Niat dan Cara Sholat Idul Adha 2021 di Rumah, Sendiri atau Berjamaah dengan Keluarga

298
Sholat Idul Adha 2021 di Rumah saja
Sholat Idul Adha 2021 di Rumah saja

WARTAKEPRI.co.id – Perayaan Idul Adha 2021 dipastikan dalam kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah kota di Indonesia. PPKM Darurat berlaku di Pulau Jawa-Bali dan juga berlaku di 15 kota lainnya termasuk di 2 kota di Provinsi Kepri.

PPKM Darurat juga berdampak pada pelaksanaan ibadah Sholat Idul Adha, atau Idul Kurban 2021. Pemerintah menyarankan agar pelaksanaan Sholat Idul Adha dilaksanakan berjemaah di Rumah. Lalu, bagimana tata cara sholat Idul Adha 2021 dan bacaan niat secara sendirian dan berjamaah.

1. Waktu pelaksanaan salat Idul Adha, yakni dari terbit sampai tergelincirnya matahari. Pemerintah telah menetapkan Idul Adha tahun ini jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021. Umat Islam yang berada di zona merah dan oranye, diimbau agar melaksanakan salat Idul Adha di rumah masing-masing.

2. Niat dan Tata Cara Sholat Idul Adha
Dikutip dari buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifa’i, berikut niat dan tata cara salat Idul Adha:

Niat Sholat Idul Adha Sendiri

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ للهِ تَعَالَى< Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa

Artinya:
“Aku berniat Sholat sunah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala.”

3. Niat Sholat Idul Adha Berjamaah

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) للهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati (makmuman/imaaman) lillaahi ta’aalaa

Artinya:
“Aku berniat Sholat sunah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

Tata Cara Sholat Idul Adha

1. Niat
2. Takbiratul Ihram
3. Doa Iftitah
4. Takbir 7 Kali, dan setelah takbir disunahkan membaca:

SubhanalLah walhamdu lillah wala ilaha ilallahu wallahu akbar

5. Al-Fatihah

6. Membaca surat Al Quran, lebih utama membaca Qaf atau Al-A’la.
7. Sempurnakan rakaat pertama seperti dalam salat lainnya
8. Berdiri untuk rakaat kedua

9. Takbir 5 Kali, dan setelah takbir disunahkan membaca:

SubhanalLah walhamdu lillah wala ilaha ilallahu wallahu akbar

10. Al-Fatihah
11. Membaca surat Al Quran, lebih utama membaca Al-Ghasyiah
12. Sempurnakan seperti dalam salat lainnya
13. Salam

14. Khutbah Idul Adha.

Khutbah pertama membaca takbir sembilan kali, pada khutbah kedua membaca takbir tujuh kali.

Bila salat dikerjakan berjamaah di rumah dan ada yang memiliki kemampuan menyampaikan khutbah, maka sebaiknya disertai dengan khutbah.

Sebelum melaksanakan salat, disunahkan mandi, berhias memakai pakaian yang sebaik-baiknya, dan menggunakan wangi-wangian yang dimiliki.

Selain itu, disunahkan tidak makan, kecuali setelah salat Idul Adha.

Pendapat Jusuf Kalla

Terpisah Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, Covid-19 varian delta yang bermutasi saat ini, maka tingkat penularan menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. Pemerintah dan seluruh masyarakat harus lebih meningkatkan kehati-hatian dalam melaksanakan setiap aktivitas. Oleh karena itu, JK mengimbau agar pelaksanaan ibadah Idul Adha dapat dilaksanakan di rumah dengan keluarga yang berdomisili di rumah yang sama.

“Sebenarnya tidak ada yang hilang karena fungsi-fungsi [ibadah di] masjid, atau apa yang kita lakukan di masjid, salat, berdoa, berdzikir semua bisa dilakukan di rumah. Jadi sebenarnya tidak ada yang hilang dari ibadah kita. Jadi tidak perlu dikhawatirkan masalah ibadah. Hanya masalah kekhawatiran adanya penularan-penularan. Dan dari segi agama itu juga harus kita jaga supaya tidak menimbulkan [bahaya],” ungkap JK dikutip pada Senin (19/7/2021) dari rilis Setwapres.

Hal tersebut dikatakan JK saat mengikuti pertemuan Wapres KH Ma’ruf Amin dengan pimpinan MUI dan ormas Islam secara virtual, terkait pelaksanaan Idul Adha 1442 H dan pemotongan hewan kurban, Minggu 18 Juli 2021 malam.

Dalam kesempatan itu, Kiai Ma’ruf Amin mengatakan pemerintah, pimpinan MUI dan ormas Islam sepakat menyelenggarakan ibadah Iduladha dari rumah, mulai dari takbir hingga salat Ied. “Jadi apa yang disampaikan tadi oleh Bapak Wapres saya kira tentu kita taati dengan prioritas-prioritas yang kita setujui. Prioritas ibadah tetap dilakukan, prioritas keselamatan umat tetap kita harus jaga dengan betul,” tambah JK.

Di sisi lain, Ketua Umum MUI, KH Miftachul Akhyar, juga menyampaikan dukungannya akan penegasan sikap bersama ini. Ia pun berharap agar kesepakatan yang dihasilkan nantinya dapat mengayomi seluruh umat Islam di Indonesia dan tidak menjadikan daerah di luar zona-zona merah menjadi daerah risiko baru. Baca juga: Begini Tata Cara Sholat Idul Adha di Rumah Saja!

“Kami ingin bagaimana keputusan nantinya bisa menghimpun semua, bisa mengayomi semua. Kita tahu bahwa hampir semua sudah zona merah tapi ada beberapa yang belum merah, mudah-mudahan tidak merah, bahkan mungkin ada zona yang masih hijau,” tutur Miftachul.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj, dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti, juga mengutarakan kesepakatan organisasinya dalam mengutamakan keselamatan umat di masa pandemi Covid-19 ini.

“Saya mendukung, saya setuju gagasan dari Bapak Wakil Presiden dalam hal ini bahwa kita mendahulukan hifdzun nafs. Oleh karena itu saya memohon kepada KH Ma’ruf Amin, Wakil Presiden, dan seluruh jajaran ulama, ormas-ormas, mari kita bergandengan tangan, disinilah pentingnya ukhuwah insaniyah, bukan hanya ukhuwah Islamiyah, bukan hanya ukhuwan wathaniyah. Disini kita merasakan pentingnya ukhuwah insaniyah, karena Covid-19 musuhnya manusia, bukan hanya musuhnya orang Islam atau musuhnya orang nonmuslim. Covid-19 akan menyerang seluruh umat manusia,” pungkas Said Aqil.(*)

Editor : Dedy Suwadha

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel