Raffi Ahmad dan Najwa Shihab Masuk Daftar Penerima Vaksin Covid dan Berikut Pihak Tidak Terima Vaksin

153
Raffi Ahmad
Raffi Ahmad BCL dan dr Tirta. Foto Tribunnews

WARTAKEPRI.co.id – Artis Raffi Ahmad, Bunga Citra Lestari, Wartawan Najwa Shihab dan dr Tirta masuk Daftar Vaksinasi Pertama Covid-19.
Pihak Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi memberikan penjelasan kalau itu rilis resmi dari Kemenkes ERI. Nama Raffi Ahmad masuk kelompok kedua setelah kelompok presiden RI Joko Widodo dan pejabat negara lainnya.

“Slide-nya bukan rilis resmi Kemenkes ya. Informasi tersebut tidak dapat dijadikan rujukan karena hingga saat ini, pelaksanaan dan tokoh-tokoh yang akan mengikuti vaksinasi Covid-19 perdana masih dalam tahap pembahasan,” ujar Nadia saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (9/1/2021).

Selain itu, dia menegaskan bahwa saat ini pemerintah masih menanti terbitnya izin darurat penggunaan vaksin Covid-19 atau emergency use authorization (EUA) dari BPOM.

Sehingga, Nadia meminta semua pihak untuk tidak merujuk informasi yang saat ini beredar.

“Kami tentunya meminta semua pihak untuk tidak merujuk dan menyebarluaskan informasi tersebut, serta menunggu informasi resmi tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19,” tegas Nadia.

Sebelumnya, jadwal penyuntikan perdana vaksin Covid-19 akan dilakukan pada 13-15 Januari 2020. Untuk tanggal 13 Januari 2021, penyuntikan vaksin akan ditujukan untuk tiga kelompok, yaitu:

Kelompok 1, terdiri dari para pejabat publik:
Presiden Joko Widodo, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menteri BUMN Erick Thohir, Menlu Retno Marsudi, Mendikbud Nadiem Makarim, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Idham Azis, Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo dan Kepala BPOM Penny Lukito.

Kelompok 2 para pengurus asosiasi profesi dan key opinion leader kesehatan meliputi:
Ketua IDI Daeng M Fakih, Ketua PPNI Harif Fadilah, Ketua PP IBI Emi Nurjasmi, ahli vaksin milenial Dirgayuza Rambe, Ketua Muhammadiyah Covid-19 Commad Center Agus Syamsuddin, Ketua Satgas NU Peduli Covid-19 Muhammad Makky Zamzami, Najwa Shihab, dr.Tirta, Bunga Citra Lestari, Raffi Ahmad.

Kelompok 3 adalah tokoh agama:
Ketua PBNU Marsudi Syuhud, Perwakilan Muhammadiyah, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Ustadz Das’ad Latief, Perwakilan Organisasi Kristen, Katolik, Hindu dan Budha.

Lalu, pada 14 dan 15 Januari, juga ada tiga kelompok yang akan disuntik vaksin, yakni:
Kelompok 1 adalah pejabat publik daerah: Gubernur, Kepala Dinas Kesehatan, Sekda Pangdam, Kapolda, Dirut RSUD Rujukan Covid-19.
Kelompok 2: pengurus asosiasi profesi tenaga kesehatan dan key opinion leader kesehatan daerah.
Kelompok 3: tokoh agama daerah meliputi perwakilan NU, Muhammadiyah, perwakilan organisasi Kristen, Katolik, Budha dan Hindu.

Jokowi mengatakan, pelaksanaan vaksinasi masih tetap menunggu izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Oat dan Makanan (BPOM) dan kajian halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Apabila izin sudah keluar, vaksin gratis secara bertahap, kita laksanakan,” ujar Jokowi.

BACA JUGA Erick Thohir Umumkan 100 Juta Vaksin Covid-19 Bio Farma Dapat Sertifikat dari BPOM

Rangkuman Pihak Tidak Bisa Terima Vaksin

Stok vaksin juga telah didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia. Proses vaksinasi dilakukan setelah vaksin mendapat izin EUA. Ada sejumlah kelompok prioritas yang ditetapkan sebagai penerima vaksin. Akan tetapi, tidak semua orang bisa dilakukan vaksinasi.

Sebelum divaksin, peserta menerima penjelasan serta menandatangani surat persetujuan, serta bersedia mengikuti aturan dan jadwal imunisasi.

Mereka yang tidak bisa diberikan vaksin Sinovac adalah orang yang sudah pernah terpapar Covid-19. Selain itu, ibu hami dan menyusui, menjalani terapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah dan penyakit jantung.

Selain itu, penderita penyakit autoimun (lupus, sjogren, vasculitis). Penderita ginjal, penderita reumatik autoimun, penderita penyakit pencernaan kronis, penderita penyakit hipertiroid, penderita kanker, kelainan darah, defisiensi imun, dan penerima transfusi.

Penderita gejala ISPA (batumk, pilek, sesak nafas) dalam tujuh hari terakhir sebelum vaksinasi. Mereka yang menderita diabetes militus, penderita HIV, dan penderita penyakit paru (asma, tuberkolosis).

Adapun mereka yang memiliki gangguan psikomatis Mimi menjelaskan risiko yang terjadi adalah respon stress sebelum, saat dan sesudah vaksin.(*)

Sumber : kompastv/tribunnews
Editor : Dedy Suwadha

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO Combo Sakti Telkomsel