Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo Diprediksi Politisi PKB Calon Kuat Kapolri Gantikan Idham Aziz

219
Listyo Sigit
Kabareskrim Listyo Sigit Rekontrusi Perkara Penyerangan Pengawal MRS ke Polisi Terbuka ke Semua Pihak

WARTAKEPRI.co.id – Sosok Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo diperdiksi akan menguat akan menjadi Calon Kapolri pengganti Jenderal Polisi Idham Aziz. Prediksi jadi Kapolri ini merupakan versi dari politis PKB.

Anggota Komisi III DPR Jazilul Fawaid memprediksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal menunjuk Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi calon Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis yang akan pensiun pada akhir Januari 2021.

“Insya Allah satu nama, Pak Listyo Sigit calon kuat,” ujar Jazilul saat dihubungi, Jakarta, Senin (11/1/2021) seperti dilansir Tribunnews.com.

Namun, Jazilul mengaku komentara terkait Komjen Listyo akan menjadi calon tunggal yang diusulkan Presiden ke DPR, tidak bermaksud mendahului Tuhan dan Jokowi.

“Sekali lagi saya menyampaikan ini, tanpa bermaksud mendahului takdir Allah dan ketentuan Presiden,” tutur Wakil Ketua Umum PKB itu.

Terkait waktu penyampaian nama calon Kapolri dari Presiden ke DPR, Jazilul memperkirakan diserahkan pada Rabu (13/1/2021).

“Hemat saya, mungkin Rabu (13/1/2021) keramat itu, kita tunggu saja. Semoga yang terbaik yang diusulkan dan dipilih jadi Kapolri,” papar Jazilul.

Lalu, seperti apa profil dari Kabareskrim, Komjen Listyo Sigit Prabowo dan rekam jejaknya tugasnya selama ini:

BACA JUGA Kapolri Jenderal Idham Azis Berikan Bintang Bhayangkara Utama kepada Menpan RB dan Menteri ATR/BPN

Biodata Listyo Sigit

1. Listyo Sigit Prabowo lahir di Ambon, Maluku, 5 Mei 1969 sehingga kini ia berusia 51 tahun.

2. Listyo Sigit Prabowo adalah alumni Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1991. Beberapa rekan seangkatannya adalah Brigjen Krishna Murti, Brigjen Fadil Imran, Irjen Pol M Iqbal, termasuk Brigjen Prasetijo Utomo, sosok jenderal yang membantu Djoko Tjandra.

3. Listyo Sigit adalah lulusan S2 Universitas Indonesia (UI) dengan judul tesis tentang penanganan konflik etnis di Kalijodo, Jakarta.

4. Perjalanan karier Listyo Sigit terbilang cukup moncer di angkatannya. Setela lulus, karier Listyo dimulai sebagai anggota Polres Tangerang yang kala itu masih berpangkat Letnan Dua (Letda).

5. Pada 1998, ia telah menjadi Kepala Pusat Komando Pengendalian Operasi (Kapuskodalops) di Polres Tangerang. Kala itu, ia berpangkat sebagai Kapten atau setara dengan Ajun Komisaris Polisi (AKP).

6. Listyo Sigit pernah beberapa kali menduduki jabatan di daerah Jawa Tengah. Semula pada 2009 menjabat sebagai Kapolres Pati.

7. Kapolres Sukoharjo pada 2010 lalu menjadi Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Semarang.

8. Pada 2011, Listyo Sigit menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta saat Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo.

9. Kemudian, pada 2012, saat Jokowi menjabat Gubernur DKI Jakarta, Sigit Prabowo dirotasi ke Jakarta untuk menjabat sebagai Asubdit II Dit Tipdum Bareskrim Polri.

10. Di tahun berikutnya, Listyo Sigit Prabowo bertugas di Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara.

11. Listyo Sigit merupakan satu di antara perwira yang dekat dengan Jokowi. Kedekatan keduanya terjalin saat Listyo Sigit menjabat sebagai Kapolresta Solo di mana Jokowi menjadi wali kotanya.

12. Saat menjabat sebagai Kapolresta Solo, Listyo Sigit pernah menangani kasus bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton. Maka, saat Jokowi terpilih menjadi presiden pada 2014, Listyo diangkat sebagai ajudan presiden.

13. Saat itu, Kapolri Jenderal (Purn) Sutarman mengajukan empat nama sebagai calon ajudan dan Jokowi langsung menunjuk Listyo Sigit.

14. Dua tahun menjadi ajudan Jokowi, Listyo Sigit dimutasi menjadi Kapolda Banten dan mendapat kenaikan pangkat menjadi brigadir jenderal.

15. Setelah itu, ia mendapat promosi sebagai Kepala Divisi (Kadiv Propam) pada 2018 dan resmi menyandang pangkat bintang dua atau inspektur jenderal.

16. Kemudian, Listyo ditunjuk sebagai Kabareskrim oleh Idham Azis pada 6 Desember 2019.

Tangkapan Menonjol adalah Djoko Tjandra

Keberhasilan menangkap buronan kelas kakap Djoko Tjandra menjadi catatan penting dalam perjalanan karier Listyo Sigit. Pada posisi ini, Listyo Sigit menjemput langsung Djoko Tjandra memakai pesawat jet khusus dari Malaysia ke Indonesia.

Listyo Sigit tampak turun bersama Djoko Tjandra dengan pesawat khusus berwarna putih di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Jenderal bintang tiga itu ditemani juga bersama pejabat utama polri.

Dia mengatakan, penangkapan itu sekaligus sebagai upaya polri untuk menuntaskan kasus tersebut. Sebaliknya, kata dia, kasus tersebut menjadi fokus Presiden Jokowi.

“Bapak Presiden memerintahkan untuk mencari keberadaan Djoko Tjandra di manapun berada dan segera untuk dituntaskan.”

“Sehingga semua menjadi jelas atas perintah tersebut, maka Pak Kapolri bentuk tim khusus yang kemudian secara intensif cari keberadaan,” katanya.(*)

Sumber : Dirangkum dari tribunnews/kompas serta lainnya
Editor : Dedy Suwadha

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI