2 Konteks Kejadian, Komnas HAM Umumkan Penembakan 4 Laskar FPI Pelanggaran HAM

Komnas HAM dan Laskar FPI
Adegan rekonstruksi penembakan laskar FPI di tol Jakarta-Cikampek. Empat laskar FPI disebut hendak merebut senjata api milik polisi. Foto JawaPos
GALERI 24

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengumumkan hasil penyelidikan atas kasus tewasnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI). Komisioner Choirul Anam umumkan penembakan 4 laskar diantaranya sebagai pelanggaran HAM, Jumat (8/1/2021).

Ada dua konteks peristiwa yang berbeda pada kasus ini, yakni pada insiden KM 49 dan KM 50. Pada jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 49, dua laskar FPI tewas.

Sementara, pada insiden di KM 50, sebanyak 4 laskar lainnya juga tewas. Komnas HAMpun menyebut penembakan 4 laskar FPI di antaranya sebagai pelanggaran HAM.

Hal ini disampaikan Komisioner Komnas HAM Choirul Anam pada konferensi pers di kanal Youtube Kompas TV, Jumat (8/1/2021).

“Terkait KM 50 sampai ke atas, terdapat 4 orang yang masih hidup dalam penguasaan petugas resmi negara yang kemudian ditemukan tewas. Maka, peristiwa itu bentuk pelanggaran HAM.”

BACA JUGA Komnas HAM Tegaskan Belum Keluarkan Kesimpulan dari Lokasi Kejadian Tewas 6 Laskar FPI, Tapi Ada Bukti

“Catatannya, penembakan sekaligus terhadap empat orang dalam satu waktu tanpa ada upaya lain untuk menghindari semakin banyaknya jatuh korban jiwa mengindikasikan adanya tindakan unlawful kiling terhadap laskar FPI,” jelas Anam.

Anam menegaskan terkait penjelasan pelanggaran yang dilakukan oleh petugas kepolisian.

“Yang empat ini, kita sebut sebagai peristiwa pelanggaran HAM,” tegas Anam.

Terkait hal itu, Komnas merekomendasikan kasus kematian empat laskar FPI dibawa ke jalur hukum pengadilan.

“Komnas HAM merekomendasikan kasus ini harus dilanjutkan ke penegakan hukum, dengan mekanisme pengadilan pidana guna mendapatkan kebenaran materiil lebih lengkap dan menegakkan keadilan,” ucap Anam. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News