Benarkah Perempuan Indonesia Keturunan Arab Susah Menikah dengan Laki-Laki Non Arab?

1835

WARTAKEPRI.co.id – Putri keempat Habib Rizieq Shihab, Najwa Shihab, telah melangsungkan pernikahan dengan pria idamannya Irfan Al Idrus. Pernikahan dilangsungkan di kediaman Habib Rizieq Shihab di Jalan Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu malam (14/11).

Diketahui Irfan Al Idrus merupakan putra dari Muhammad Taufik Al Idrus. Namun, melihat nama marga di belakangnya “Alaydrus”, Irfan bukan dari keluarga biasa. Terlebih Habib Rizieq menyebutnya sebagai “Sayid”.

Alaydrus merupakan salah satu marga dari Alawiyyin, yakni sebutan bagi kaum atau kelompok yang memiliki pertalian darah (nasab) dengan Nabi Muhammad SAW. Di Indonesia, berdiri Rabithah Alawiyah sejak 27 Desember 1928. Rabithah Alawiyah merupakan organisasi pencatat keturunan Nabi Muhammad.

Pernikahan Najwa Shihab dan Irfan Alaydrus dihadiri massa begitu ramai, mengingat berbarengan dengan acara Maulid Nabi. Jamaah yang hadir juga terlihat memakai masker, kendati tak menjaga jarak.

Tapi, benarkah di Indonesia perempuan dari orang tua laki-laki keturunan Arab akan sangat tidak mudah menikah dengan laki laki keturunan asli orang Indonesia.

Mungkin bagi sebagian masyarakat Indonesia sudah mengetahui itu, dan tentu masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui adanya tradisi tersebut.

Penelurusan Redaksi WartaKepri.co.id, akan pertanyaan benarkah Wanita Keturunan Arab dilaman Google, mendapatkan artikel dengan judul Mengapa Perempuan Arab Dilarang Menikah dengan Laki-laki Non Arab? di website Kompasiana.com yang ditulis Maman A Rahman ( https://www.kompasiana.com/mamansbg/5500b031a333119f6f511d49/mengapa-perempuan-arab-dilarang-menikah-dengan-laki-laki-non-arab )

Maman A Rahman, mempublikasi pertama kali pada 19 April 2011 dan Diperbarui 26 Juni 2015. Pada awal tulisannya menjelaskan Masyarakat Indonesia digemparkan oleh berita pernikahan pesinetron Tommy Kurniawan (Tommy) dengan Fatimah Tania Nadira (Tania), pada 11 April 2011.

Pernikahan dua sejoli yang telah menjalin asmara satu tahun itu tidak mendapat restu Hana Hasanah Fadel, ibunda Tania. Puncaknya, pasangan pengantin baru tersebut dijemput paksa polisi di Malang pada 16 April 2011 saat berbulan madu dengan tuduhan menikahi anak dibawah umur. Demikian Tabloid Nova memberitakan.

Nova juga menulis bahwa Tania mengakui pernikahan mereka memang ditentang oleh keluarganya. “Mama bilang ini hanya karena ada perbedaan tradisi yang tidak bisa dilanggar di keluarga. Mama melarang aku (nikah) sama Tommy,” ungkap perempuan berusia 20 tahun ini.

Tulisan ini akan difokuskan pada alasan Hana Hasanah, ibunda Tania terkait alasan ketidak setujuan pernikahan putrinya karena alasan perbedaan tradisi.

Perbedaan yang dimaksud adalah tradisi arab yaitu perempuan arab hanya boleh menikah dengan laki-laki arab dengan tujuan untuk menjaga “kemulyaan” keluarga.

Pada sebagian besar keturunan Arab di Indonesia, mereka mengaku mempunyai silsilah sampai rasulullah. Jika perempuan Arab menikah dengan laki-laki non Arab maka terputuslah silsilah itu dan itu menjadi “bencana” bagi keluarga tersebut. Dengan terputusnya silsilah maka akan terputus pula ikatan kekeluargaan mereka dan akan menjadi terpinggirkan dalam lingkaran kehidupan komunitas Arab.

Budaya inilah yang masih sangat dipegang oleh sebagian besar keluarga Arab di Indonesia. Oleh karena itu, tidak heran orang tua Arab akan memperjuangkan tradisi tersebut dan menentang dengankeras putrinya yang akan memilih laki-laki non Arab.

Pada budaya patriarki, budaya yang dibangun di atas dasar struktur dominasi dan sub ordinasi yang mengharuskan suatu hirarki di mana laki-laki dan pandangan laki-laki menjadi suatu norma, garis ketutunan akan diikutkan pada suami, lakil-laki. Anak-anak yang lahir dari pasangan keluarga akan dilihat siapa ayahnya, garis keturunan ibu seringkali tidak menjadi pertimbangan.

Upaya untuk mendobrak tradisi ini sesungguhnya sudah dilakukan Islam melalui nabi Muhammad saw. seperti hadis di bawah ini :

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda : “Perempuan itu (biasanya) dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Sejak zaman nabi, biasanya orang menikah dengan memepertimbangkan empat faktor tersebut, kekayaan, keturunan, kecantikan atau kegantengan dan faktor agama. Islam menegaskan bahwa faktor agamanya yang akan membuat keluarga bahagia.

Karena harta, keturunan, dan kecantikan dan kegantengan itu akan pudar dan bahkan hilang.

Upaya pendobrakan tradisi Arab ini juga pernah dilakukan oleh seorang perempuan Arab. Ia bersikukuh menikahi laki-laki jawa, sebut saja namanya Farha Ciciek. Dalam sebuah tulisannya ia menyebutkan bahwa baginya “gelar syarifah adalah sebuah penjara”. Lebih lanjut ia menuliskan bahwa “Aku merasakan pahit getirnya dinamika menjadi perempuan yang memanggul gelar syarifah.

Sebagai perempuan yang dianugerahi “kemuliaan” aku harus serba hati-hati dalam bertingkah laku dan bergaul. Kelak jika dewasa aku harus kawin dengan laki-laki yang bernasab sama. Jika tidak, maka nasab muliaku takkan bisa dinikmati oleh anak-anakku. Nasab akan hilang karena garis keluarga dirunut dari pihak ayah dan suami.

Kehilangan nasab ke Nabi Muhammad saw. merupakan satu hal yang merugikan sekali. Karena kuturunan Nabi dipercaya sebagai ningrat dunia akhirat.” (Pengalaman Perempuan: Lintas Agama, Kapal Perempuan 2000)

Menurut pejuang hak-hak perempuan ini, tradisi yang mengabsahkan berbagai diskriminasi termasuk diskriminasi ras, etnik dan gender harus berani ditentang. Meskipun harus kehilangan “kemulyaan” sebagai syarifah dan berhadapan dengan orang tuanya sendiri. Ia pun tetap bersikukuh menikah dengan pilihan hatinya, laki-laki jawa, melalui proses yang menyakitkan.

Suami Presenter Mata Najwa Keturunan Arab

Hasil penelurusuran Redaksi, apakah ada Public Figure atau wanita terkenal keturunan Arab di Indonesia menikah dengan laki laki keturunan Indonesia, hingga saat ini belum ada. Sebagai contoh, Najwa Shihab atau dikenal Presenter Mata Najwa ternyat juga menikah dengan laki laki keturunan Arab.

Dikutip dari intipseleb.com yang dipublikasi Jumat, 9 Oktober 2020, Najwa Shihab menikah dengan Ibrahim Sjarief Assegaf. Sosok suami Najwa adalah pengacara sukses.

Pria berdarah Arab ini juga memiliki hobi berolahraga. Hal ini diketahui dari akun Instagram pribadinya @issasegaf. Beberapa kali, ia membagikan momen serunya ketika bersepeda.

Presenter Ramzi dan Istri Keturunan Arab

Dukutip dari Wikipedia, Ramzi seorang pemain sinetron, pembawa acara dan pelawak berkebangsaan Indonesia. Beberapa sinetron yang pernah dibintanginya adalah Titipan Ilahi. Ramzi yang berdarah Arab ini berhasil meraih predikat Aktor Pembantu Terpuji dalam Festival Film Bandung (FFB) 2005.

Sedangkan istrinya, Avi Basalamah atau lengkapnya Avivah Thariq Basalamah adalah seorang model dan bintang sinetron keturunan Arab. Avi adalah istri bintang sinetron dan presenter Ramzi.

Avi dan Ramzi menikah pada tanggal 19 Juni 2005, setelah tiga tahun berpacaran. Kini Avi lebih memilih sebagai ibu rumah tangga dan disibukan dengan aktivitasnya. Sehingga dunia sinetron dan model, ‘nyaris’ ditinggalkan.

Demikian penelusuran Redaksi WartaKepri.co.id, setelah mendapat informasi atas pertanyaan terkait judul diatas. Jika memang ada fakta berbeda dari temuan tulissan kami diatas, silahkan komentar dibawah tulisan dengan sebaik-baiknya. Terimakasih.(redaksi)

Sumber : Kompasiana/intipseleb.com/wikipedia/rmol
Editor : Dedy Suwadha

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel