Diduga Selundupkan BBM, KM. Selat Perkasa Diamankan Satgas Gombolo-21.I Bersama F1QR Lanal TBK

282
Kapal kayu KM. Selat Perkasa GT.6, yang diduga kuat melakukan penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis HSD dengan muatan 13.000 liiter tersebut, diamankan Tim gabungan pada koordinat 0°57.657' N 103°.24.292'E, pada Sabtu (29/5/2021). (Foto : Istimewa).

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Tim gabungan Satgas Gombolo-21.I bersama F1QR Mako Lanal Tanjungbalai Karimun berhasil mengamankan kapal kayu KM. Selat Perkasa GT.6, di perairan Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (29/5/2021).

KM. Selat Perkasa yang diduga kuat melakukan penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis HSD dengan muatan 13.000 liter tersebut, diamankan Tim gabungan pada titik koordinat 0°57.657′ N 103°.24.292’E.

Tim gabungan berhasil mengamankan tiga orang Anak Buah Kapal (ABK), beserta seorang nahkoda kapal berinisial AP.

Danlanal TBK, Letkol Laut (P) Puji Basuki menjelaskan bahwa, penangkapan KM. Selat Perkasa tersebut berawal dari informasi intelijen bahwa adanya kapal kayu dengan tonase GT.6 yang membawa BBM ilegal.

“Mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis HSD dengan muatan 13.000 liiter,” terang Puji.

Dengan sarana dan prasarana penunjang milik Mako Lanal Tanjungbalai Karimun, kata Puji tim gabungan bergerak cepat dengan menggunakan KAL Pelawan I-4-67, Patkamla V8 serta pancung kayu mesin yamaha 40 PK.

“Dengan gerak cepat tim gabungan berhasil mengamankan KM. Selat Perkasa asal Selat Panjang tersebut,” pungkasnya.

Puji memaparkan kronologis pada Jum’at tanggal 28 Mei 2021, pukul 20.00 WIB, Tim Satgas Gombolo-21.I bersama dengan Tim F1QR Lanal Tanjungbalai Karimun melaksanakan Puldata dilaut, terkait kegiatan ilegal yang melintas di perairan Karimun.

“Pukul 21.00 WIB tim bergerak menuju titik penyekatan dengan terpusat di perairan pulau Tambelas, pulau Babi, dan Selat Gelam,” paparnya.

Dan benar saja, pada Sabtu tanggal 29 Mei 2021 pukul 02.30 WIB, kata Puji Tim melihat secara visual terpantau kapal kayu mencurigakan yang melintasi perairan pulau Tambelas, dan selanjutnya menginfokan kepada KAL Pelawan.

“KAL Pelawan melakukan penghentian terhadap kapal kayu tersebut, dan setelah dilaksanakan pengecekan, kapal tersebut mengangkut BBM ilegal tersebut tanpa dilengkapi manifest, SIB nihil, dokumen kapal pengangkut minyak nihil, Delivery Order (DO) juga kosong,” tandasnya.

Puji menambahkan, rencananya BBM ilegal tersebut akan melakukan bunkering ilegal di wilayah perairan Tanjungbalai Karimun.

“Pukul 04.00 WIB KM. Selat Perkasa beserta ABK dan nahkoda dibawa ke Mako Lanal Tanjungbalai Karimun untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Puji.

Aman.

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel