Ketua DPC Demokrat Karimun Dipecat, Supriadi Sebut KLB Menunjukkan Berpolitik Tidak Mendidik

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Kisruh yang terjadi di internal Partai Demokrat menimbulkan berbagai wacana. Termasuk akan adanya kongres luar biasa (KLB) yang digagas para kader, termasuk kader yang berasal dari DPC Karimun.

Penyelenggaraan KLB diinginkan Barisan Massa Demokrat dengan tujuan mengganti kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sah. Wacana KLB pun dinilai menjadi solusi mengatasi kisruh internal partai berlambang mercy tersebut.

PKP EXPO

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Kabupaten Karimun, Iwan Kusuma Atmaja, dipecat dari jabatannya sebagai Ketua sejak Minggu (7/3/2021), karena ikut serta hadir dalam pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat 5 Maret 2021.

Buntutnya adalah pemecatan dilakukan terhadap dua kader Demokrat di Kepri, yakni Apri Sujadi dan Iwan Kusuma Atmaja yang merupakan ketua DPC Demokrat Karimun.

Ketua badan pembinaan organisasi kederirasi dan keanggotaan cabang DPC Demokrat Karimun, Supriadi mengatakan, KLB yang digelar tersebut menurutnya dinilai telah menyalahi peraturan pada tubuh partai besutan SBY yang di dirikan sejak 9 September 2001 tersebut.

“KLB dilaksanakan sah-sah saja, namun harus melalui tahap dan mekanisme yang ada sesuai dengan AD/ART partai. Dari apa yang dihadirkan, akhirnya menunjukan kepada masyarakat berpolitik yang tidak mendidik serta mengedukasi,” kata Supriadi, Senin (8/3/2021).

Supriadi menyebut, apa yang diperlihatkan dalam pelaksanaan KLB tersebut jelas-jelas menunjukan cara-cara berpolitik yang tidak santun dan inkonstirusional. Belum lagi, Moeldoko sendiri yang notebenenya, bukan merupakan kader Demokrat.

“Moeldoko yang pada dasarnya bukan merupakan kader partai Demokrat. Sehingga cara berpolitik yang kotor terlihat jelas pada saat ini,” ungkapnya.

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya masih mengakui AHY sebagai ketua umum DPP pusat yang sah secara struktur di partai Demokrat. Di samping adanya perbedaan pendapat, namun komitmen tetap mengakui struktur partai Demokrat yang lama.

“Cara-cara yang dilakukan seharusnya mengedepankan politik yang santun dan beradab, terlebih partai Demokrat sendiri ramah dan welcome, sesuai yang dianut oleh partai Demokrat. Hari ini kita memandangnya memang biadab,” pungkasnya. (az).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24