Fakta Pesawat Tempur F-18 Hornet Viral Diduga Melintasi Natuna, Padahal Panglima TNI dan Kapolri Lagi di Natuna

Pesawat F-18 Hornet
Pesawat F-18 Hornet
PKP Online

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Informasi melintasnya pesawat tempur asing di Wilayah perairan Natuna jadi perbincangan dan pemberitaan media di Indonesia. Tidak diketahui kapan kejadian, namun foto dan video pesawat tersebut viral di group group media sosial.

Atas foto dan video tersebut, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (AU) Marsma TNI Indan Gilang mengatakan ada pesawat tempur asing jenis F-18 Hornet terbang di atas Perairan Natuna, Kepulauan Riau. Kini TNI masih mendalami peristiwa tersebut.

Pesawat asing itu melintas pada Selasa (6/4/2021) kemarin tepatnya pukul 16.15 WIB yang berjarak sekitar 169 mil di sebelah barat Kepulauan Natuna. Meski demikian, Indan Gilang menuturkan bahwa pesawat itu tak melintas di wilayah teritori Indonesia melainkan di wilayah udara internasional.

Marsma TNI Indan Gilang memastikan bahwa pesawat itu kerap digunakan tentara Amerika Serikat. Pihaknya menyatakan masih mendalami lebih lanjut terkait temuan tersebut.

BACA JUGA Panglima TNI Resmikan Pangkalan TNI Ranai dan Kukuhkan Letkol Laut Ahmad Taufik Komandan KRI Alugoro-405

Panglima TNI di Natuna

Namun, pada Selasa (6/4/2021) Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., dan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo., M.Si., melaksanakan peninjauan kegiatan Vaksinasi terhadap Personel TNI – Polri di Hanggar Intergarasi Lanud Raden Sajad Kepulauan Riau .

Sebelum melaksanakan peninjauan vaksinasi Panglima TNI dan Kapolri menghadiri Upacara Peresmian Kapal, Pengukuhan Komandan KRI Alugoro-405 di Selat Lempa Dermaga TNI AL.

Acara dilanjutkan Penandatanganan Prasasti pembangunan Mako Guspurla Koarmada I dan Posko Keamanan Laut Terintegrasi Bersama Dengan Panglima TNI, Serta Acara Peletakan Batu Pertama di Mako Guspurla Koarmada I dan Posko Keamanan Laut Terpadu.

Kegiatan ini menjadi moment yang bersejarah ketika Panglima TNI & Kapolri secara bersama sama meletakan Batu Pertama dalam Pembangunan ini serta menjadi wujud nyata Sinergisitas antara TNI & Polri dalam menjaga keamanan hingga ke Pulau terluar Indonesia .

Kemudian Saat tiba di Hanggar Intergarasi Lanud Raden Sajad Kepulauan Riau, Kapolri langsung meninjau pelaksanaan vaksinasi mulai dari pendaftaran hingga observasi.

Pesawat F-18 Hornet

Penelusuran dan dikutip dari CNN Indonesia, Pesawat F-18 Hornet merupakan pesawat tempur yang didesain dalam dalam segala cuaca di berbagai negara. Pesawat itu dirancang untuk berbagai oleh perusahaan Boeing pada 1980-an.

F-18 telah digunakan dalam skuadron serangan tempur di Korps Marinir Amerika Serikat, Tim penerbangan Angkatan laut (Blue Angles), dan berbagai peran pendukung armada lainnya.

Hornet kerap menunjukkan kemampuannya sejak awal dioperasikan. Seperti pada penggunaan operasi saat badai dan gurun, di mana pesawat itu menembak pesawat musuh dan membombardir target di darat.

Mengutip America’s Navy, pesawat F-18 Hornet menjadi andalan bagi Korps Marinir AS dan mendukung penyebaran operasional di seluruh dunia. Pesawat tempur F/A 18 Hornet merupakan pesawat taktis yang cocok dalam segala cuaca yang memiliki mesin ganda, bersayap tengah dan cocok ditempatkan di kapal induk.

Dikutip Boeing, Hornet memiliki kemampuan, fleksibilitas, dan kinerja yang diperlukan untuk memodernisasi angkatan udara atau angkatan laut negara mana pun.

Dua model dari pesawat F-18 seri E dan F mampu melakukan hampir semua misi dalam spektrum taktis, termasuk superioritas udara, serangan siang maupun malam.

Dalam mode tempurnya, F-18 digunakan sebagai pengawal pesawat tempur dan sebagai armada pertahanan udara. Dalam mode serangnya digunakan untuk proyeksi kekuatan dan sebagai dukungan udara jarak dekat.

F-18 Hornet menyelesaikan penerbangan pertamanya pada tahun 1978 dan digunakan oleh operasonal Korps Marinir pada tahun 1983, dan Angkatan Laut AS pada tahun 1984.

F/A 18 seri A dan C merupakan pesawat tempur yang didesain dengan kursi tunggal, sedangkan pada F/A18 B dan D didesain untuk dua kursi pilot. Kedua model ini kerap digunakan untuk serangan udara, kontrol udara taktis, dan misi pengintaian.

Pada April 2018 lalu Angkatan Laut AS mengumumkan tidak lagi memakai pesawat F/A 18C sebagai pesawat tempur.(*)

Editor : Dedy Suwadha

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel