Empat Negara Asia Umumkan Temuan Kasus Varian Baru Corona, Disebut Lebih Menular

WARTAKEPRI.co.id – Munculnya varian baru Corona membuat sejumlah negara dilanda kepanikan. Pasalnya, mutasi virus penyebab COVID-19 ini disebut lebih menular daripada jenis lainnya yang biasa ditemukan.

Dalam beberapa pekan terakhir, ada dua negara yang melaporkan temuan varian baru Corona, yakni Inggris dan Afrika Selatan.

Meski belum ada bukti varian baru Corona ini dapat meningkatkan tingkat keparahan penyakit, tetapi jenis baru ini diduga memiliki kemampuan menular yang sangat cepat.

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, berikut daftar 4 negara di Asia yang telah mengonfirmasi kasus varian baru Corona. Kasus ditemukan pada 23 Desember 2020.

1. Malaysia
Malaysia juga ikut melaporkan kasus varian baru Corona pada Rabu (23/12/2020). Jenis baru COVID-19 ini dideteksi dari 60 sampel pasien Corona di Sabah. Menurut Direktur jenderal Kementerian Kesehatan Dr Noor Hisham Abdullah, varian baru Corona yang ditemukan adalah A701B. Mirip dengan mutasi virus Corona di Afrika Selatan.

“Ini mirip dengan jenis yang ditemukan di Afrika Selatan, Australia, dan Belanda,” katanya di dalam konferensi pers harian, dikutip dari Straits Times.

“COVID-19 selalu bermutasi, dan kami selalu memantau dan meneliti implikasi dari strain yang berbeda terhadap populasi,” tuturnya.

Selain Singapura dan Malaysia, negara mana saja yang melaporkan kasus varian baru Corona di Asia? Bagaimana dengan Indonesia?

2. Singapura
Singapura menjadi salah satu negara di Asia yang mengonfirmasi kasus varian baru Corona dari Inggris pada Rabu malam (23/12/2020). Dikutip dari Channels News Asia, varian baru Corona tersebut dibawa oleh seorang pelajar berusia 17 tahun, yang baru berpulang dari Inggris. Diketahui, ia sudah berada di Inggris sejak Agustus 2020.

Pasien yang tak disebutkan identitasnya ini tiba di Singapura pada 6 Desember 2020 dan dinyatakan positif COVID-18 pada 8 Desember.

“Siswa itu mengalami demam pada 7 Desember, dan dipastikan terinfeksi COVID-19 pada 8 Desember,” kata Departemen Kesehatan Singapura.

3. Jepang
Menteri Kesehatan Jepang, Norihisa Tamura, mengumumkan temuan kasus varian baru Corona dari Inggris di negaranya pada Jumat malam (25/12/2020). Kasus varian baru Corona tersebut ditemukan pada 5 orang.

Dua kasus di antaranya adalah seorang pilot berusia 30 tahunan yang kembali ke Jepang dari London pada 16 Desember dan seorang perempuan berusia 20 tahunan, salah satu anggota keluarga si pilot yang tidak memiliki riwayat kunjungan ke Inggris.

4. Lebanon
Selanjutnya, ada Lebanon yang juga telah mengonfirmasi kasus varian baru Corona dari Inggris di Negaranya. Kasus ini terdeteksi dalam penerbangan yang tiba dari London, Inggris.

“Kami mendeteksi kasus pertama varian baru Corona pada penerbangan Middle East Airlines 202, yang datang dari London pada 21 Desember 2020,” kata menteri kesehatan di negara tersebut melalui Twitter, dikutip dari laman Reuters.

Indonesia Belum Ditemukan

Beberapa waktu lalu, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Prof Bambang Brodjonegoro, PhD, mengatakan bahwa hingga saat ini varian baru Corona tersebut belum masuk ke Indonesia.

“Saat ini kalau kita simpulkan belum ada bukti yang menunjukkan varian ini sudah ada di Indonesia atau sudah menyebar di Indonesia, ini belum ada bukti,” kata Prof Bambang dalam konferensi pers Kamis (24/12/2020).

Meski begitu, Prof Bambang meminta masyarakat agar lebih waspada terhadap varian baru Corona tersebut. Pasalnya, jika sampai masuk ke Indonesia, dikhawatirkan peningkatan kasus positif COVID-19 akan semakin tinggi.(*)

Sumber : Detik.com

Negara Indonesia Resmi Tutup Sementara Pintu Penerbangan Kedatangan WNA Mulai 1-14 Januari 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24
PKP PROMO ENTENG