Waspada! Ratusan Lubang di Jalur Ranai-Trans Batubi Natuna Mengancam Nyawa

289
Jalan berlubang di Betubi Natuna
Jalan berlubang di Betubi Natuna

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Jalur Lintas Batubi dari Air lengit hingga Kota Ranai dipenuhi ratusan lubang. Akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir serta beban berat Mobil Proyek yang lalu lalang.

Pantauan Media,‎ di sejumlah ruas jalan terdapat lubang dengan kedalaman dan diameter bervariasi. Hal itu di antaranya terlihat diruas jalan Tapau dan jalan menuju Batubi, Kabupaten Natuna.

Di beberapa titik ruas jalan yang menuju ke arah Ranai, ‎kondisi aspal jalan banyak yang sudah mengelupas karena digerus hujan dan beban kendaraan berat hingga menyisakan lubang dikala Hujan terpantau seperti Kubangan. Kondisi tersebut membahayakan para pengendara yang melintas jika tidak berhati-hati, terutama pengendara sepeda motor.

Darman (54) Warga Batubi mengatakan aspal rusak di jalan dari Tapau menuju Batubi sudah sangat lama tidak diperbaiki. Jalan yang rusak ini, kata dia, semakin parah jika hujan turun.

“Sudah lama juga tidak diperbaiki, pinggir-pinggirnya banyak juga yang rusak dan bahaya kalau lagi digenangi air saat hujan. Hingga kini belum juga dapat perhatian,” katanya.

BACA JUGA Lori Terbalik di Jalan Trans Batubi Natuna, Warga Keluhkan Jalan Berlubang

Sementara Kepala Dinas PUPR kabupaten Natuna, Helmi Wahyuda Kepada Media ini menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengajukan usulan perbaikan untuk jalan Trans Batubi ke Provinsi Kepri.

“Kita sudah ajukan termasuk jalan trans Batubi, namun sampai saat ini memang belum ada realisasinya, apakah terkendala masalah anggaran atau tidak, kita belum tau,” ujarnya. Berapa Hari lalu, Di Ranai.

Helmi mengatakan setiap tahun pihaknya tetap mengajukan usulan terkait perbaikan sejumlah jalan provinsi di daerah ini, minimal ada pemeliharaan.

Terkait anggaran pemeliharaan jalan tiap tahunnya, Helmi mengaku ada. Namun itu tidak lewat anggaran APBD Natuna, melainkan dari pihak provinsi langsung ke rekanan.

Sementara yang diketahui untuk teknis pemeliharaan jalan trans Batubi sendiri sampai saat ini hanya berupa tambal sulam beberapa titik yang berlubang.

Warga menilai hal tersebut tidak efektif, sebab baru beberapa bulan saja hasil tambal sulam tersebut sudah kembali berlubang, dan kerusakan semakin melebar. (Rky)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel