Cagub Sumbar Mulyadi Ditetapkan Tersangka di Pilkada 2020, Ini Respon DPP Demokrat

812
Mulyadi-Ali Mukhni

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Cagub Sumatera Barat di Pilkada 2020, Mulyadi ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pemilu oleh polisi. Ironisnya, penetapan tersangka dilakukan 4 hari jelang pencoblosan pada 9 Desember 2020.

Mulyadi ditetapkan tersangka terkait pelanggaran kampanye di luar jadwal. Ketua Bappilu DPP Demokrat, Andi Arief mempertanyakan penetapan tersangka Mulyadi jelang pelaksanaan Pilkada. Dia mempertanyakan tugas aparat yang seperti ikut campur dalam kompetisi.

“Menetapkan tersangka pelanggaran Pemilu memasuki minggu tenang ini bukan hanya aneh, tapi bisa membuat publik bertanya-tanya. Sebetulnya tugas aparat itu mengayomi atau kompetisi?” katanya lewat pesan kepada merdeka.com, Sabtu (5/12/2020).

Andi mengatakan, ini kali kedua paslon partai Demokrat diperlakukan seperti itu. Kejadian pertama di Boven Digoel, Papua pada sepuluh hari jelang pencoblosan saat jadwal Pilkada belum diubah menjadi 9 Desember.

“Dizalimi KPU dengan mendiskualifikasi pencalonan. Walau akhirnya Pilkada ditunda,” ucapnya.

Andi menambahkan, meski Partai Demokrat merasa dizalimi di Pilgub Sumbar, pihaknya akan tetap menghadapi. Hal tersebut juga tidak membatalkan pencalonan.

“Kasus itu kan Pak Mulyadi diwawancarai televisi bukan kampanye. Walau fokus kemenangan Mulyadi sedang diganggu, namun kami tetap yakin Mulyadi akan jadi Gubernur Sumbar,” pungkasnya.

Bareskrim Turun Tangan

Diberitakan, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Jayadi menyampaikan jika pihaknya telah menetapkan calon Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) H. Mulyadi sebagai tersangka tindak pidana pemilu, terkait pelanggaran kampanye di luar jadwal.

Andi menjelaskan, keputusan pengusutan kasus Cagub Sumbar Mulyadi dilakukan berdasarkan laporan dari Sentra Gakkumdu yang telah menyepakati dari Bareskrim Polri melakukan penyelidikan terhadap perkara tindak pidana pemilu tersebut.

“Iya sudah sebagai tersangka,” kaya Andi saat dikonfirmasi Sabtu (5/12).

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, lanjut Andi, pinyidik telah menjadwalkan. Mulyadi untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada Senin 7 Desember 2020.

“Jika kalau tidak hadir Senin, akan dipanggil kembali pada Kamisnya (10 Desember 2020),” ujarnya.(*)

Sumber : merdeka.com

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel