Gas Elpiji Tiga Kilogram Sulit, Masyarakat Karimun Menjerit

Warga RT. 03, RW. 01, Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengantri panjang untuk mendapat tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram. (Foto : Aziz Maulana).
PKP Online

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram atau biasa disebut gas melon kembali langka di beberapa tempat di wilayah Kabupaten Karimun. Akibatnya, warga yang kesulitan tersebut akhirnya, terpaksa harus menggunakan minyak tanah (mitan) sebagai pengganti bahan bakar gas.

Meski ketersediaan minyak tanah mencukupi, namun harganya yang sangat mahal sehingga warga rupanya tak punya pilihan lain menjadikan mitan sebagai bahan bakar untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

“Kami rakyat kecil sangat kesulitan untuk mendapatkan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram, sudah keliling Karimun tetap tidak ada,” kata salah satu warga RT. 03, RW. 01, Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat Kabupaten Karimun, bernama Ida, Rabu (7/4/2021).

Karena menurutnya sudah sepekan ketersediaan gas elpiji tersebut menghilang di pasaran.

“Dipakai sendiri untuk masak, besar harapan agar ketersediaan stok gas elpiji ada, karena minyak tanah sudah mahal, kami masyarakat kecil tidak mampu untuk membelinya,” ungkap Ida.

Sementara itu, salah satu agen pangkalan LPG 3 kilogram, Aprianto berharap agar dilakukan penambahan kuota.

“Ini sudah hampir sepekan gas elpiji tidak masuk, sehingga warga yang membeli membludak, dan harus mengantri panjang,” kata Aprianto.

Sehingga menurutnya dengan antrian tersebut, perlu dilakukan pendataan bagi warga yang membeli gas elpiji ukuran 3 kilogram tersebut.

“Mulai dari nama, tinggalnya dimana, karena ketersediaan stok gas elpiji di agen kami terbatas, hanya 200 buah,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun, Muhammad Yosli mengatakan bahwa, dalam waktu dekat ini akan masuk 16 Load Order (LO) atau sekitar 9000 tabung, dan sudah di distribusikan 2000 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram.

“Besok akan di distribusikan kembali oleh PT. CNI, dan pada hari berikutnya akan di salurkan kembali oleh PT. BAS,” ujarnya.

Sehingga diharapkan kepada masyarakat Kabupaten Karimun tidak perlu mengantri, karena seluruh pangakalan besok akan masuk, dan sudah pasti terjamin, terlebih menjelang bulan puasa Ramadhan.

“Menjelang puasa Ramadhan ini, ketersediaan tabung gas sebanyak 17.000, sehingga warga tidak perlu panik, dalam waktu satu minggu ini tabung gas sudah masuk secara keseluruhan,” tandasnya.

Yosli juga menghimbau kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) beserta masyakarat mampu, agar tidak menggunakan tabung LPG 3 kilogram.

“Tabung LPG 3 kilogram ini hanya diperuntukkan bagi warga yang tidak mampu, dan bagi masyarakat mampu dapat menggunakan tabung gas elpiji yang 12 kilogram saja,” tandasnya. (Amn).

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel