Hj Ngesti: Untuk Wujudkan Piala Adipura di Natuna Diperlukan TPA Sampah Terkelola dengan Baik

31
Piala Adipura di Natuna
Hj Ngesti Untuk Wujudkan Piala Adipura di Natuna

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Wakil Bupati Natuna Hj Ngesti Yuni Suprapti optiimis tahun ini Kabupaten Natuna raih penghargaan piala Adipura 2021. Adipura ini belum mampu ditorehkan agar sama seperti Kota Tanjungpinang dan daerah lain yang telah berapa kali meraih Piala Adipura.

“Adipura adalah supermasi tertinggi di bidang kebersihan dan lingkungan hidup. Memerlukan sinergitas untuk meraih penghargaan ini,” ungkap Negsti, Berapa waktu lalu.

Wabub menyebut ada indikator yang menghambat mimpi Natuna terkendala meraih penghargaan adipura. Indikator itu antara lain, permasalahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

Adipura adalah sebuah penghargaan tertinggi dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup, bagi kota di Indonesia atas keberhasilan dalam pengelolaan kebersihan lingkungan perkotaan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyebutkan, dari waktu ke waktu penyesuaian kriteria terus dilakukan untuk menjaring kota-kota yang benar-benar tepat menyandang gelar kota bersih dan nyaman.

Melalui Program Adipura, seluruh kota di Indonesia diharapkan bisa mencapai sedikitnya tiga hal yakni, penutupan tempat pemrosesan akhir (TPA) yang masih menggunakan sistem pembuangan terbuka (open dumpling) sesuai dengan UU Nomor 18/2018.

Hal kedua yang diharapkan bisa tercapai yakni pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah 70% pada 2025 sesuai Peraturan Presiden Nomor 97/2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Jika dilihat dari sisi pembangunan infrastruktur, Kabupaten Natuna dinilai belum mencapai titik baik. Namun, di sisi pematangannya, Kabupaten Natuna sudah layak meraih piala Adipura pada dimasa mendatang.

Gerobak Sampah -Kadis LH Natuna Boy Wijanarko Varianto

Smentara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko Varianto dalam petemuan bersama awak media berapa waktu lalu di Ranai mengatakan untuk meraih kota adipura itu, merupakan impian pemerintah dan masyarakat Natuna di masa depan.

Namun untuk meraih penghargaan tertinggi dalam penanganan kebersihan dan lingkungan hidup secara nasional tersebut tidaklah mudah, dan banyak yang harus di lengkapi.

Mulai dari pengelolaan sumpah yang baik, didukung ruang terbuka hijau, pemanfaatan ekonomi dari pengelolaan sampah, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara.

Kemudian pengendalian dampak perubahan iklim, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan akibat pertambangan, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, serta penerapan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Untuk meraih kota Adipura tersebut bukan hal yang mudah, dan butuh kerjasama serta kerja keras semua pihak, termasuk partisipasi dari masyarakat. Namun di tahun-tahun mendatang bukan hal yang mustahil bagi Natuna untuk meraih adipura,” ungkap Boy Wijanarko.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Natuna tambah Boy Wijanarko, akan terus dan berupaya meningkatkan berbagai persiapan serta mematangkan berupa koordinasi bagi seluruh stakeholder terkait untuk meraih kota adipura.

Wijanarko menegaskan, bahwa saat ini pihaknya sedang menyusun payung hukum untuk meraih kita adipura.

“Guna mewujudkan impian tersebut diharapkan ada keterlibatan serta kontribusi dari berbagai pihak, baik instansi pemerintah daerah, swasta maupun BUMN yang ada di Kabupaten Natuna. Kita yakin, Kabupaten Natuna mampu meraih kota Adipura dimasa akan datang. Jika kota tetangga saja bisa, kenapa kita tidak?,” kata dia.

Di sisi penanganan sampah sambung Boy Wijanarko, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna mempunyai konsep atau program berupa Tacil Natalin, Milih, dan Gemas Milih.

Di samping itu jelas Boy Wijanarko, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Natuna juga gencar memotifasi dan mengedukasi masyarakat untuk mengelola sampah menjadi nilai ekonomis.

“Dari berjumlah 4 ton hingga 15 ton sumpah perhari, jika di jadikan nilai okonomis, mampu menambah Pendapatan Aali Daerah (PAD) Natuna. Karena 70 persen adalah sampah plastik dan punya nilai ekonomis,” terang dia.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Natuna malalui Asisnten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tasrif menjelaskan untuk mencapai Kota Adipura ada dua indikator pokok yang mesti di lengkapi, yakni indikator kondisi fisik lingkungan perkotaan dalam hal kebersihan dan keteduhan kota.

Kemudian indikator pengelolaan lingkungan perkotaan (non-fisik) yang meliputi institusi, manajemen, dan daya tanggap.

“Kalau bicara masalah Kota Adipura, sebetulnya Kabupaten Natuna sudah mengarah kesana. Itu terlihat dari lingkungan perkotaan yang semakin bersih, termasuk pengelolaan lingkungan perkotaan (non-fisik), seperti institusi, manajemen, dan daya tanggap,” jelas Asisten II, Tasrif, Kamis (10/3) di Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai.

Tasrif berharap agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk sama sama bersinergi mewujudkan Kabupaten Natuna meraih adipura.

“Meraih adipura itu, merupakan impian pemerintah dan masyarakat Natuna kedepan,” pungkas Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Natuna, Tasrif. (Rky)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel