Prajurit Tidak Dilarang Bermedsos, Tapi Serka TNI AU BDS dan Kopda TNI AD ATY Melanggar Sumpah Prajurit

865
foto Jawapos.com

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Kepulangan Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi berdampak ke dua prjurit TNI yang ditahan lantaran melanggar displin. Keduanya adalah Serka BDS dari TNI AU dan Kopda Asyari Tri Yudha, anggota Kompi A Yonzikon 11 Kodam Jaya.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau), Marsma Fajar Adriyanto, lewat sambungan telepon, Kamis (12/11/2020) kepada Republika menjelaskan penahanan dilakukan ke Serka BDS yang diduga melakukan pelanggaran terhadap perintah pimpinan, yakni Panglima TNI dan Kepala Staf AU (KSAU).

Dengan mengunggah video tersebut di akun media sosial dimana Panglima TNI dan KSAU sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran berisi perintah bijak bermedia sosial.

“Yang jelas dia melanggar perintah Panglima TNI dan KSAU yang sudah memerintahkan agar anggota kalau bermedsos itu harus bijak,” terang Fajar.

Dia menyatakan, anggota TNI tidak dilarang untuk menggunakan media sosial. Namun, kata dia, ada hal-hal yang harus ditaati prajurit dalam bermedia sosial. Aturan itu beberapa di antaranya, yakni aturan tidak boleh berpihak pada satu golongan dan tidak boleh berpolitik praktis.

“Itu aturannya. Jadi indikasinya bukan melanggar media sosial, bukan. Melanggar perintah panglima, pimpinan. Siapa pimpinan kita. Panglima sama kepala staf,” katanya.

Fajar mengatakan, pengunggahan video tersebut melanggar perintah pimpinan TNI. Dengan melanggar perintah, maka yang bersangkutan juga dianggap melanggar sapta marga dan sumpah prajurit, yakni siap melaksanakan tugas dan perintah pimpinan.

“Dan kita punya cara sendiri, cara militer ya. Jadi tidak bisa dikait-kaitkan. Kalau ada orang yang, ‘apa sih cuma gitu aja.’ Nah itu memang kita militer ada aturannya tersendiri,” jelas dia.

Kini Serka BDS, ditahan Polisi Militer (POM) AU akibat mengunggah video di media sosial tersebut. Sebelumnya, beberapa waktu lalu, beredar di media sosial video berdurasi 19 detik yang menampilkan anggota TNI AU sedang bernyanyi untuk menyambut kedatangan Rizieq.

Dalam video itu, prajurit tersebut melantunkan kata-kata sambutan dalam bahasa arab seperti ahlan wa sahlan.

Kopral TNI AD Juga Kena Sanksi

Terpisah, seperti dilansir oleh Kompas.com Pjs Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel (Inf) Refki Efriandana Edwar menegaskan bahwa Kopda Asyari Tri Yudha (ATY) diberi sanksi bukan karena ungkapan kegembiraannya menyambut kepulangan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Menurut Refki, Kodam Jaya tidak pernah melarang prajurit untuk menyampaikan aspirasinya terkait kepulangan Rizieq Shihab ke Tanah Air.

“Jangan disalahartikan ya, bahwa kami seakan-akan melarang anggota teriak HRS apa segala macam. Bukan seperti itu. Kesalahan dia adalah dia melanggar aturan disiplin kami,” ujar Refki kepada Kompas.com, Kamis (12/11/2020).

Refki menjelaskan, Kopda Asyari dikenakan sanksi karena melanggar aturan kedisiplinan. Pernyataannya menyimpang dari komando pimpinan.

“Kesalahan dia adalah dia melanggar aturan disiplin kami. Yang pertama, dia kan ditugaskan oleh dansatnya untuk melaksanakan tugas pengamanan obyek vital Bandara Soekarno-Hatta,” ujarnya.

Kesalahan lain, Kopda Asyari menyebarkan tugas pengamanan obyek vital kepada publik melalui media sosial. Padahal, prajurit mempunyai sumpah untuk menjaga kerahasiaan TNI. “Tidak seharusnya dalam menjalankan tugas tersebut yang bersangkutan sesumbar dan men-share ke publik,” ungkap Refki.

“Prajurit itu punya sumpah, menjaga rahasia TNI sekeras-kerasnya. Nah, itu malah dia abaikan, malah share ke publik dan menyimpang lagi dari tugasnya,” tambah dia.(*)

Sumber : Republika/Kompas

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel