Firmansyah Hadiri Penilaian Pasar Sehat, Konsistensi dan Kesinambungan Peran Stakeholder Terkait

468
Plh Bupati Karimun HM. Firmansyah menghadiri acara penilaian pasar sehat bebas dari bahan berbahaya, yang dilakukan dari analisis perdagangan Kemendagri. (Foto : Istimewa).

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Pelaksana harian Bupati Karimun, HM Firmansyah menghadiri acara penilaian pasar sehat bebas bahan berbahaya, Kamis (15/4/2021). Penilaian pasar sehat bebas bahan berbahaya, dipusatkan pada pasar Teluk Uma sebagai nominator dalam lomba pasar aman dari bahan berbahaya tingkat nasional tahun 2021 tersebut.

Turut serta dihadiri oleh koordinator bidang kemitraan mikro kecil KKP, Tri Arga Wikandono, fungsional analisis kebijakan ahli muda Kemendagri, Santi Laria, analisis perdagangan ahli madya Kemendagri, Ir. M. Anwar Ahcmad, Koordinator Pemberdayaan Organisasi dan Kemasyarakatan PMPU sekaligus Ketua Tim Juri, Ratna Wulandari, Dirut Perumda, Devanamsyam.

Dalam Sambutannya Plh. Bupati Karimun, Firmansyah menyampaikan ucapan selamat datang kepada para tim penilai dalam rangka meneliti atau menguji pasar Teluk Uma sebagai pasar sehat dari bahan berbahaya.

“Selamat bertugas untuk melakukan penilaian terbaik, semoga pasar Teluk Uma menjadi pasar sehat dan bebas dari bahan-bahan berbahaya,” ungkapnya.

Firmansyah juga menyapaikan bahwa, pasar sehat ini tidak akan mampu berdiri sendiri, dimana pasar yang memang terdapat proses usaha yang terintegritet bersinegri seluruh Stakeholder yang ada.

“Diharapkan agar pasar Teluk Uma dapat menjadi panduan atau contoh, agar mampu meningkatkan pasar-pasar lainnya diseluruh wilayah Kabupaten Karimun, pasar sehat dari bahan berbahaya,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Juri Ratna Wulandari menuturkan, pasar yang mempunyai kriteria sehat, bersih dan aman dari bahan berbahaya sangat menguntungkan penjual dan pembeli.

“Bagi penjual yang ada di dalam pasar yang sehat, bersih, dan aman dari bahan berbahaya, akan banyak konsumen yang datang mengunjungi,” ungkapnya.

Sementara itu, bagi konsumen menurutnya dengan berbelanja di pasar sehat akan terbebas dari racun atau bahan berbahaya yang dapat merusak organ tubuh.

“Organ tubuh tidak sehat dan mudah terjangkit penyakit,” katanya.

Lebih dalam Ratna menyebut bahwa, program pasar sehat adalah milik bersama. Bukan hanya milik Pemerintah saja.

“Melainkan juga komunitas pasar dan masyarakat, kunci sukses dan keberhasilan program percontohan pantauan pasar aman dari bahan berbahaya tersebut, yaitu konsistensi dan kesinambungan dari peran serta petugas pasar, Dinas Kesehatan Kabupaten, Badan POM, serta Kemenkes,” tandasnya. (Aman).

Honda Capella

FANINDO