Walikota Rudi Canangkan Vaksin Covid, Kemenag Batam Minta Umat Islam Tak Pelu Khawatir

246

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Pemerintah Kota Batam, mensosialisasikan penerapan vaksin covid 19 di Kota Batam. Pelaksanaan Vaksin Batam dimulai 14 dan 15 Januari 2021. Vaksin bermerk Sinovac yang sudah berada di Kota Batam ini, menurut Walikota Batam, HM Rudi SE., MM akan diberikan kepada tenaga medis.

“Ini sesuai dengan instruksi dari Menteri Kesehatan, kita di daerah hanya menjalankan saja sesuai perintah,” ujar Rudi di hadapan Ketua DPRD Kota Batam, segenap Forum Pimpinan Daerah Kota Batam, tokoh agama, tokoh masyarakat serta kalangan kesehatan.

BACA JUGA Komisi Fatwa MUI Tetapkan Vaksin Covid-19 Sinovac Halal dan Suci Digunakan

Dalam sosialisasi tersebut, orang nomor satu di Kota Batam ini meminta kepada tenaga medis untuk menjelaskan secara detail, kenapa vaksin sinovac yang dipilih untuk diberikan pada masyarakat Indonesia.

“Vaksin Sinovac ini merupakan vaksin yang paling aman dibanding vaksin-vaksin lainnya. Vaksin sinovac, dibuat dari virus corona 19 yang hidup, namun tidak aktif, sehingga ketika vaksin dimasukkan ke tubuh manusia, vaksin akan membentuk kekebalan atau anti bodi dengan sendirinya,” ungkap salah seorang ahli medis yang hadir.

Sementara vaksin-vaksin yang lain, lanjutnya, ada yang dibuat dari virus corona aktif, ada juga yang dibuat dari bagian virus corona.

“Kalau yang aktif, kita khawatirkan akan menjadi ganas, berlawanan pada saat dimasukkan dalam tubuh, sementara yang hanya dibuat dari bagian virus corona, tentu kurang sempurna, bahkan hanya bisa berfungsi pada suhu-suhu tertentu, yang tidak memungkinkan di Indonesia,” lanjutnya.

Ditambahkannya lagi, vaksin Sinovac sudah diuji coba diberbagai negara, dan hingga saat ini belum ada keluhan atau kematian yang diakibatkan oleh vaksin ini.

“Brazil sudah selesai divaksin, aman-aman saja, tidak ada keluhan kematian, di beberapa negara juga sudah selesai,” ungkap dokter ini.

Kalau dampak atau efek samping akibat vaksinasi, ia mengatakan hal yang wajar.

“Ya kalau disuntik pasti nyeri, kalau efek sampingnya ada yang pusing, ada yang sampai demam, itu masih dalam kewajaran, tapi, tidak ada yang sampai membahayakan apa lagi menimbulkan kematian,” tegasnya.

Walikota Batam, HM Rudi menekankan, untuk tahap pertama ini, yang akan divaksin yakni tenaga medis.

“Kita masih menunggu, setelah tenaga medis siapa lagi yang akan divaksinasi, karena kita juga ikut instruksi dari pusat,” sebutnya.

Tapi Rudi berharap semua warga Batam, dalam waktu dekat dapat divaksinasi secara keseluruhan.

“Kita ingin corona ini hilang dari Batam, untuk itu, saya berharap semua warga dapat divaksin dalam waktu dekat,” harapnya.

Hanya orang dengan kriteria yang dilarang saja menurutnya yang tidak akan divaksin.

Seperti memiliki riwayat sakit jantung dan sakit kronis lainnya, memiliki riwayat epilepsi, memikirkan riwayat hypertensi, sedang hamil, menyusul dan berencana hamil dalam waktu dekat.

“Diluar daripada ketentuan-ketentuan itu, siapa pun yang berusia 18 hingga 59 tahun, akan kita vaksin, kita ini satu keluarga besar, kalau satu sakit, maka semua akan sakit, kalau satu sembuh, maka semua akan sembuh,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto SH, MH, mendukung sepenuhnya langkah dari Pemerintah Kota Batam.

“Tidak perlu takut, tidak perlu ragu, karena apapun yang dilakukan oleh pemerintah adalah demi kebaikan masyarakat,” ungkap pria yang akrab disapa Cak Nur ini.

Dilanjutkannya, pemerintah tidak akan pernah mencelakakan masyarakatnya, pemerintah akan membuat masyarakat lebih baik.

“Kalau bisa, saya mau berada dibarusan pertama orang-orang yang imut divaksin,” ungkapnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, H. Zulkarnain, S. Ag., MH menjelaskan, masyarakat muslim Kota Batam tak perlu khawatir, karena MUI telah berfatwa bahwa vaksin Sinovac ini Halal dan Toyib.

“Vaksin ini halal dan baik atau aman untuk digunakan, saat ini hanya tinggal. Menunggu kajian di BPPOM saja, ” ujarnya.

Sesuai instruksi dari pusat, vaksinasi akan dilaksanakan pada 14 dan 15 Januari 2021.

“Insya Allah, Mudah-mudahan gelombang kedua pada bulan Maret, semua warga Kota Batam dapat divaksinasi,” harap Walikota Batam, HM Rudi.

Untuk menekan angka penambahan covid 19 Kota Batam, Rudi mengatakan pihaknya akan kembali memperketat protokol kesehatan.

“Kita akan lebih ketatkan lagi, tim akan bergerak ke tengah-tengah masyarakat lagi, bersama instasi terkait, TNI dan Polri, ini dilakukan demi kesehatan warga Batam,” tutupnya. (bos)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO Combo Sakti Telkomsel