Dukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba, BNN Karimun Gandeng Insan Pers

23
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karimun gelar workshop bersama insan media dalam rangka mewujudkan Kota Tanggap Ancaman Narkotika (KOTAN), Kamis (10/6/2021). (Foto : Aman)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Guna menjalin hubungan dan sinergitas dengan insan pers di wilayah Kabupaten Karimun, Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karimun menggelar Workshop Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bagi media, di gedung Nasional Tanjungbalai Karimun, Kamis (10/6/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karimun menghadirkan narasumber dari Pengadilan Negeri Kelas IIB Tanjungbalai Karimun, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Karimun, serta perwakilan dari Media.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karimun Eryan Noviandi menaruh harapan besar bagi para Jurnalis Karimun, agar dapat memberikan pemberitaan yang tepat dan lengkap tentang permasalahan narkoba yang sedang dihadapi saat ini.

“Realitas yang ada di tengah-tengah masyarakat salah satunya tentang kurangnya pemahaman terkait narkoba,” terang Eryan.

Sehingga menurutnya, peran serta media dapat mendukung penuh upaya dan program dari BNN.

“Karena itulah, peran media sangat besar dan dituntut kreativitasnya untuk menyampaikan pesan-pesan tentang bahaya narkoba,” ungkap Eryan.

Tidak hanya itu, dirinya menyebut terus menjalin koordinasi dengan instansi terkait lainnya, serta melakukan langkah- langkah preventif.

“Peran serta seluruh lapisan masyarakat, untuk bersatu padu guna mendukung penuh progam BNN,” kata Eryan.

Eryan menambahkan, bahwa terdapat dua isu penting yang harus dipahami bersama saat ini. Dirinya menyebut yang pertama masalah supply dan demand.

“Keduanya adalah bentuk kejahatan, akan tetapi yang membedakan adalah penanganannya, guna memutus mata rantai peredaran narkoba,” tutur Eryan.

Terlebih menurutnya, wilayah Kabupaten Karimun yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Malaysia. Jadi, ketika menghadapi demand, yaitu perkara pengguna narkoba yang tertangkap, maka hukumannya adalah tidak ditahan, akan tetapi direhabilitasi.

“Sementara dalam perkara supply, yang berkaitan dengan peredaran narkoba, maka pelakunya harus ditindak dengan keras dan tegas,” ujarnya.

Semetara itu, salah satu peserta Yadi dari media cetak Pos Metro menekankan kepada BNN Kabupaten Karimun, betapa pentingnya menjalin komunikasi, diskusi dan silaturahmi.

“Karena tiga hal inilah yang mendasari untuk menjalin kerjasama dan kemitraan bersama rekan-rekan media, khususnya diwilayah Kabupaten Karimun,” ujarnya singkat.

Aman

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM