Puluhan Siswa Tadika Puri Datangi Kantor Cabang Batam, Pertanyakan Status Kerja Yang Dijanjikan

793

WARTAKEPRI.co.id, BATAM-Puluhan korban siswa yang melamar di lembaga pendidikan bernama Tadika Puri mendatangi kantor cabangnya yang berada di Simpang Bundaran Madani, Batam Centre. Kehadiran untuk menanyakan kepastian hingga belum bekerja.

Pasalnya hingga kini sudah delapan bulan belum juga ada diterima atau ditempatkan untuk bekerja di Bandara, padahal sesuai janji, setelah melalui pendidikan pihaknya menjanjikan untuk langsung bekerja.

“Sampai detik ini belum juga ada satu pun yang bekerja baik di Bandara maupun Hotel, pihaknya hanya pedoman pada janji setelah melalui rekruitmen awal dulu pendidikan bisa kerja langsung,”ungkap Firdaus Sitanggang, Kamis (1/7/2021) di Batam Center.

Firdaus menjelaskan pihaknya sudah pernah mendatangi kantor Tadika Puri tersebut, namun sampai saat ini belum juga ada titik kejelasan, makanya kembali kami datangi kantor lembaga pendidikan Tadika Puri ini.

“Kami ingin ada solusi agar uang yang sudah dibayarkan sebanyak Rp 13 juta dikembalikan lagi, sebagian ada Rp 15 juta bayar berharap dibayarkan kalau tidak ada kejelasan kerja,”jelasnya.

Jadi, ia berharap adanya tindakan kepastian dari lembaga pendidikan, serta solusi jangan sampai berlarut. Jadi pihaknya kena imingi masuk kerja di Bandara dan hotel namun sampai sekarang ini tidak ada juga kejelasan pak.

“Kami ikut pendidikan di Tadika Puri ini berawal dari informasi di medsos, bahwa dibutuhkan 15 orang untuk kerja di staf bandara,” ucap Firdaus Sitanggang (21) salah seorang siswa Tadika Puri yang merasa ditipu tersebut.

Diterangkan Firdaus, saat interview dia disuruh bayar Rp200 ribu dan dijanjikan setelah melaksanakan pendidikan teori selama 4 bulan dan magang 2 bulan di Bandara akan langsung dimasukan kerja.

“Tentu dengan ada janji itulah makanya dia mau ikut dan rela membayar uang sebanyak 15 juta. Bahkan ada yang dari luar Batam yang ikut, karena dijanjikan akan ada pekerjaan,”terangnya.

Lanjutnya, saat ini dia sudah merasa ditipu dan meminta agar manajemen PT Tadika Puri cabang Batam untuk mengembalikan semua uang yang sudah dibayarkannya.

“Saat ini ekonomi susah pak dan kami tidak mau lagi lanjut dengan janji-janji mereka. Karena kejelasan kedepannya tidak akan ada lagi jelas. sebab dari informasi kakak senior mereka juga terlantar dan tidak ada kejelasannya. Angkatan kami ini ada 10 orang,”ungkapnya.

Sementara itu, senada disampaikan Raudah Simanjuntak (20) warga Seraya Atas. Menurutnya, pihak lembaga harus bertanggung jawab atas kerugian kami ini.

“Jadi, tujuan datang ke lembaga Tadika Puri itu adalah karena dia sudah merasa ditipu dan waktunya sudah habis sia-sia. Setelah membayar Rp15 juta jangankan pekerjaan yang dapat, materi pendidikannya saja tidak juga selesai sampai saat ini,”ucapnya.

Menurut Raudah, banyak kejanggalan-kejanggalan di perusahaan ini. Saya sudah lunas bayar Rp15 juta, tapi pembelajaran tidak jelas.

“Kami awalnya dijanjikan pendidikan hanya 4 bulan saja, 2 bulan pendidikan tapi ini sudah 8 bulan tidak ada juga kejelasannya,”ungkapnya.

Sementara itu, Pejabat sementara Brand manager Tadika Puri Cabang Batam, Supriadi mengatakan, lembaga Tadika Puri adalah lembaga pelatihan calon staf Bandara, calon pramugari dan calon pramugara.

“Yang mana ada pihak tertentu yang menjanjikan adanya pekerjaan setelah mengikuti pelatihan itu adalah dua orang oknum berinisial R dan D. Saat ini dia sudah tidak ada lagi di Tadika Puri,”jelasnya.

Mereka sudah tidak disini lagi, namun kami sudah membentuk tim untuk mencarinya dengan tujuan agar bisa menyelesaikan permasalahan ini. Tim yang dibentuk itu langsung dari Jakarta, karena permasalahan ini berawal dari mereka berdua,”tutupnya (*)

Pengirim: Taufik Chaniago

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel