Sambut May Day, DPD F SP LEM SPSI Kepri Turunkan 1000 Buruh Ikut Andil Vaksinasi

37

WARTAKEPRI.co.id, BATAM-Ribuan buruh di Batam laksanakan vaksinasi secara serentak dalam rangka menyambut hari buruh nasional atau “May Day” pada 1 Mei 2021. Vaksinasi itu dilaksanakan Sabtu, (1/4/2021)bertempat di Cafe Puas Hati, Batam Centre.

Ketua DPD F SP LEM SPSI Provinsi Kepri, Syaiful Badri Sofyan mengatakan, hari ini merupakan tepatnya hari buruh nasional, dimana seperti biasa melakukan aksi turun ke jalan, namun tahun ini berbeda, buruh tidak turun ke jalan melainkan divaksin.

“Ada 1000 serikat buruh divaksin yang bekerja sama dengan Apindo Kepri yang tergabung dalam serikat buruh di Batam khususnya kepri bahkan mayoritas buruh dan ada dari kalangan pemerintah juga,”ucap Syaiful Badri Sofyan kepada WARTAKEPRI.co.id

Ditambahkannya, tujuan dari vaksinasi para buruh ini, untuk mendukung kemajuan dunia usaha dan menjaga produktifitas di tempat kerja supaya terhindar dari Covid-19.

“Kalau mau mengadakan aksi dengan turun ke jalan, tentu ada berbagai pertimbangan, diantaranya kondisi saat ini masih Covid-19. Sudah jelas akan menimbulkan kerumunan yang sangat banyak,”ujar Syaiful.

Lanjut Syaiful, berkaca pada pengalaman sebelumnya, waktu aksi demo pada masa pandemi, pengurus ada yang terpapar. Makanya banyak kajian negatifnya ketika dilakukan demo terutama pada masa pandemi Covid-19 ini.

“Intinya kalau mau demo pun itu harus ada kaitan dengan positif. Jangan asal turun ke jalan dengan melibatkan kerumunan masa. Kawatir akan terpapar Covid-19,”ucapnya.

BACA JUGA: Walikota Batam Rudi Ucap Selamat Memperingati Hari Buruh Internasional 2021

Dia menjelaskan, memperingati May day tahun ini, sepakat cukup dengan Vaksinasi buruh, berbagi sembako dan bagi bagi takjil untuk sejumlah panti asuhan yang ada di Batam.

“Masih banyak masyarakat yang ragu dan takut vaksin, padahal tidak ada masalah sebenarnya, setelah buruh selesai vaksin kita langsung memberikan sembako. Selain itu juga akan ada pembagian takjil sekitar 1000 dengan titik Batuampar, Muka Kuning, Tanjung Uncang. Lalu berlanjut mengantar sembako ke Panti Asuhan Bida Asri Batam Centre. Isi sembako itu beras, roti, minuman,”ungkapnya.

Syaiful menegaskan bahwa bukan berarti apa yang menjadi konsen serikat buruh diabaikan itu tidak. Aturan PP 35,36,37 salah satunya pesangon wajib diperhatikan juga bagi perusahaan. Selain itu juga ia meminta UU cipta kerja harus dicabut.

“Kedepannya, buruh Batam harus bersatu kompak, istilahnya solidaritas sangat perlu. Tetap bagaimana harus ada regulasi kemajuan dengan skil meningkatkan keterampilan buruh dan perlu untuk mencapai kemajuan harus ada pemahaman bersama,”tegasnya.

Menurut Syaiful, masalah buruh sering muncul karena komunikasi tidak baik. Maka menurut saya lembaga itu jadikan sebagai forum untuk mencari solusi. Saya yakin jika masalah itu bisa selesaikan dengan baik tergantung pada komunikasi.

“Melalui koordinasi dengan pemerintah terkait yakni dinas tenaga kerja kota Batam, menghimbau kepada pihak pengusaha jangan sampai Tunjangan Hari Raya (THR) tidak dibayar. Kalau tidak bayar, maka akan kita lakukan laporan,”ucapnya.

Selain itu, Syaiful menyebutkan bahwa setiap tahunnya selalu ini banyak terjadi tidak terima THR namun para buruh terkadang enggan untuk melapor. Pemerintah selain menghimbau juga harus menyadarkan ke pihak perusahaan.

Untuk itu, pihaknya juga akan menampung dan advokasi seluruh serikat buruh jika adanya masalah THR tidak dibayarkan perusahaan, dengan catatan buat laporan ke kantor serikat buruh baik di Batam maupun Kepri. Akan dibentuk tim pengaduan khusus THR, melalui komunikasi ke kantor secara gratis. (*)

Pengirim:Taufik Chaniago

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel