WhatsApp Berlakukan 7 Kebijakan Baru per 8 Januari 2021, Tidak Berkenan Silahkan Delete

933
WhatsApp
WhatsApp

WARTAKEPRI.co.id – Terhitung 8 Februari 2021, WhatsApp akan memberlakukan kebijakan privasi baru. Bagi yang tidak berkenan dengan aturan main baru di aplikasi chatting milik Facebook ini, pengguna diizinkan menghapus akun.

Kebijakan privasi baru ini memungkinkan pihak aplikasi membagi data pengguna dengan Facebook. Data inilah yang kemudian digunakan oleh Facebook untuk menghasilkan uang dari WhatsApp. Selama ini Facebook memang belum hasilkan uang. Pendapatan Facebook datang dari WhatsAppBusiness.

Meski berbagi data, fitur keamanan end-to-end encryption tetap terpasang di Whats App. Dengan fitur ini maka pesan yang terkirim hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerima, Whats App sendiri tidak bisa membaca isi pesan pengguna.

Berikut 7 poin penting kebijakan privasi baru WhatsApp yang perlu kamu ketahui, seperti dikutip CNBC Indonesia dari GadgetNows, Jumat (8/1/2021):

PKP HIMALAYA

1. Perubahan kebijakan privasi

Whats App akan menghadirkan tiga perubahan dalam kebijakan barunya. Yaitu: bagaimana perusahaan memproses data pengguna, bagaimanan bisnis dapat mengakses layanan Facebook untuk menyimpan dan mengelola obrolan Whats App, dan nantinya akan lebih banyak integrasi Whats App dengan produk Facebook lainnya.

2. Data WhatsApp yang dikumpulkan

Berdasarkan kebijakan privasi baru, Whats App akan mengumpulkan data hardware (perangkat keras) soal level baterai, kekuatan sinyal versi aplikasi, informasi browser, jaringan seluler, informasi koneksi (termasuk nomor telepon, operator seluler atau ISP), bahasa dan zona waktu, alamat IP, informasi operasi perangkat, dan pengidentifikasi (termasuk pengidentifikasi unik terhadap Produk Perusahaan Facebook yang dikaitkan dengan perangkat atau akun yang sama).

BACA JUGA WhatsApp Hadirkan Fitur Pesan Sementara, Pesan akan Hilang 7 Hari Jika Fitur Dinyalakan

3. Informasi yang dibagikan ke Facebook

Hampir semua data yang dikumpulkan Whats App akan dibagikan ke Facebook. Kebijakan Privasi menyampaikan akan membagian mulai nomor ponsel, alamat IP, hingga informasi perangkat.

“Informasi yang kami bagikan dengan Facebook Companies termasuk informasi registrasi aku (seperti nomor ponsel), data transaksi, informasi yang terkait dengan layanan, informasi mengenai cara berinteraksi dengan pengguna lain (termasuk bisnis) ketika menggunakan layanan termasuk informasi lain yang kami kumpulkan berdasarkan persetujuan pengguna,” seperti dikutip dari kebijakan privasi baru WhatsApp.

4. Belum Munculkan Iklan

Sampai sejauh ini, WhatsApp masih belum mengizinkan iklan spanduk pihak ketiga di platformnya dan belum punya niat untuk mengenalkan layanan itu. Namun, “jika kamu melakukan itu, kami akan ubah kebijakan privasi ini,” ungkap WhatsApp. Jadi ada potensi iklan akan muncul di WhatsApp.

5. Data yang akan Disimpan WhatsApp

Kebijakan privasi Whats App mengungkapkan mereka akan mengumpulkan data alamat IP, dan informasi lain seperti kode area nomor ponsel meski pengguna tidak mengaktifkan fitur lokasi pengguna. Ini untuk memperkirakan kota atau negara pengguna.

Facebook juga mengungkapkan akan menyimpan dana pengguna di Pusat Data global Facebook termasuk yang ada di Amerika Serikat (AS).

6. Hapus akun WhatsApp tak Amankan data kamu

´┐╝Bila kamu menghapus akun Whats App secara langsung bukan berarti data kamu juga menghilang. Pengguna harus mengambil semua data dari WhatsApp untuk kemudian dihapus sendiri.

“Ketika kamu menghapus data, itu tidak akan mempengaruhi informasi kamu yang berkaitan dengan grup percakapan yang dibuat atau informasi kamu yang dimiliki oleh pengguna lainnya seperti salinan pesan yang pernah dikirimkan,” tulis WhatsApp.

7. Hati-hati berinteraksi dengan WhatsApp Business

Dengan perubahan kebijakan privasi ini, ketika pengguna berinteraksi dengan WhatsApp Business, beberapa pengguna lain bisa melihat konten kamu bagikan. Artinya kamu tidak bisa memastikan bagaimana data itu digunakan.(*)

Sumber : CNBC

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel