Laskar FPI Tewas, Komnas HAM: Ada Pelanggaran HAM oleh Aparat

Komnas HAM dan Laskar FPI
Adegan rekonstruksi penembakan laskar FPI di tol Jakarta-Cikampek. Empat laskar FPI disebut hendak merebut senjata api milik polisi. Foto JawaPos


WARTAKEPRI.co.id – Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) mengumumkan hasil investigasi insiden tewasnya laskar FPI.

Tewasnya laskar FPI terjadi saat bentrok dengan polisi di laskar FPI di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat.

Dalam temuannya, Komnas HAM membagi dua konteks dalam tewasnya enam anggota FPI.

Konteks pertama, dua laskar FPI tewas ketika bersitegang dengan aparat kepolisian dari Jalan Internasional Karawang Barat sampai Km 49 Tol Jakarta-Cikampek.

Sedangkan, tewasnya empat anggota FPI lainnya disebut masuk pelanggaran HAM.

Kapolri Terbitkan Maklumat Larangan Kegiatan dan Atribut FPI, Pastikan Anda Memahami Poin Nomor 4

“Terdapat empat orang yang masih hidup dalam penguasaan petugas resmi negara yang kemudian juga ditemukan tewas,” ujar Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam dalam konferensi pers, Jumat (8/1/2021).

“Peristiwa tersebut merupakan bentuk dari peristiwa pelanggaran hak asasi manusia,” kata Anam.

Dalam kasus ini, enam anggota FPI tewas ditembak anggota Polda Metro Jaya setelah diduga menyerang polisi pada 7 Desember 2020 dini hari.

Dalam rekonstruksi pada Senin (14/12/2020) dini hari, polisi menggambarkan bahwa anggota FPI yang terlebih dahulu menyerang dan menembak polisi saat kejadian.

Polisi mengatakan, hasil rekonstruksi belum final.

Tak menutup kemungkinan dilakukan rekonstruksi lanjutan apabila ada temuan baru.

Ada perbedaan keterangan antara polisi dan pihak FPI atas kejadian tersebut.

Pihak FPI sebelumnya telah membantah anggotanya menyerang dan menembak polisi terlebih dahulu. Menurut FPI, anggota tidak dilengkapi senjata api.(*)

Sumber: Kompas

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News