.

“Pada dasarnya, jika pemerintah tetap membatalkan kenaikan UMK, bisa jadi buruh akan turun kembali ke jalan,”katanya.

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi saat berada di lokasi aksi demo, Kepala Dinas Tenaga Kerja kota Batam, Rudi Syakiarkiti belum bisa dimintai tanggapannya soal perihal aksi demo tersebut.

“Maaf itu tidak bisa saya menjawab, no comment ya kalau soal aksi buruh, itu gak bisa saya jawab,”ungkapnya.(Taufik)

DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA