Empat Tahun Jalani Usaha Kerupuk Atom, Hartono Ekspor Hingga ke Malaysia

503
Bupati Karimun Aunur Rafiq, didampingi oleh pimpinan Bank BRI Karimun, beserta Kadis Disperindag Kabupaten Karimun, meninjau langsung produksi kerupuk atom milik Hartono, warga Meral, Tanjungbalai Karimun. Selama kurun waktu empat tahun memproduksi kerupuk atom tersebut untuk di ekspor ke Malaysia. (Foto : Aziz Maulana)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Meskipun pandemi COVID-19 belum mereda, usaha skala rumah tangga di wilayah Kabupaten Karimun masih terus menjanjikan.

Salah satunya rumah produksi krupuk atom yang di kelola oleh salah satu produsen bernama Hartono, warga Kampung Baru Meral, Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, yang sudah menjalani usahanya selama kurun waktu empat tahun terakhir.

Dengan adanya pemasaran atau pemesanan ekspor ke Johor dan Juga Kuala Lumpur Malaysia, untuk itu Hartono akan melakukan peningkatan industri (produksi), dengan menggandeng bank BRI beserta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karimun.

“Dengan tujuan dapat mempermudah proses peningkatan industri, dalam arti bantuan melalui dana KUR yang di kelola oleh pihak bank BRI,” terang pejabat nomor Wahid dijajaran pemerintah Kabupaten Karimun, Aunur Rafiq, didampingi pimpinan Bank BRI dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdaganan, saat meninjau langsung produksi kerupuk atom, Selasa (18/5/2021).

PKP HIMALAYA

Bupati juga menyampaikan pesan kepada pihak pengelola, agar nantinya setelah dilakukan peningkatan (pengembangan usaha) industri agar tidak lagi dilaksanakan pada tempat yang sama.

“Artinya tidak diproduksi pada tempat yang sekarang ini, disebakan pada lokasi yang sekarang ini masih termasuk perumahan, dikhawatirkan menganggu tetangga yang berada di sekitar industri krupuk atom tersebut,” ungkap Rafiq.

Kemungikanan setelah di lakukan peningkatan industri, kata Rafiq akan di pindahkan pada rumah toko (ruko) yang terletak di daerah Poros.

“Pemerintah daerah dalam hal ini selalu mensuport Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di Kabupaten Karimun, dan baru-baru ini Pemkab Karimun juga telah bekerja sama dengan Bea Cukai dalam ekspor perdana produk olahan ikan, UMKM dengan tujuan negara Singapura,” paparnya.

Disinggung mengenai kendala dan permasalahan, Bupati menyebut untuk usaha kerupuk atom ini salah satu kendalanya pada pengiriman, di kapal laut saja.

“Pasca COVID-19 ini, InshaAllah sebentar lagi kapal kita sudah mulai beroperasi semuanya, sehingga mempermudah untuk akses pengiriman barang,” tandasnya.

Rafiq menambahkan, Pemkab Karimun juga telah melakukan koordinasi dan kerjasama dengan OPD terkait dan juga pihak perbankan, untuk dapat memfasilitasi usaha UMKM yang notabene komoditasnya cukup baik.

“Dengan kualitas dan kuantitas ekspor, untuk dapat bergabung dan nantinya dapat kita ekspor ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura,” kata Rafiq.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Hartono menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus mengapresiasi kepada Pemerintah daerah Kabupaten Karimun, beserta pihak bank BRI.

“Pada kesempatan ini telah melakukan survey, peninjauan langsung ke industri kerupuk atom, guna meningkatkan plafon pinjaman KUR dalam bentuk peningkatan industri,” sebut Hartono.

Hingga saat ini, dirinya telah lama menjadi nasabah bank BRI, dan untuk sekarang akan di lakukan peningkatan plafon pinjaman, demi menunjang peningkatan industri yang nantinya akan di lakukan ekspor ke Johor dan Kuala Lumpur Malaysia.

“Alhamdulillah, hingga saat ini untuk pinjaman terus meningkat, guna pengembangan usaha kerupuk atom ini,” ujarnya.

Aman

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel