Perusahaan Raksasa Belum Realisasi Lima Tuntutan Warga Kampung Ambat Karimun

303
Masyakarat Kampung Ambat Jaya akan mempersilahkan pengerjaan PT Saipem Indonesia Karimun Branch setelah bersepakat dan tuntutan warga terealisasi. (Foto : Istimewa)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Warga RT 02/ RW 03, Kampung Ambat Jaya, Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau menuntut lima poin, yang belum di realisasikan oleh PT. Saipem Indonesia Karimun Branch.

Hal ini di sampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat sekaligus Sekretaris Forum Peduli Kesejahteraan Lingkungan (FPKL) Desa Pangke Barat, Sofyan.

Menurutnya, dampak lingkungan bagi warga sekitar dengan jumlah 200 Kepala Keluarga (KK) ini, sejak Kamis (19/3/2020) lalu, hingga saat ini belum satupun tuntutan warga terealisasi dari pihak perusahaan asal Italia tersebut.

“Setelah adanya kesepakatan bersama, akan tetapi sejauh ini tidak direspon oleh pihak perusahaan,” terang Sofyan, Kamis (1/7/2021).

Selain itu juga adanya penimbunan laut lahan seluas 19 hektar, yang direklamasi oleh PT. Saipem Indonesia Karimun Branch.

“Sehingga dampaknya yang dialami oleh masyarakat, khususnya para nelayan dimana lumpur kuala sungai menjadi dangkal dan sangat mengganggu,” paparnya.

Tidak hanya itu, menurutnya ada beberapa aktifitas dari PT Saipem, yakni
pengeboman batu (blasting), sehingga berdampak juga permasalahan baru, yaitu menimbulkan debu.

“Kemarin kita juga sudah ada kesepakatan dengan PT Saipem, bahwa semua aktifitas tersebut sejak bulan 9 September 2020 terakhir kalinya mediasi, akan diselesaikan (terealisasi) tiga bulan kedepan,” ujarnya.

Akan tetapi kata Sofyan, sudah waktunya berjalan tiga bulan, PT Saipem mangkir dari kesepakatan, dan terus menerus berjanji akan diselesaikan.

“Akhirnya warga pun melayangkan surat, dan dilakukan mediasi kembali, dimana harus melibatkan Badan Pengusahaan (BP) Kawasan, karena lahan yang digunakan tersebut dikuasai oleh BP Kawasan,” ungkapnya.

Sofyan menyebut, terdapat lima point tuntutan warga Kampung Ambat Jaya, diantaranya pendalaman alur sungai di Kampung Ambat, pembersihan batu miring, pembuatan rumah singgah nelayan, permasalahan debu dan kanal.

“Dan semuanya itu telah disanggupi oleh PT Saipem, salah satunya apabila dilakukan pengeboman batu (blasting) terdapat rumah yang rusak (retak), akan segera diperbaiki, dan nyatanya hingga sekarang begitu pekerjaan sudah selesai, tidak ada menindak lanjuti permasalahan tersebut,” paparnya.

Oleh karena itu, kata Sofyan dengan tidak adanya respon dari perusahaan, maka selanjutnya ada gerakan dari masyakarat untuk memberhentikan pekerjaan PT Saipem tersebut.

“Dan masyakarat akan mempersilahkan pengerjaan setelah bersepakat dan tuntutan warga terealisasi,” tandasnya.

Sementara itu Sustainability Facilitator At PT Saipem Indonesia Karimun Branch, Diko Getty Tuerah, saat dikonfirmasi menyangkal jika permasalahan yang berkaitan dengan dampak dari aktivitas PT Saipem seluruhnya belum terselesaikan.

“Selama ini tidak pernah ada komplain dari masyarakat terkait permasalah, itu semua tidak ada, kita dengan masyarakat sekitar selalu berdampingan,” sebut Getty.

Karena kata Getty, warga sekitar perusahaan tidak ada yang datang ke pihak PT Saipem, untuk menyampaikan secara tertulis terkait keluhan dan permasalahan-permasalahan yang ada.

“Dan pastinya selama ini kita sudah melakukan kegiatan-kegiatan CSR, dan dapat dilihat adanya pembangunan, sungai kita rapihkan, perpustakaan juga ada, Posyandu, intinya sudah banyak yang dilakukan oleh perusahaan,” tegasnya.

Disingung terkait lima poin tuntutan warga yang belum terealisasi, dirinya mengaku tidak mengetahui sama sekali lima poin hasil kesepakatan yang telah dilakukan pada tahun 2020 silam.

“Kalau ada komplain coba disampaikan saja kepada Kepala Desa ya, terkait apa saja lima poin tersebut,” paparnya.

Yang pastinya kata Getty pihaknya belum menerima komplain dari masyarakat secara tertulis.

“Dan kami sudah banyak melakukan sustainability, kegiatan CSR yang sudah dilakukan, dan pihak perusahaan belum mengetahuinya terkait lima tuntutan warga tersebut,” ujarnya.

Aman

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel