Upah Bawa 33 Kilogram Sabu dari Malaysia ke Batam Rp1 Miliar, Berikut Kronoligis Penangkapan oleh BBN Kepri

533
Harris Day Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Penyelundupan 33 kg sabu melalui jalur laut berhasil diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri, dimana sabu dari Malaysia menuju Palembang. Didalam pengamanan penyelundupan sabu BNNP Kepri berhasil mengamankan 3 orang, inisial S, I dan A.

Link Video : https://youtu.be/LzwZLoapOq4

Kepala BNNP Kepri, Brigjen Richard Nainggolan mengatakan, berdasarkan Laporan Kasus Narkotika dengan Nomor: LKN/32/XI/2020/BNNP, diketahui bahwa, pada hari Senin (09/11/2020), sekira pukul 15.00 WIB, petugas BNN Provinsi Kepulauan Riau mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa, di Perairan depan Pantai Nongsa akan terjadi transaksi narkotika golongan I jenis Sabu dan diduga Sabu tersebut berasal dari Malaysia.

“Mendapatkan informasi tersebut kita dari pihak BNNP Kepri menyelidiki hal tersebut,” ujarnya, Rabu(11/11/2020).

Polling Jelang 9 Desember 2020 Pilkada Kepri

Selanjutnya, dikatakan Richard, sekira pukul 18.00 WIB, petugas BNNP Kepri berangkat menuju ke Perairan Pulau Putri dan pukul 19.30 WIB pada koordinat 1,2282430, 104,1541510, petugas BNNP Kepri melihat sebuah speedboat yang berjalan dari arah Malaysia melewati kapal petugas.

Kemudian, lanjutnya, petugas melakukan pengejaran terhadap speedboat tersebut guna melakukan pemeriksaan. Akan tetapi, speedboat tersebut menambah kecepatannya hingga kapal petugas pun harus menambah kecepatan.

“Ketika kapal petugas berhasil mendekat tekong, speedboat tersebut meloncat ke laut dan membiarkan speedboatnya tetap berjalan. Karena petugas telah melihat ada barang bukti Narkotika diduga jenis sabu seberat bruto 33.000 ribu gram di dalam speedboat tersebut, sehingga petugas lebih dahulu mengejar barang bukti,”bebernya.

ketika petugas akan mengambil barang bukti, ternyata speedboat tersebut mulai karam sehingga petugas hanya bisa menyelamatkan barang bukti Narkotika sedangkan speedboat tersebut tenggelam.

“Kemudian petugas melakukan pencarian terhadap tekong tersebut di area laut, hingga pukul 02.00 WIB. Pada Selasa (10/11/2020), petugas belum dapat menemukan tekong tersebut,” terangnya.

Masih dihari yang sama, kata Richard, petugas BNNP Kepri melakukan pengembangan berdasarkan informasi dari masyarakat pelaku yang melarikan diri. Dari informasi yang didapat, bahwa tersangka yang lompat ke laut adalah bernama inisial S (49) seorang warga negara Indonesia (WNI) yang berprofesi sebagai nelayan beralamat di Belakang Padang.

Pengembangan terus dilakukan. Dari hasil interogasi pelaku, petugas BNNP Kepri kembali mengamankan iskandar. Ketiga pelaku merupakan sindikat peredaran narkoba yang tergabung dalam jaringan malaysia.

“Modusnya, mereka mengambil barang haram ini di perairan OPL. Rencananya akan dibawa ke Palembang menggunakan kapal speed boat,” jelasnya.

Menurut Richard, sabu tersebut merupakan pesanan dari SR, warga Palembang yang saat ini masuk dalam daftar DPO.

Untuk membawa sabu dari periaran perbatasan indonesia dan malysia, pelaku mendapatkan upah Rp 30 juta per kilogram atau sejumlah hampir Rp 1 miliar untuk 33 kilogram yang mereka bawa.

“Tiga pelaku ini merupakan kurir yang diupah untuk membawa sabu masuk ke Indonesia, dan mengantarkan ke daerah sesuai pesanan,” tamabanya.

Para tersangka dijerat Pasal 112 jo Pasal 114 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup, atau 20 tahun penjara, dan atau hukuman mati.(adit/taufik)

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN