Marsekal Hadi Tjahjanto Nyatakan 53 Awak Kapal KRI Nanggala 402 Gugur

326
Sejumlah kru kapal selam Nanggala-402 dan beberapa senior eks kru Nanggala berfoto bersama di Banyuwangi, Jawa Timur, beberapa hari sebelum berangkat latihan di perairan Bali. Pertemuan di Banyuwangi itu membahas latihan penembakan torpedo yang akan mereka jalani. Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksda I Nyoman Gede Sudihartawan pada Selasa (20/4) mengatakan, Nanggala-402 melakukan latihan penembakan torpedo SUT (surface and underwater target) kepala latihan dan kepala perang. (Foto : Istimewa)

WARTAKEPRI.co.id – Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402 gugur. Hal ini dipastikan berdasarkan bukti-bukti usai proses pencarian KRI Nanggala yang dinyatakan tenggelam.

“Dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala 402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur,” kata Hadi dalam konfrensi pers yang disiarkan tvOne, Minggu, 25 April 2021.

Hadi pun menyampaikan kesedihan mendalam atas gugurnya 53 prajurit. Ia pun berdoa agar keluarga diberikan kesabaran dan keikhlasan.

“Prajurit terbaik hiu kencana telah gugur saat melaksanakan tugas di perairan utara Bali. Saya sampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya,” katanya.

Pemerintah Indonesia, kata Hadi, akan berkoordinasi dengan pihak internasional untuk mengupayakan langkah selanjutnya yakni mengevakuasi KRI Nanggala.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam jumpa pers di Bali, Sabtu, 24 April, mengatakan status KRI Nanggala-402 telah menjadi subsunk (tenggelam) setelah tim pencari melakukan pencarian selama 72 jam.

Sabtu kemarin adalah pencarian hari ketiga sejak KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang kontak pada Rabu dini hari, 21 April di perairan sisi utara Pulau Bali. Sabtu pagi juga merupakan batas akhir life support berupa ketersediaan oksigen bagi kru KRI Nanggala, yakni 72 jam, jika listrik dalam kapal mati total (black out).

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan jika aliran listrik masih menyala, kemungkinan kapasitas oksigen dalam kapal akan tersedia sampai 5 hari dan akan habis kurang lebih pada hari Senin, 26 April 2021.

Yudo mengatakan pencarian kapal saat ini terkonsentrasi di sembilan titik pada perairan utara Bali, yaitu sekitar 40 kilometer dari pesisir Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng.

Sembilan titik itu jadi daerah fokus penyelidikan karena tim pencari sempat menemukan tumpahan minyak, serta mendeteksi daya magnet cukup kuat.(*)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel