Pendukung Donald Trump Serbu Gedung Kongres Amerika Serikat Capitol, 4 Penyerbu Tewas

599
Donald Trump
Pendukung Donald Trump Serbu Gedung Kongres. ANTARA/REUTERS/Shannon Stapleton/tm

WARTAKEPRI.co.id, WASHINGTON DC – Para pendukung Presiden Donald Trump menyerbu Gedung Kongres Amerika Serikat, Capitol, Rabu (6//2021) waktu setempat untuk menghentikan pengesahan hitungan suara pemilu yang dimenangkan Joe Biden. Aksi penyerbuan ini akibatkan empat orang pendukung Donald Trump ditemukan tewas.

Seperti diberitakan sebelumnya, akis pendukung Trump tersebut bertujuan menghentikan pengesahan hasil pemilu yang dimenangkan Joe Biden. Polisi sejauh ini telah menangkap 52 orang terkait insiden tersebut.

BACA JUGA Kondisi Amerika Mulai Kritis Paska Pemungutan Piplres, Pendukung Trump Turun Bawa Senjata

Dalam konferensi pers usai kejadian, Kepala Departemen Kepolisian Metropolitan Robert J. Contee menyebut bahwa 47 dari 52 orang yang ditahan itu terkait dengan pelanggaran aturan jam malam. Sebanyak 26 di antaranya ditangkap di halaman Gedung Capitol.

Sedangkan sejumlah orang lainnya ditangkap karena membawa senjata api ilegal. Baca Juga: Donald Trump Nyatakan 8 Aplikasi China Ini Berbahaya, Haram Digunakan di Amerika Contee tidak bersedia memberikan identitas seorang perempuan yang tewas ditembak petugas kepolisian.

Dia berkilah bahwa informasi lanjutan mengenai hal itu masih ditangguhkan. Namun, Conte memastikan tiga orang lainnya meninggal dunia karena faktor medis.

Sebagai tambahan, ujar Contee, dua bom pipa berhasil diamankan dari kantor komite nasional bipartisan dari Republik dan Demokrat tersebut, juga tempat pendingin di sebuah kendaraan di halaman gedung yang berisi bom molotov.

Petinggi Trump Mundur

Dua tangan kanan senior Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump mengundurkan diri menyusul kerusuhan di Gedung Capitol saat massa pendukung Presiden Trump menyerbu gedung Kongres AS itu.

Sejumlah pejabat tinggi Gedung Putih juga mempertimbangkan untuk mundur, termasuk penasihat keamanan nasional Robert O’Brien dan wakilnya, Matthew Pottinger, kata beberapa sumber.

Stephanie Grisham mengundurkan diri sebagai kepala staf ibu negara usai para pendukung Donald Trump menduduki Gedung Capitol dengan kekerasan, dalam upaya untuk menghadang Kongres mengesahkan hasil pemilihan presiden.

“Merupakan suatu kehormatan untuk melayani negara di Gedung Putih. Saya sangat bangga telah menjadi bagian dari misi Nyonya Trump untuk membantu anak-anak di berbagai daerah, dan bangga atas banyak pencapaian pemerintahan ini,” kata Grisham dalam sebuah pernyataan.(antara/jpnn)

PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel