Selisih 86 Suara, KPU Karimun Tetapkan Aunur Rafiq dan Anwar Hasyim Pemenang Pilkada Karimun

Wartakepri, Aunur Rafiq-Anwar Hasyim
Wartakepri, Aunur Rafiq-Anwar Hasyim

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Dari hasil rapat pleno KPU Karimun, rekapitulisasi sekaligus penetapan perolehan suara dalam Pilkada serentak tahun 2020, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karimun, yang diselenggarakan di Ballroom Padimas Hotel Aston, Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (16/12/2020).

Acara yang digelar sejak pagi hari hingga petang tersebut berjalan dengan lancar, aman dan kondusif, dengan pengamanan ketat dari TNI-Polri serta Satpol PP, ditunjang penerapan protokol kesehatan COVID-19.

Eko: Jika Keberatan Dengan Hasil Rekapitulasi Suara, dapat mengajukan Ke Mahkamah Konstitusi dalam kurun Waktu 3 X 24 jam

Ketua KPU Karimun Eko Purwandoko menyatakan bahwa, secara keseluruhan sudah selesai dan hampir final, sedang dilakukan salinan berita acara, kepada seluruh pihak-pihak terkait.

“Termasuk dari pihak Bawaslu dan para saksi-saksi dari masing-masing Paslon, serta Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK),” terang Eko.

Hasil dari rapat pleno KPU Karimun menurutnya, rekapitulasi hanya selisih 86 suara, dari pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut satu dengan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor dua.

“Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Aunur Rafiq dan Anwar Hasyim, berhasil memperoleh sebanyak 54.519 suara,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dengan nomor urut dua, Iskandarsyah dan Anwar Abubakar, berhasil berhasil meraup 54.433 suara.

 

“Sedangkan untuk suara sah yang ditetapkan berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Karimun sebanyak 108.952 suara, sementara suara tidak sah mencapai 4.672 suara,” paparnya.

Eko menambahkan, masih ada lagi proses-proses selanjutnya, termasuk dari saksi-saksi Paslon nomor dua yang menolak untuk menandatangani hasil rekapitulasi.

“Alasan tidak ingin menandatangani hasil rekapitulasi suara, sehingga merasa keberatan dengan hasil rekapitulasi suara tersebut,” ungkapnya.

Kendati demikian, Eko mempersilahkan dan tidak mempermasalahkan hal tersebut.

“Silahkan, regulasi memberikan ruang yang seluas-luasnya,” sebut Eko.

Untuk penetapan calon terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karimun, Eko mengatakan ini masih proses, dan terdapat beberapa tahapan-tahapan lagi.

“Jika ada yang keberatan, KPU Karimun telah memberikan ruang atau celah selama 3 X 24 jam, guna mangajukan keberatannya di Mahkamah Konstitusi,” tandasnya.

Reporter Aziz Maulana

DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMKO BATAM FANINDO Combo Sakti Telkomsel