Kenalan Lewat Facebook, Gadis 16 Tahun Digagahi Pria Pengangguran

258
Wakapolres Karimun, Kompol Isa Imam Syahroni, saat menggelar konferensi pers kasus pencabulan anak dibawah umur, dihalaman Rupatama, Senin (31/5/2021). (Foto : Aman)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Seorang Warga Sungai Lakam Timur Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau diamankan Tim Bison Satreskrim Polres Karimun, Minggu (23/5/3021), di jalan Nusantara Tanjungbalai Karimun.

Pria pengangguran tersebut dibekuk polisi atas laporan pencabulan anak di bawah umur. Pria bertato yang tidak tamat Sekolah Dasar (SD) ini dilaporkan oleh orang tua korban, telah menyetubuhi putrinya.

Peristiwa naas tersebut berawal ketika pelaku menghubungi korban melalui media sosial (Medsos) Facebook. Gadis belia warga Kelurahan Tanjung Batu Kota, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, pergi tanpa berpamitan kepada orang tua. Dan ternyata korban dibawa pelaku ke sebuah tempat kosong dibilangan Puakang, Tanjungbalai Karimun.

“Disitu, pelaku melancarkan bujuk rayu agar korban bersedia melayani nafsu bejatnya,” terang Wakapolres Karimun, Kompol Isa Imam Syahroni, saat menggelar konferensi pers di halaman Rupatama, Senin (31/5/2021).

Kata Imam, korban sempat menolak ajakan pelaku untuk berhubungan intim, namun pelaku terus membujuk dan mengiming-imingi korban bahwa dirinya siap menikahi, kalau korban hamil.

“Akibat bujuk rayu pelaku, korban akhirnya luluh, pelaku berhasil menyetubuhi korban,” ungkapnya.

Tidak sampai disitu saja, kata Imam perbuatan terlarang itupun berulang hingga tiga kali. Hingga akhirnya orang tua korban tidak terima, dan melaporkan pelaku kepada polisi.

“Korban masih dibawah umur, orang tua korban tidak terima dan melaporkan pelaku ke Polres Karimun,” paparnya.

Sementara itu, orang tua korban meminta, pihak kepolisian untuk menghukum pelaku seberat-beratnya.

“Saya hanya meminta, pelaku dihukum seberat-beratnya,” kata ibu korban singkat.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sepasang baju tidur warna biru, sehelai celana bahan kain, sehelai kaos lengan pendek, sehelai celana dalam wanita berwarna pink, sehelai kemeja warna biru, dan sehelai celana pendek warna abu-abu.

Pelaku sendiri akan dijerat dengan pasal 81 ayat (2), Undang-undang nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan Pemerintah pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak. Dipidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 15 tahun, atau denda maksimal Rp 5 miliar.(*)

Editor : Aman

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel