Ragam Satwa Unik Terdapat di Pulau Natuna dari Kekah hingga Lutung

388
Ragam Satwa Unik Terdapat di Pulau Natuna dari Kekah hingga Lutung

WARTAKRPRI.co.id, BATAM – Tidak hanya penemuan Ikan Besar Diduga Gajah Mina terdampar di perairan Natuna Utara baru baru ini.

Ternyata Natuna juga memiliki satwa jenis hewan berkaki Dua yaitu Lutung atau dalam bahasa lain disebut Langgur merupakan kelompok monyet Dunia Lama yang membentuk genus Trachypithecus.

Secara garis besar, lutung tersebar di dua wilayah: Asia Tenggara, India barat daya, Tiongkok selatan, Kalimantan, Bali, India selatan dan Sri Lanka.

Lutung primata endemis yang berbadan langsing, berekor panjang dan terlihat menggemaskan tersebut diketahui keberadaannya di Kecamatan Serasan, Natuna, Provinsi Kepri.

Menurut keterangan salah seorang tokoh masyarakat Serasan, Ahim (50), Lutung kerap menampakkan diri pada saat setelah hujan, bergelayutan dan melompat dari pohon ke pohon ditengah pemukiman warga.

“Warga di sana kerap lihat penampakan Lutung mencari makan pada siang hari, sangat jinak, tidak jarang kami melihat dia bergelayutan di pohon,” ujar Ahim, di Ranai, Berapa waktu lalu.

Keberadaan Lutung di Kecamatan Serasan semakin menguat ketika diakui kembali oleh Aryandi, Kepala Desa Payak, Kecamatan Serasan.

Menurut Aryandi, Lutung Serasan kerap merusak dan memakan tanaman warga. Meski demikian diakuinya warga tidak pernah mencoba untuk membunuh atau menangkap satwa liar tersebut.

“Masyarakat sadar hewan tersebut sudah tergolong langka, jadi tidak ada masyarakat yang menangkap apa lagi membunuhnya,” terang Aryandi.

Aryandi berharap, keberadaan Lutung di Kecamatan Serasan dapat menjadi perhatian dari Pemerintah agar kelestariannya tetap terjaga.

“Ini bisa menarik perhatian wisatawan jika benar-benar di perhatikan Pemerintah, dan masuk dalam icon Kecamatan Serasan,” pungkasnya.

Selain Hewan satwa Lutung hidup di Alam Natuna, dimana negeri terluar Indonesia itu yang memiliki luas wilayah 264.198,37 km2 dengan luas daratan 2.001,30 km2dan lautan 262.197,07 km2. Ranai sebagai Ibukota Kabupaten Natuna.

Ada hewan Kekah atau surili Pulau Natuna adalah sebuah spesies primata dari famili Cercopithecidae.

Primata ini merupakan hewan endemik di Pulau Natuna Besar, Indonesia.

Kekah natuna dipisahkan dari monyet kokah dan menjadi spesiesnya sendiri berdasarkan penelitian primatolog Colin Groves pada tahun 2001.

Pada bagian wajah terdapat bulatan hitam yang mengelilingi bagian mata. Sehingga bila diperhatikan seperti memakai kacamata hitam.

Wajah kekah sangat lucu dan imut. Uniknya, ada yang berpendapat bahwa Kekah tidak bisa dibawa keluar dari Pulau Natuna. Sebab, usia Kekah tidak bertahan lama.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DLH Boy Wijanarko

Tempat terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boy Wijanarko mengaku pihaknya belum melakukan pendataan terkait keberadaan jumlah populasinya di Serasan.

Namun Ia menegaskan, masyarakat dilarang membunuhnya karena merupakan salah satu jenis monyet khas Indonesia yang dilindungi, dan populasinya mulai langka sehingga terancam punah.

“Memang dulu permintaan dari Kades di sana untuk memusnahkan karena sering menggangu tanaman warga, tetapi saya tegaskan hewan itu tidak boleh dibunuh karena sudah dilindungi UU,” ucap Boy.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Bupati Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti. Katanya, Kekah Natuna telah diakui dunia sebagai hewan khas Natuna, dan hanya ada di Pulau Bunguran Besar.

“Seharusnya kita bangga memiliki satwa endemik yang hanya ada di Natuna,” ucap Ngesti.

Namun, dirinya pun menyayangkan, banyaknya perburuan liar dan pembukaan lahan yang dilakukan oleh masyarakat membuat Kekah Natuna kini semakin terancam punah.

“Sepuluh tahun lalu kita masih mudah menjumpai Kekah Natuna bila melewati jalan di daerah Batu Gajah, Bukit Arai ataupun di Ranai Darat. Tapi sekarang sudah sangat jarang kita jumpai lagi pemandangan seperti dulu,” kenang Ngesti.

Dilansir dari Wikipedia, Lutung memiliki warna bulu tubuhnya berlainan tergantung spesiesnya mulai dari hitam dan kelabu, hingga kuning emas.

Jika dibandingkan dengan kakinya, tangan lutung terbilang pendek, dengan telapak yang tidak berbulu.

Ukuran lutung berkisar antara 40-80 cm, dengan berat 5-15 kg; pejantan berbadan lebih besar dari pada betinanya.

Lutung hidup di hutan, terutama hutan hujan. Sehari-hari bergelayutan dan melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, lutung termasuk hewan siang dan sangat aktif pada pagi dan sore hari.

Hewan ini hidup bergerombol antara 5-20-an yang dipimpin oleh seekor jantan. Suara pejantan ini sangat nyaring, ditujukan terutama untuk mengingatkan agar kelompok lain tidak memasuki wilayahnya.

Lutung diketahui termasuk hewan herbivora yang terutama makan dedaunan, buah-buahan, dan kuncup bunga. Bahan makanan yang cenderung keras ini bisa dicerna, karena lutung memiliki empat kamar pada lambungnya.

Biasanya, lutung beranak satu, dengan masa hamil tujuh bulan. Salah satu hal yang menarik dari monyet ini adalah anaknya yang berbulu keemasan, dan dipelihara oleh seluruh betina dalam kelompok.

Seiring dengan bertambahnya umur, warna keemasan pada rambutnya ini akan semakin pudar berganti gelap hingga akhirnya mencapai dewasa pada umur 4-5 tahun. (Rky/adv).

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel