Menjala Udang, Bujang Temukan Mayat, Dugaan Kuat Jenazah TKI

Mayat Mr. X saat dievakuasi oleh nelayan bersama Satpolairud Polres Karimun, Senin (12/4/2021). Menunggu hasil autopsi jenazah di RSUD HM Sani Tanjungbalai Karimun. (Foto : Istimewa)
PKP Online

WARTAKEPRI.co.Id, KARIMUN – Tiga orang nelayan asal Sungai Pasir, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (12/4/2021) pagi, menemukan sesosok mayat dengan posisi tergantung diatas pohon hutan bakau.

Sontak saja, penemuan mayat Mr X tersebut membuat geger warga setempat, pasalnya penasaran dengan identitas pria tersebut. Mayat langsung dievakuasi SAR dari Satpolairud Polres Karimun selanjutnya diserahkan tim medis RSUD HM. Sani Tanjungbalai Karimun, bersama tim Automatic Finger Print Identification System (INAFIS) Polres Karimun, untuk kepentingan visum.

“Laporan dari nelayan, bahwa di hutan bakau perairan Karimun Anak telah ditemukan mayat yang sudah mulai membusuk, berjenis kelamin laki-laki,” terang Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan melalui Kasat Polairud Polres Karimun, Iptu Sabar Binsar Samosir.

Kata Binsar, penemuan mayat Mr X tersebut tepat pada titik Kordinat 1°8.327`N. 103°24.826`E, dengan tiga orang saksi.

“Bujang (28), Rudi (36), serta Aji (24), seluruhnya merupakan warga Sei Pasir Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun,” ungkapnya.

Menurutnya, kronologis kejadian berawal ketika pada Senin 12 April 2021 pukul 10.30 WIB, Bujang bersama kedua rekannya Rudi dan Aji hendak mencari sampah bekas dan menjala udang, di dalam hutan bakau pantai Karimun Anak.

“Selang beberapa saat kemudian, ketiga orang nelayan tersebut mencium bau yang sangat menyengat,” ujarnya.

Bujang bersama kedua rekannya tersebut terus berusaha mencari sumber bau bangkai yang menyengat.

“Tidak lama kemudian, Bujang bersama Rudi dan Aji telah menemukan bangkai manusia dalam posisi tergantung di ranting tanaman bakau tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Arsyad Riyandi menjelaskan, masih menunggu hasil autopsi jenazah untuk mengetahui identitas mayat.

“Mulai dari consecutive sampling,
data yang dibutuhkan dalam proses identifikasi seperti ante mortem, data-data sebelum korban meninggal, dan didapat dari pihak keluarga, meliputi penampilan atau visual korban sebelum mengalami kecelakaan,” paparnya.

Ante mortem sendiri menurutnya bisa meliputi pakaian yang dikenakan, perhiasan, aksesoris, tanda lahir, bekas luka, serta sampel DNA dari anggota keluarga kandung. Dimana dugaan kuat mayat tersebut merupakan jenazah TKI yang hilang diperairan Takong Hiu Karimun.

“Dugaan kuat mayat salah satu TKI yang hilang beberapa waktu lalu,” tandasnya.

Hasil dari pemeriksaan medis sendiri, ditemukan lebam mayat dan berbau, bagian wajah sudah tidak utuh, dan pada bagian tangan kiri sudah tidak utuh, serta bagian kaki tinggal tulang induk. Meninggal diakibatkan adanya cairan penuh pada organ paru-paru. (Amn).

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel