Natuna potensial Dijadikan KEK Kelautan, Perlunya Dorong Pemberdayaan Nelayan di SKPT

92

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Direktorat Perizinan dan Kenelayanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan Perikanan RI merespons cepat arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk mendorong meningkatnya pemberdayaan nelayan di SKPT Natuna.

Dimana Pulau Natuna yang merupakan kawasan pulau-pulau terluar dan daerah perbatasan NKRI sangat potensial untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kelautan.

Bersinergi antara KKP dengan BAKAMLA dan ISPIKANI Kepri serta Pemkab Natuna, hari ini 12-13 Juni 2021 di Pulau Subi, Kabupaten Natuna dilaksanakan Bimbingan Teknis Penangkapan Ikan dan Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Nelayan di SKPT Natuna.

Ridwan Mulyana, selaku Direktur Perizinan dan Kenelayanan, dalam arahannya yang dibacakan oleh Koordinator Kelompok Kelembagaan dan Perlindungan Nelayan.

Mahrus mengatakan, bahwa kegiatan diselenggarakan guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia nelayan pulau Subi agar bisa semakin produktif, memiliki peningkatan kompetensi teknologi penangkapan ikan dan bisa sejajar dengan nelayan-nelayan lainnya di Indonesia.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata keberpihakan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam membangun dan memberdayakan nelayan lokal, utamanya nelayan dari Subi. Adapun nelayan yang ikut pelatihan kali ini berjumlah 50 orang” ujar Mahrus saat acara di Kecamatan Subi, Selasa, (12/06/2021) pagi.

Dalam arahan Ridwan beliau juga berpesan bahwa tujuan dilaksanakan pemberdayaan nelayan melalui Bimtek adalah menjalankan amanah UU No. 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam,

serta dalam rangka meningkatkan kompetensi dasar nelayan, dalam melakukan kegiatan penangkapan ikan dengan memperhatikan pengelolan perikanan berkelanjutan, “Pemahaman tentang batas maritim laut dan penibgiatan usaha melalui kelembagaan nelayan,” ungkapnya.

Ridwan berharap dengan Bimtek ini para peserta nelayan Subi akan lebih memahami dan menerapkan keterampilan teknologi penangkapan ikan. “Sehingga hasil tangkapan nelayan kita bisa meningkat produksinya, bermutu tinggi, mempunyai nilai jual yang bagus, dan berkualitas untuk ekspor,” tutupnya kepada Wartakepri.co.id

Masih disampaikan Mahrus bahwa kegiatan berjalan lancar berbagai diskusi dan pengetahuan baru bagi nelayan.

“Alhamdulillah kegiatan bimtek ini bisa berjalan lancar, interaktif, dan tetap melaksanakan protokol kesehatan Covid19,” tutur Mahrus, salah satu perwakilan KKP di lokasi.
Turut hadir dalam pembukaan bimtek Camat Subi Awang, Babinsa Parhan Kades Subi Vero, Kabid Perikanan Tangkap Natuna Dedi damhudi, perwakilan ISPIKANI Kepri dari Kampus Umrah Tanjungpinang, Wahyu, Kabid Inhuker Zona Maritim Barat,

Kolonel BAKAMLA Joni Junaidi, Kepala Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Natuna, Letkol. BAKAMLA Mukhlis, para instruktur BBPI (Balai Besar Penangkapan Ikan) Semarang, dan perwakilan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Iid Afrisal. (Rky)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel