Merasa Ditipu Jual Beli Tanah, Korban Melaporkan Seorang Wanita Ke Polisi

66
Kasatreskrim Polres Karimun AKP Arsyad Riyandi, menunjukkan denah peta beserta surat jual beli tanah, yang dijadikan barang bukti. (Foto: Aman)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Rahman (37), melaporkan seorang wanita IPS (32) ke Satreskrim Polres Karimun atas dugaan kasus jual beli tanah yang merugikan dirinya senilai Rp 22 juta.

Tersangka sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Tim Bison Satreskrim Polres Karimun, setelah dilakukan penyidikan, Senin (19/7/2021)

Kasatreskrim Polres Karimun AKP Arsyad Riyandi mengungkapkan bahwa, setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka selanjutnya dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan.

“Tersangka sudah dilakukan penahanan selama kurun waktu 20 hari kedepan,” terang Arsyad.

Arsyad menceritakan kronologis kasus jual beli tanah pada bulan Agustus 2020 lalu. Dimana, korban sendiri bernama Rahman (37) telah membuat laporan kepada Satreskrim Polres Karimun, dimana tersangka ini telah melakukan tindakan penipuan.

“Korban sendiri sudah membayar Rp 4 juta kepada tersangka,” paparnya.

Karena kata Arsyad, korban dijanjikan sebidang tanah di wilayah Payamanggis, Tanjungbalai Karimun dengan harga Rp 22 juta.

“Dan oleh korban baru dibayarkan Rp 4 juta yang digunakan oleh tersangka untuk dokumen kepengurusan sebidang tanah (mengukur tanah),” ucap Arsyad.

Setelah dilakukan pembayaran, ungkap Arsyad selanjutnya korban menagih kembali karena telah dijanjikan hanya dalam kurun waktu selama dua hari.

“Tersangka berjanji akan segera diselesaikan pengukuran tanahnya, namun korban ingin melunasi kekurangan pembayaran tanah tersebut, ternyata ditolak oleh tersangka, nanti saja melunasinya” ujarnya.

Karena merasa curiga, akhirnya korban menelusuri sendiri keabsahan dan legalitas tanah tersebut kepada beberapa warga sekitar dan Ketua RT.

“Akhirnya korban tersadar dirinya telah ditipu oleh tersangka,” katanya.

Kasatreskrim menambahkan, untuk kasus jual beli tanah tersebut, pihaknya telah melakukan penyidikan dengan kurun waktu tertentu, untuk melakukan penyelidikan.

“Sehingga setelah terpenuhi dua alat bukti, dan petunjuk yang lengkap, akhirnya dilakukan penahanan terhadap tersangka ini.

Hal yang paling mencengangkan, kata Arsyad tersangka sendiri telah mengklaim memiliki tanah seluas 7000 ribu meter persegi.

“Tersangka mengklaim tanah pribadinya sendiri, warisan dari kakeknya, dimana tersangka ini memiliki peta dari PT Tambang Timah Persero,” tandasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, korban bernama Rahman mengatakan, sebidang tanah yang dibelinya dari tersangka berukuran 10 X 22 meter persegi.

“Harga awal Rp 40 jutaan, dan akhirnya dilakukan kesepakatan, dengan harga Rp 22 juta,” kenang Rahman.

Selanjutnya, kata Rahman selama kurun waktu dua hari, akan dilakukan pengukuran tanah tersebut, dengan surat-surat dokumen.

“Awalnya tersangka meminta dana Rp 10 juta, akhirnya saya sanggupi hanya Rp 4 juta saja, hitam diatas putih bermaterai, dan saya foto,” ujar Rahman.

Merasa aneh dan tidak beres, Rahman sendiri menanyakan langsung kepada RT setempat, apakah benar lahan yang dijual oleh tersangka IPS ini legal.

“Lantas Ketua RT menegaskan jangan dibeli, karena tanah tersebut bermasalah, dan juga bukan tanah miliknya,” sebut Rahman.

Rahman menambahkan, karena tersangka ini telah meyakinkan dirinya, sampai akhirnya menunjukkan denah peta yang sangat besar, dirinya pun tidak mengetahui itu peta apa.

“Jangan khawatir, ini katanya resmi punya (tersangka). Dan saya semakin curiga, untuk melunasinya kenapa saya tidak diizinkan untuk mengundang Ketua RT dan warga sekitar sebagai saksi,” tandasnya.

Tersangka sendiri akan diancam dengan pasal 378 KUHP, dengan hukuman maksimal penjara 4 tahun.

Aman

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel